Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Alumni 212 Tagih Polisi Soal Laporan Tudingan Penghambaan Uang | Sindir Jokowi, Kubu Prabowo Sebut Reklamasi dan HGU Kapuk Naga | Anies: Yang Terlibat Pungli Sertifikat Gratis Jokowi Kena Sanksi | Inilah Yamaha RX King yang Paling Diburu Kolektor, Harga Meroket | Jokowi Disebut Serang Personal Prabowo, Bawaslu: Tak Ada Aturan | Ridwan Kamil Tanggapi Sentilan Prabowo Soal Bandara Kertajati | Ma'ruf Amin Tak Akan Tiru Gaya Jokowi dalam Debat | Hasil Piala AFF U-22: Indonesia Seri, Kamboja Tekuk Malaysia | Prabowo Wacanakan Pecah KLHK, Begini Kata Walhi | Impor Beras Naik 2,5 Kali Lipat, Jokowi Justru Bilang Turun | Yamaha Indonesia Menarik Skuter Bongsor TMAX, Ini Penyebabnya | Di Apartemen Lavande, Anies Tantang Pengembang: Mau Kuat-kuatan? | Kubu Jokowi Pertanyakan Kapan dan Bagaimana Prabowo Peroleh Lahan | Alumni 212 Tagih Polisi Soal Laporan Tudingan Penghambaan Uang | Sindir Jokowi, Kubu Prabowo Sebut Reklamasi dan HGU Kapuk Naga | Anies: Yang Terlibat Pungli Sertifikat Gratis Jokowi Kena Sanksi | Usai Debat Capres, Prabowo Menghadiri Pertemuan Ulama di Surabaya | Penyebab Bogor Street Festival Cap Go Meh Masuk Agenda Nasional | Video Bagi-bagi Uang Dibantah Kampanye Tapi Akui Dukung Jokowi | Buntut Debat Capres, Situs Cek Fakta Diretas ke Video Hantu | Setelah di Cisauk, Tangerang Siapkan TOD di Stasiun KRL Tigaraksa | Spanish Super Cup Set to Move Abroad in New Format | Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda, Riau Tetapkan Status Siaga |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Menteri PUPR Keluhkan Dana Mitigasi Bencana PBB yang Masih Kecil | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 11 Oktober 2018 11:09 WIB

Menteri PUPR Keluhkan Dana Mitigasi Bencana PBB yang Masih Kecil | Berita Tempo Hari Ini

Presiden Jokowi (kedua kanan), didampingi Menkopolhukam Wiranto (kedua kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri), dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola (kiri), mengunjungi lokasi gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 September 2018. ANTARA/Biropers-Kris

SUMUTkota.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menilai pendanaan internasional untuk mitigasi bencana dalam Sendai Framework for Disaster Risk Reduction harus ditingkatkan. Sendai Framework adalah sebuah kesepakatan pendanaan antara negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2015 untuk mengurangi dampak bencana alam.

Baca: Bappenas: Peta Bencana Perlu Jadi Acuan Perencanaan Wilayah

Saat ini, kata Basuki, mayoritas atau sebanyak 90 persen bantuan internasional dalam kesepakatan itu ditujukan untuk penanganan tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasca bencana. "Sementara dana untuk mencegah dan mempersiapkan apabila terjadi bencana masih kecil hanya 10 persen," kata Basuki dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Pernyataan itu disampaikan Basuki saat menjadi pembicara kepada perwakilan negara lain dalam High Level Dialogue on Disaster Risk Financing and Insuring (DRFI) in Indonesia di gelaran IMF-World Bank 2018. Menurut Basuki, pendanaan untuk mitigasi bencana seperti banjir dan kekeringan lewat pembangunan bendungan, normalisasi sungai dan pengaman pantai harus dilihat sebagai invetasi masa depan. "Bukan dimaknai sebagai biaya saja."

Dua bencana alam besar terjadi di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir yaitu Gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Gempa berikut Tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Hingga saat ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menggelontorkan dana Cadangan Bencana Alam dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp 2,1 triliun untuk operasi tanggap darurat, bantuan logistik, hingga bantuan perbaikan rumah rusak.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai bahwa selama sumber pemdanaan bencana selama ini memang masih kurang. Walhasil, apabila terjadi bencana alam, maka semuanya dibebankan kepada APBN atau dari bantuan. Acara diskusi di IMF - World bank ini pun menjadi saat yang tepat untuk mencari solusi mengatasi bencana dengan ketahanan fiskal tetap terjaga.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan dana rehabilitasi bencana memang tidak bisa hanya mengandalkan APBN yang juga sudah dialokasikan untuk belanja rutin dan wajib seperti pendidikan, kesehatan, dan transfer daerah. Untuk itu, Kementerian Keuangan telah menyusun strategi pembiayaan alternatif salah satunya melalui asuransi risiko bencana.

Baca: Sri Mulyani Usul Pertemuan IMF - World Bank Bahas Triasuransi

Saat ini, Sri Mulyani menilai pemahaman dan minat masyarakat dan pemerintah daerah terhadap asuransi bencana masih kurang. Padahal aset yang terlindung asuransi akan lebih cepat dibangun kembali karena tidak bergantung pada APBN maupun bantuan pihak lain. "Tahun 2019 kita akan memulai mengasuransikan gedung-gedung pemerintah," ujarnya.

Simak berita lainnya terkait bencana hanya di Tempo.co.



Menteri PUPR Keluhkan Dana Mitigasi Bencana PBB yang Masih Kecil | Bang Naga | on Kamis, 11 Oktober 2018 11:09 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Menteri PUPR Keluhkan Dana Mitigasi Bencana PBB yang Masih Kecil
Description: Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menilai pendanaan internasional untuk mitigasi bencana dalam Sendai Framework tergolong masih kecil.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1135184/menteri-pupr-keluhkan-dana-mitigasi-bencana-pbb-yang-masih-kecil.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» OJK Perkuat Kerja Sama dengan PPATK Cegah Pencucian Uang
» Exco PSSI Putuskan Gelar KLB
» Korban Mutilasi di Malaysia Dipulangkan Setelah Tes DNA
» Lontong Cap Go Meh, Usaha 'Merayu' Para Dewa dengan Sajian
» Ronaldo Sudah 22 Kali Bobol Gawang Atletico Madrid
» Pembunuh Wanita dalam Kardus Divonis 14 Tahun
» Gim Jadi Strategi Promosi E-Commerce Tarik Pelanggan Baru

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds