Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Sindir Jokowi, Kubu Prabowo Sebut Reklamasi dan HGU Kapuk Naga | Anies: Yang Terlibat Pungli Sertifikat Gratis Jokowi Kena Sanksi | Inilah Yamaha RX King yang Paling Diburu Kolektor, Harga Meroket | Jokowi Disebut Serang Personal Prabowo, Bawaslu: Tak Ada Aturan | Ridwan Kamil Tanggapi Sentilan Prabowo Soal Bandara Kertajati | Ma'ruf Amin Tak Akan Tiru Gaya Jokowi dalam Debat | Hasil Piala AFF U-22: Indonesia Seri, Kamboja Tekuk Malaysia | Prabowo Wacanakan Pecah KLHK, Begini Kata Walhi | Impor Beras Naik 2,5 Kali Lipat, Jokowi Justru Bilang Turun | Yamaha Indonesia Menarik Skuter Bongsor TMAX, Ini Penyebabnya | Kubu Jokowi Pertanyakan Kapan dan Bagaimana Prabowo Peroleh Lahan | Di Apartemen Lavande, Anies Tantang Pengembang: Mau Kuat-kuatan? | Sindir Jokowi, Kubu Prabowo Sebut Reklamasi dan HGU Kapuk Naga | Anies: Yang Terlibat Pungli Sertifikat Gratis Jokowi Kena Sanksi | Usai Debat Capres, Prabowo Menghadiri Pertemuan Ulama di Surabaya | Penyebab Bogor Street Festival Cap Go Meh Masuk Agenda Nasional | Video Bagi-bagi Uang Dibantah Kampanye Tapi Akui Dukung Jokowi | Buntut Debat Capres, Situs Cek Fakta Diretas ke Video Hantu | Setelah di Cisauk, Tangerang Siapkan TOD di Stasiun KRL Tigaraksa | Spanish Super Cup Set to Move Abroad in New Format | Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda, Riau Tetapkan Status Siaga | Hadir Kembali, Big Bad Wolf Jakarta 2019 Boyong 5,5 Juta Buku |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Gempa Palu, Kemendikbud Bangun 333 Sekolah Darurat | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 11 Oktober 2018 08:29 WIB

Gempa Palu, Kemendikbud Bangun 333 Sekolah Darurat | Berita Tempo Hari Ini

Pelajar berjalan menuju tenda darurat untuk mengikuti kegiatan belajar di halaman SMP Negeri 1 Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 10 Oktober 2018. Sebagian siswa tampak tidak mengenakan seragam sekolah lantaran pakaian mereka tertimbun reruntuhan rumah akibatan guncangan gempa. ANTARA

SUMUTkota.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang membangun 333 unit sekolah darurat untuk mengakomodasi kegiatan belajar-mengajar bagi siswa-siswi di Palu, Donggala dan wilayah Sulawesi Tengah pascagempa Palu.

"Kami menyiapkan 333 unit sekolah darurat berkapasitas tujuh ruang," kata Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Poppy Dewi Puspitasari di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

Baca: Gempa Palu, 2.736 Bangunan Sekolah Rusak

Poppy mengatakan UNICEF akan memberikan sekitar ratusan tenda berstandar internasional untuk membangun sekolah darurat. Saat ini, kata dia, satu tenda sudah berdiri di Patebo dan 20 unit tenda sedang dipersiapkan. "Tenda masih dalam perjalanan nanti distribusinya tentunya setelah kita melakukan pendataan," ujarnya.

Gempa yang mengguncang Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong pada 28 September 2018 telah menyebabkan sekitar 186 ribu peserta didik di 1.724 satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK terdampak. Adapun tiga daerah terparah yang terdampak adalah Kota Palu, Donggala, dan Sigi.

Hingga saat ini, Poppy mengatakan teridentifikasi 22 guru yang meninggal dan 14 orang hilang. "Kemungkinan banyak siswa yang terseret tsunami saat mengikuti Gladi resik festival palu nomoni dan ada Bible Camp yang terhisap lumpur di Jono Oge Kabupaten Sigi," kata dia.

Baca: Semangat Anak Korban Gempa Palu Belajar di Tenda Darurat

Poppy mengatakan kondisi terkini bahwa siswa, guru dan pegawai dinas pendidikan masih mengungsi di gunung dan mengungsi ke luar Sulawesi Tengah. "Pendataan belum optimal karena terkendala komunikasi terutama di Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong," ujarnya.

Kemendikbud juga melakukan sejumlah langkah darurat penanganan gempa di Sulawesi Tengah, antara lain aktivasi dan pengelolaan pos pendidikan; distribusi makanan, air mineral, susu, makanan bayi, obat-obatan, selimut, termasuk bahan bakar minyak sebanyak 17 truk dan didistribusikan kepada tenaga kependidikan. Kemudian, pendataan siswa, fasilitas pendidikan dan kebudayaan, serta pendidik dan tenaga kependidikan; serta pembentukan satuan tugas Kemendikbud yang berpusat di LPMP Sulteng.

Berdasarkan data Kemendikbud, total jumlah peserta didik Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi, Palu sebanyak 256.836 orang. Namun untuk jumlah keseluruhan peserta didik yang terdampak masih dalam penghitungan.

Sementara itu, jumlah sekolah terdampak sebanyak 422 sekolah dengan rincian, yaitu lima sekolah PAUD, 161 SD, 45 SMP, 89 SMA, 74 SMK, dan empat sekolah luar biasa. Sementara sebanyak 79 guru dan tenaga kependidikan terdampak berdasarkan data per 8 Oktober 2018.

Baca: Kemenristekdikti Masih Mendata Kampus Rusak Akibat Gempa Palu



Gempa Palu, Kemendikbud Bangun 333 Sekolah Darurat | Bang Naga | on Kamis, 11 Oktober 2018 08:29 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Gempa Palu, Kemendikbud Bangun 333 Sekolah Darurat
Description: Gempa Palu dan sekitarnya menyebabkan sekitar 186 ribu peserta didik di 1.724 satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK terdampak
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1135129/gempa-palu-kemendikbud-bangun-333-sekolah-darurat.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Korban Mutilasi di Malaysia Dipulangkan Setelah Tes DNA
» Lontong Cap Go Meh, Usaha 'Merayu' Para Dewa dengan Sajian
» Ronaldo Sudah 22 Kali Bobol Gawang Atletico Madrid
» Pembunuh Wanita dalam Kardus Divonis 14 Tahun
» Gim Jadi Strategi Promosi E-Commerce Tarik Pelanggan Baru
» Kembali Diperiksa, CEO PT LIB Dicecar 21 Pertanyaan
» PKS: Politisasi Agama? Agamis Tapi untuk Kepentingan Politik

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds