Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Sindir Jokowi, Kubu Prabowo Sebut Reklamasi dan HGU Kapuk Naga | Anies: Yang Terlibat Pungli Sertifikat Gratis Jokowi Kena Sanksi | Inilah Yamaha RX King yang Paling Diburu Kolektor, Harga Meroket | Jokowi Disebut Serang Personal Prabowo, Bawaslu: Tak Ada Aturan | Ridwan Kamil Tanggapi Sentilan Prabowo Soal Bandara Kertajati | Ma'ruf Amin Tak Akan Tiru Gaya Jokowi dalam Debat | Hasil Piala AFF U-22: Indonesia Seri, Kamboja Tekuk Malaysia | Prabowo Wacanakan Pecah KLHK, Begini Kata Walhi | Impor Beras Naik 2,5 Kali Lipat, Jokowi Justru Bilang Turun | Yamaha Indonesia Menarik Skuter Bongsor TMAX, Ini Penyebabnya | Kubu Jokowi Pertanyakan Kapan dan Bagaimana Prabowo Peroleh Lahan | Di Apartemen Lavande, Anies Tantang Pengembang: Mau Kuat-kuatan? | Sindir Jokowi, Kubu Prabowo Sebut Reklamasi dan HGU Kapuk Naga | Anies: Yang Terlibat Pungli Sertifikat Gratis Jokowi Kena Sanksi | Usai Debat Capres, Prabowo Menghadiri Pertemuan Ulama di Surabaya | Penyebab Bogor Street Festival Cap Go Meh Masuk Agenda Nasional | Video Bagi-bagi Uang Dibantah Kampanye Tapi Akui Dukung Jokowi | Buntut Debat Capres, Situs Cek Fakta Diretas ke Video Hantu | Setelah di Cisauk, Tangerang Siapkan TOD di Stasiun KRL Tigaraksa | Spanish Super Cup Set to Move Abroad in New Format | Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda, Riau Tetapkan Status Siaga | Hadir Kembali, Big Bad Wolf Jakarta 2019 Boyong 5,5 Juta Buku |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Waspada Minuman Berenergi, Efeknya Lebih dari Cokelat dan Permen | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 11 Oktober 2018 09:35 WIB

Waspada Minuman Berenergi, Efeknya Lebih dari Cokelat dan Permen | Berita Tempo Hari Ini

Minuman berenergi. foto : holamun2.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Makanan dan minuman yang mengandung banyak gula  meningkatkan perilaku berisiko pada anak usia 11 hingga 15 tahun. Penelitian yang digelar Bar Ilan University di Israel, itu pun menyebutkan, anak yang mengkonsumsi terlalu banyak gula  cenderung menjadi brutal, minum alkohol, dan merokok.

Baca juga: Buah Bit, Solusi Gula Bagi Penderita Diabetes? Cek Risetnya

Lebih jauh diungkapkan juga bahwa anak-anak hampir tiga setengah kali lebih cenderung menjadi pengganggu bila mereka makan banyak permen dan minuman berenergi, sebuah penelitian menemukan fakta tersebut.

Penelitian lain mengungkapkan bahwa kadar gula tinggi membuat anak lebih berpotensi dua kali lebih banyak terlibat perkelahian, dan 9 persen  lebih cenderung menjadi pemabuk. Demikian laporan dailymail, yang dikutip Rabu, 10 Oktober 2018.
Ilustrasi minuman bersoda. TEMPO/Rully Kesuma
Para ahli di belakang penelitian ini berkata bahwa minuman berenergi memperburuk perilaku anak lebih dari cokelat atau permen, karena di dalamnya mengandung kafein juga.

Penelitian yang dilakukan terhadap 137.284 anak usia 11, 13, atau 15 tahun dan hidup di 25 negara Eropa atau Kanada. Para peneliti membandingkan berapa banyak kadar gula yang dikonsumsi anak dengan berapa banyak mereka terlibat perkelahian, menganggu satu sama lain, mengisap rokok, minum alkohol, dan mabuk.

Mereka menemukan ada korelasi yang kuat di antara keduanya.

Demikian juga penelitian di Inggris, anak-anak yang mengkonsumsi banyak permen, cokelat, dan minuman berenergi itu 89 persen cenderung merokok dan 72 persen cenderung minum alkohol. Mereka juga 2,13 kali cenderung terlibat perkelahian dan memiliki peluang 69 persen lebih tinggi menjadi penganggu.

Penelitian ini untuk pertama kali melihat efek gula terhadap kekerasan dan penyalahgunaan zat pada anak.
Ilustrasi anak terluka. guiainfantil.com
Kendati tidak disebutkan kadar gula yang menjadi acuan penelitian, National Health Service (NHS) memiliki pedoman yang jelas.

Anak-anak usia di atas 11 tahun tidak mengonsumsi lebih dari 30 gram gula tambahan per hari, namun terdapat makanan dengan kadar gula tinggi, seperti dalam minuman karbonasi (35 gram) dan cokelat bar (33 gram).

Sementara itu, untuk anak yang usianya lebih muda usia 4 hingga 6 tahun itu tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 19 gram gula per hari.

Para penulis penelitian menuliskan bahwa hubungan antara minuman manis dan keterlibatan kekerasan di dalamnya adalah berasal dari permen dan cokelat.

"Karena minuman bergula juga sering mengandung banyak zat adiktif, termasuk kafein, termasuk gula yang dikombinasikan dengan beberapa zat adiktif yang terkandung dalam minuman ringan juga menjadi prediktor yang kuat atau konsisten," pungkas mereka.



Waspada Minuman Berenergi, Efeknya Lebih dari Cokelat dan Permen | Bang Naga | on Kamis, 11 Oktober 2018 09:35 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Waspada Minuman Berenergi, Efeknya Lebih dari Cokelat dan Permen
Description: Para ahli mengungkapkan bahwa minuman berenergi memperburuk perilaku anak lebih dari cokelat atau permen. Apa sebabnya?
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1135112/waspada-minuman-berenergi-efeknya-lebih-dari-cokelat-dan-permen.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Korban Mutilasi di Malaysia Dipulangkan Setelah Tes DNA
» Lontong Cap Go Meh, Usaha 'Merayu' Para Dewa dengan Sajian
» Ronaldo Sudah 22 Kali Bobol Gawang Atletico Madrid
» Pembunuh Wanita dalam Kardus Divonis 14 Tahun
» Gim Jadi Strategi Promosi E-Commerce Tarik Pelanggan Baru
» Kembali Diperiksa, CEO PT LIB Dicecar 21 Pertanyaan
» PKS: Politisasi Agama? Agamis Tapi untuk Kepentingan Politik

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds