Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Sepeda Nusantara Kemenpora Digelar Bersama di Empat Kota | Jadi Pelatih Timnas Senior, Bima Sakti Merasa Dapat Tantangan | Cerita Fachrul Razi dan Surat Pemberhentian Prabowo yang Bocor | Tersangka Pembunuh Jamal Khashoggi pernah Belajar di Australia | DKI Tak Kucurkan Hibah, Wali Kota Bekasi Ancam Tutup Bantargebang | Prabowo - Sandiaga Uno Akan Sampaikan Sikap Soal Meikarta | Penumpang Pesawat Dikeluarkan karena Komplain Bayi Menangis | Jumlah Korban Tewas Terkini Gempa dan Tsunami Palu 2.113 Orang | Hari Santri Nasional, Cucu Jokowi Jan Ethes Jadi Trending Topic | Kisruh Dana Hibah, Wali Kota Bekasi Siap Tolak Undangan Anies | Caleg PAN Tak Dukung Prabowo, Sandiaga: Caleg Partai Lain Dukung | Polisi Usut Balita Ditemukan Tewas di Mobil di Parkiran Apartemen | Sepeda Nusantara Kemenpora Digelar Bersama di Empat Kota | Jadi Pelatih Timnas Senior, Bima Sakti Merasa Dapat Tantangan | Bupati Bekasi Akan Kooperatif dalam Kasus Meikarta | Libas Ganda Jepang, Marcus / Kevin Juarai Denmark Open 2018 | Jokowi kepada Santri: NKRI Adalah Rumah Sendiri | Dikalahkan Qatar 6-5, Indra Sjafri: Timnas U-19 Kehilangan Fokus | Sandiaga Pertanyakan Pencairan Dana Kelurahan Menjelang Pemilu | Piala AFC: Timnas U-19 Ditekuk Qatar 5-6, Ini Kata Indra Sjafri | Kurs Rupiah Diperkirakan Bergerak Rp 15.175 - 15.196 Pekan Depan | Piafa AFC U-19: Drama 11 Gol, Timnas U-19 Ditekuk Qatar 5-6 |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Kerap Dirazia, Tukang Becak Tak Sulit Beli Penggantinya Seharga.. | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 11 Oktober 2018 11:00 WIB

Kerap Dirazia, Tukang Becak Tak Sulit Beli Penggantinya Seharga.. | Berita Tempo Hari Ini

Sejumlah pengemudi becak menunggu penumpang di Cilincing, Jakarta Utara, 17 Januari 2018. Saat ini tarif becak dari harga Rp 7.000-Rp 40.000 untuk satu kali perjalanan. TEMPO/Fakhri Hermansyah

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Banyak tukang becak di kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara, tak pernah kapok meski telah berulangkali ditertibkan dan becak mereka dirampas aparat penertiban pemerintah DKI.

Rasmani, 46 tahun, salah satu tukang becak gigih tersebut. Ia pernah lima kali terjaring oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja saat Gubernur DKI Jakarta dijabat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Baca : Kata Tukang Becak Soal DKI Bangun 3  Shelter Becak Terpadu

"Lima becak saya pernah terjaring dan diambil. Kalau jaman Gubernur Ahok waswas saya. Seperti maling selalu tengok kiri kanan saat mangkal," kata Rasmini di pangkalan becaknya di Jalan L Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu, 10 Oktober 2018.

Tiga becak parkir menunggu penumpang di Shelter Becak Terpadu di Jalan Fajar RW17 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, 10 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

Meski telah terjaring dan becaknya dirampas petugas, Rasmini selalu kembali membeli becak yang dijual di sekitar kawasan Teluk Gong. Becak keenam pria asal Pekalongan, Jawa Tengah, itu dibeli seharga Rp 700 ribu.

Menurut dia, di era Ahok gubernur, harga becak nyaris naik dua kali lipat karena banyak yang mencarinya. "Harga biasanya cuma Rp 400-500 ribu sudah bagus. Pas Ahok sering nenertibkan tukang becak harganya jadi naik," ucapnya.
Simak :

Rekan Rasmani, Sriyono pun pernah mengalami perampasan becak oleh petugas Sarpol PP. Ia mengaku pernah dua kali terjaring dan becaknya dirampas petugas. "Ini becak saya yang ketiga."

Sriyono membenarkan bahwa harga becak di era Ahok gubernur menjadi tinggi. Bahkan, Rasmini membeli becak di kawasan Teluk Gong, seharga Rp 920 ribu. "Padahal becak saya yang dirampaa dulu belinya cuma Rp 400 ribu," ujarnya.

Ia mengatakan tidak sulit untuk mencari becak baru di kawasan Teluk Gong. Jika stok becak sedang habis, kata dia, becak bisa dikirim dari kawasan Kampung Melayu.

Jika pembeli memesannya, kata dia, biasanya becaknya bakal dibawakan pada malam hari, atau pembeli membawa sendiri pada malam hari dari Kampung Melayu. "Harganya sekarang lebih mahal," ujarnya.
Baca juga : Tukang Becak Teluk Gong Ini Mengelukan Becak Ilegal Berseliweran

Sriyono mengatakan tidak bisa berhenti menjadi penarik becak karena profesi ini satu-satunya mata pencariannya. Ia telah 20 tahun mengayuh becak untuk menafkahi keluarganya. "Sebelum tahun 1998 saya kuli bangunan. Setelah kerusuhan saya narik becak karena hasilnya lumayan," ujarnya.

Jika lagi banyak pelanggan becak, Sriyono bisa membawa pulang uang Rp 120-150 ribu. "Tapi kalau lagi sepi bisa cuma Rp 30 ribu. Apalagi sekarang saingannya sama ojek online," kata dia.



Kerap Dirazia, Tukang Becak Tak Sulit Beli Penggantinya Seharga.. | Bang Naga | on Kamis, 11 Oktober 2018 11:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Kerap Dirazia, Tukang Becak Tak Sulit Beli Penggantinya Seharga..
Description: Banyak tukang becak di kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara, tak kapok meski telah berulangkali ditertibkan dan becak mereka dirampas aparat penertiban.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1135180/kerap-dirazia-tukang-becak-tak-sulit-beli-penggantinya-seharga.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Mayoritas Pengusaha HIPMI dan KADIN Diklaim Dukung Jokowi
» FOTO: Masalah Air dan Penambangan Litium di Chile
» Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Qatar Klaim sebagai Tim Kuat
» Pesan Jokowi ke Santri: Silakan Beda Pilihan, Saring Hoaks
» Satpol PP DKI Duga Diskotek Old City Biarkan Narkoba Beredar
» Trump Tuding Saudi Berbohong Soal Khashoggi
» Gagal Perpanjang Kontrak, Luis Milla Ucapkan Salam Perpisahan

Karir

Android APK


KESEHATAN

Selengkapnya >>

Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds