Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Lokasi Tenggelam 2 Anak Disebut Bukan di Kawasan Wisata Ancol | Kenali Teknologi Terkini pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung | Pengemudi BMW yang Viral Dapat Senjata Legal dari Importir | Kominfo: Tak Ada Hoaks Baru di Masa Sidang Gugatan Pilpres di MK | Kesehatan Menurun, Pemeriksaan Sofyan Jacob Dihentikan Sementara | Ditetapkan Tersangka, Pengemudi BMW Penodong Senjata Api | Dokumen Bukti Sengketa Pilpres Prabowo Tak Jadi Sampai 12 Truk | Instruksi Rizieq, PA 212 Gelar Demo Hingga Putusan MK | Mengintip Isi 3 Truk Alat Bukti Sengketa Pilpres Kubu Prabowo | Mobil Vietnam VinFast Hari Ini Diserahkan ke Konsumen | Jokowi Beri Bocoran Sosok Calon Menteri Kabinet Baru | Keluarga Simpatisan ISIS di Suriah Berharap Pulang ke Indonesia | Menguji Konsumsi BBM All New Nissan Livina di Jalur Mudik | Ketika Netizen Komentari Kaki Hitam dan Bekas Luka Marion Jola | AirAsia Promo 5 Juta Kursi, Tiket Jakarta-Singapura Rp 150 Ribu | Wiranto: Pemerintah akan Bikin Lapas Khusus di Pulau Terpencil | Lokasi Tenggelam 2 Anak Disebut Bukan di Kawasan Wisata Ancol | Kenali Teknologi Terkini pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung | Pengemudi BMW yang Viral Dapat Senjata Legal dari Importir | Kominfo: Tak Ada Hoaks Baru di Masa Sidang Gugatan Pilpres di MK | Kesehatan Menurun, Pemeriksaan Sofyan Jacob Dihentikan Sementara | Ditetapkan Tersangka, Pengemudi BMW Penodong Senjata Api | Sri Mulyani Demands DPR to Discuss Plastic Tax | PLN Kirim Power Bank Raksasa untuk Pembangunan IKEA Jakarta | Gempa Magnitdo 5,3, Warga Agam Berhamburan Keluar Rumah | Election Trial; Police Apply Traffic Engineering as of Tonight |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Wali Kota Mengaku Tak Ada Dokumen Penelitian Likuifaksi di Palu | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 11 Oktober 2018 05:42 WIB

Wali Kota Mengaku Tak Ada Dokumen Penelitian Likuifaksi di Palu | Berita Tempo Hari Ini

Anggota Palang Merah melewati lumpur tebal di antara reruntuhan bangunan di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 9 Oktober 2018. Palang Merah Indonesia via Petobo merupakan salah satu daerah yang terdampak likuifaksi pascagempa pada 28 September lalu. REUTERS

SUMUTkota.com, Jakarta - Wali Kota Palu Hidayat mengaku tak pernah menerima dokumen atau peta hasil penelitian zona bahaya likuifaksi di wilayahnya. Ia mengatakan telah mengecek dokumen yang dimaksud ke pihak terkait, yakni Dinas Tata Ruang.

Baca juga: Kenapa Petobo Terdampak Paling Parah Likuifaksi? Simak Kata Ahli

"Tidak ada tim ahli geologi (yang datang) dan kami juga tidak memiliki tim itu," kata Hidayat saat ditemui di rumah dinas Wakil Wali Kota Palu, Jalan Balai Kota Timur, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 10 Oktober.

Hidayat mengatakan selama ini dokumen yang ada hanya peta titik kumpul untuk evakuasi korban saat bencana. Peta itu pun berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sebelumnya dikabarkan, riset tentang daerah likuifaksi di Sulawesi Tengah itu dilakukan oleh peneliti Geologi Teknik dari Pusat Air Tanah Dan Geologi Lingkungan Badan Geologi, Taufik Wira Buana, pada 2012. Peta tersebut telah diserahkan pada pemda setempat.

Ada tiga keterangan dalam peta. Ketiganya menggambarkan probabilitas terjadinya likuifaksi. Tiga daerah itu meliputi titik yang sangat tinggi, tinggi, dan rendah berpotensi terjadi likuifaksi.

Meski mengaku tak pernah menerima data dari ahli geologi, Hidayat memastikan akan banyak peneliti yang membantu daerahnya dalam masa rekonstruksi nanti. "Saya dengar ada ahli sudah datang. Ahli itu nanti yang akan ikut memetakan daerah rawan," katanya.

Para ahli geologi pun disebut akan membuat zonasi yang dapat menjadi rujukan bagi pemerintah untuk membangun huntara atau hunian sementara bagi para korban terdampak gempa. Saat ini, titik-titik huntara untuk pengungsi terdampak likuifaksi Balaroa dan Petobo sudah dirancang.

Baca juga: Gempa Palu, 2.736 Bangunan Sekolah Rusak

Likuifaksi didefinisikan sebagai pencairan tanah atau proses hilangnya kekuatan tanah. Daya dukung tanah menjadi tidak ada karena proses pencairan atau pembuburan. Fenomena ini terjadi akbait efek guncangan gempa bumi. Efeknya dirasakan secara lokal dan masif. Artinya, ada yang menjangkau area tertentu, namun juga ada yang berdampak membuat kerusakan pada area yang luas.

Likuifaksi akibat gempa di Sulawesi Tengah dirasakan oleh beberapa daerah. Di antaranya Balaroa, Patobo, dan Sigi. Imbas kejadian itu, sekitar 5.000 warga diperkirakan hilang dan ribuan rumah ambles.



Wali Kota Mengaku Tak Ada Dokumen Penelitian Likuifaksi di Palu | Bang Naga | on Kamis, 11 Oktober 2018 05:42 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Wali Kota Mengaku Tak Ada Dokumen Penelitian Likuifaksi di Palu
Description: Wali Kota Palu Hidayat mengaku tak pernah menerima dokumen atau peta hasil penelitian zona bahaya likuifaksi di wilayahnya.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1135101/wali-kota-mengaku-tak-ada-dokumen-penelitian-likuifaksi-di-palu.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Urusan Tanah, Pensiunan Polisi dan Keluarganya Dianiaya
» Bom Bunuh Diri di Nigeria Merenggut 30 Nyawa
» Ikhwanul Muslimin Salahkan Mesir atas Kematian Mursi
» Sering Cedera, Neymar Masih Diminati Real Madrid
» Polisi Minta Toko Emas Pasang Terali demi Perlambat Perampok
» Mursi Meninggal, Sempat Pingsan di Sidang Kasus Spionase
» Maverick Vinales Tercepat di Sesi Tes MotoGP

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds