Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Debat Capres Kedua Digelar Nanti Malam, Simak Segmennya | Tenaga Vespa GTS Ini Mampu Taklukkan Motorsport 150cc | Tanpa Ronaldo, Real Madrid Masih Punya Sergio Ramos | Lokasi Debat Capres Kedua Telah Steril Sejak Sabtu, Dijaga Ketat | Batan Teliti Sebab Stunting dengan Teknologi Analisis Nuklir | Hakim Izinkan Tes DNA, Dokter Ini Diduga Ayah dari 200 Anak | FITRA Ingatkan 2 Kandidat Ada Celah Korupsi Sektor Infrastruktur | Jadwal Final Four Proliga Ahad: Perebutan Satu Tiket Grand Final | Dinas Ke Yogyakarta, Sri Mulyani Sempatkan Makan Gudeg Yu Djum | Dosen ITB: Dana Riset Belum Jelas untuk Industri 4.0 | Lawan Girona Malam Ini, Peluang Real Madrid Terus Memepet Barca | Cerita Sudirman Said Diminta Jokowi Tunda Laporan Audit Petral | Siti Badriah Dilamar Kekasih di Korea Selatan | Barcelona Vs Real Valladolid 1-0, Messi Gagal Penalti Satu Kali | Eks Wagub Sandiaga Uno: Anies Bilang, Sudah Bro Saya Pegang DKI | Haedar Nashir: Muhammadiyah Jaga Jarak dengan Perebutan Kekuasaan | Perjalanan Princess Megonondo, Miss Indonesia 2019 | Olahraga Bersama Pasangan, Anda Bisa Dapat 4 Manfaat Tambahan | Mobil Listrik Blits Handal Menaklukkan Jalur di Kalimantan | Joko Driyono Tersangka, PSS Sleman Tetap Fokus Buru Pemain Liga 1 | Joko Driyono Tersangka, PSS Sleman Pikirkan Kepastian Liga 1 | Buku Sosiolog Prancis Sebut 80 Persen Imam di Vatikan Gay | Timnas U-22 Bakal Hadapi Persaingan Ketat di Piala AFF | Top Skor Liga Spanyol Pekan 24: Messi Torehkan Catatan Hebat | Taufik Gerindra Yakinkan PKS Prabowo Tak Intervensi 3 Cawagub DKI | Atasi Masalah Ejakulasi Dini dengan 4 Cara Ini | Top Skor Liga Italia Pekan 24: Piatek Borong Gol, Tekan Ronaldo | Proliga: Popsivo Lolos, Tantang Putri Pertamina di Grand Final | Hasil dan Klasemen Liga Italia: Atalanta Vs AC Milan 1-3 | Hasil dan Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Vs Valladolid 1-0 | Hasil Bola Piala FA: Tekuk Newport, Man City ke Perempat Final | FITRA Ingatkan Jokowi-Prabowo Soal Korupsi Anggaran Infrastruktur | Ini Alasan Muhammadiyah Tetap Jaga Jarak dari Perebutan Kekuasaan | JK Habiskan Akhir Pekan Bertemu Sutradara Hollywood Asal Blitar | Hujan Sabtu Malam, Sejumlah Wilayah DKI Terendam | Piala AFF Mulai Hari Ini di Kamboja, Timnas U-22 Vs Myanmar Senin | Jakarta Akan Miliki Tembok Panjat Tebing Berskala Internasional | Marek Hamsik Gabung Klub Liga Super Cina Dalian Yifang | Jadwal Persija Hari Ini: Vs Tira Persikabo di Piala Indonesia | Joko Driyono Jadi Tersangka, Ini Respons Komite Integritas PSSI | Rumor Bakal Digantikan Ahok, Ma'ruf Amin: Ganti Wapres Tak Mudah | Usai Bertemu Achmad Zaky, Jokowi: Stop Uninstall Bukalapak, Stop | Desain Mitsubishi Mirage Baru Kombinasi Honda Jazz dan Outlander? | Jadwal Bola Sabtu Malam Ini: Barcelona, Manchester City, AC Milan | Toyota Hiace 2019 Tampang Lebih Kekinian Fitur Tambah Mewah | Prabowo: Saya Tidak Pernah Meminta Dukungan Ulama | Buntut Uninstall Bukalapak: Uninstall Jokowi Jadi Trending Topics | Waspada, 5 Makanan Enak Ini Bisa Merusak Liver | Tebus Ratusan Juta, Sertifikat Gratis dari Jokowi Mau Dibatalkan | Begini Berita Indopos soal Prediksi Ahok Gantikan Ma'ruf Amin | Debat Capres Kedua Digelar Nanti Malam, Simak Segmennya | Tenaga Vespa GTS Ini Mampu Taklukkan Motorsport 150cc | Tanpa Ronaldo, Real Madrid Masih Punya Sergio Ramos | Lokasi Debat Capres Kedua Telah Steril Sejak Sabtu, Dijaga Ketat | Batan Teliti Sebab Stunting dengan Teknologi Analisis Nuklir | Hakim Izinkan Tes DNA, Dokter Ini Diduga Ayah dari 200 Anak | FITRA Ingatkan 2 Kandidat Ada Celah Korupsi Sektor Infrastruktur | Jadwal Final Four Proliga Ahad: Perebutan Satu Tiket Grand Final | Dinas Ke Yogyakarta, Sri Mulyani Sempatkan Makan Gudeg Yu Djum | Dosen ITB: Dana Riset Belum Jelas untuk Industri 4.0 |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Remaja dan Bencana | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 11 Oktober 2018 07:16 WIB

Remaja dan Bencana | Berita Tempo Hari Ini

Siswa mendata rekannya saat hari pertama masuk sekolah di SMA PGRI, Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 8 Oktober 2018. Pihak sekolah melakukan pendataan pada hari pertama sekolah untuk mengetahui jumlah siswa pascabencana gempa dan tsunami Palu. ANTARA

Nova Riyanti Yusuf
Dokter Jiwa

Bagaimana konteks bencana dengan dampak terhadap kesehatan jiwa manusia? Sesuai dengan tema Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2018, kelompok usia yang menjadi perhatian adalah remaja dan kesehatan jiwa di dunia yang terus berubah. Remaja Indonesia punya kekhususan karena mereka hidup di wilayah Cincin Api Pasifik.

Anak-anak dan remaja kerap menyaksikan bencana dan dapat dipengaruhi oleh peristiwa tersebut dengan konsekuensi yang berlangsung seumur hidup. Bencana alam, seperti gempa bumi, termasuk kejadian traumatis, selain penelantaran, kekerasan senjata api, perang, serangan fisik, dan kecelakaan. Negara harus hadir dan menjadi pelopor penyiapan respons kesehatan jiwa bagi anak muda.

Ide persiapan anak muda dalam menghadapi bencana secara psikologis telah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Para pemuda juga telah dilatih untuk saling membantu. Namun ide bahwa guru dan murid harus diberi pelatihan rutin untuk memiliki kemampuan menghadapi bencana masih belum diutamakan dalam program pelatihan guru dan kurikulum sekolah. Pelatihan menghadapi kebakaran dan gempa bumi cukuplah lazim, tapi pelatihan psikologis untuk keadaan setelah bencana terhitung masih jarang.

Sistem dukungan sebaya bagi kesehatan jiwa remaja pada umumnya sangat penting, tapi penekanan dalam konteks bencana adalah pada situasi traumatik tertentu yang potensial akan memperburuk masalah yang ada atau menciptakan banyak masalah baru. Kebanyakan orang akan kembali normal setelah bencana atau keadaan darurat. Proporsi yang signifikan, walau tergantung pada sifat insiden, adalah 5-15 persen akan mengalami masalah dalam jangka pendek, seperti masalah tidur, kehilangan nafsu makan, regresi sosial, dan kesulitan dalam berkonsentrasi pada proses pendidikan.

Banyak program telah dipraktikkan di seluruh dunia untuk mengatasi hal ini. Program Intervensi Stres Pemuda di antaranya adalah yang khusus berkaitan dengan bencana, seperti 1) mengatasi stres dan mempelajari cara-cara untuk menangani situasi tersebut, 2) mempromosikan pandangan yang optimistis versus pesimistis, 3) menekankan arti hidup (pencegahan bunuh diri), 4) strategi pagi setelah bencana (bagaimana menangani kembali normal).

Memiliki pemahaman tentang stres dan bagaimana stres mempengaruhi individu sangat penting untuk pertolongan psikologis pertama. Reaksi seperti gemetar dan kebingungan adalah normal setelah bencana, akan mengurangi kekhawatiran seseorang, dan memungkinkan dia untuk kembali normal lebih cepat.

Pemuda harus dilibatkan untuk membantu dalam kondisi pasca-bencana. Orang-orang yang dipersiapkan agar memiliki fungsi (dan mampu melaksanakannya) di bawah tekanan diharapkan akan mengatasi lebih baik setelah peristiwa yang menegangkan ketimbang mereka yang tidak memiliki tugas untuk diselesaikan. Pemuda dapat dimobilisasi untuk kesiapsiagaan darurat dengan menggunakan latihan yang mengembangkan kapasitas pribadi dan tim. Dimensi-dimensi yang perlu terkandung di dalamnya adalah kemampuan organisasi dan kapasitas kognitif melalui pelatihan pertolongan pertama.

Dalam konteks kesiapsiagaan bencana, anak muda juga perlu berkonsentrasi pada pengajaran untuk mempunyai keterampilan mendengar aktif dan kemampuan persuasi dengan penekanan pada deteksi dini perilaku bunuh diri dan pencegahannya. Tidak ada yang tidak mungkin saat individu dihadapkan pada bencana alam yang massif dan merenggut semua miliknya, seperti keluarga, harta, kewarasan, termasuk membuat keputusan untuk bunuh diri. Diskusi tentang makna hidup, keinginan untuk hidup, dan pengalaman emosional merupakan aspek-aspek penting. Hal ini penting bagi anak muda, baik sebagai relawan non-penyintas maupun sebagai penyintas bencana yang harus bangkit berdiri untuk berperan di tengah-tengah para penyintas.

Indonesia harus berhenti menyangkal soal potensi bencana alam. Guru-guru harus dibekali kemampuan menjembatani kondisi pasca-bencana. Tentunya hal ini dilakukan dengan pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi guru dan pelajar. Program-program ini harus dipersiapkan secara teknis oleh pemangku kepentingan remaja, seperti Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendi-dikan, serta pemerintah daerah. Para guru perlu mendapatkan pembekalan- mengenai stres dan kesiap-siagaan bencana. Kemampuan organisasi dan adaptasi juga sangatlah penting.



Remaja dan Bencana | Bang Naga | on Kamis, 11 Oktober 2018 07:16 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Remaja dan Bencana
Description: Bagaimana konteks bencana dengan dampak terhadap kesehatan jiwa manusia?
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1135094/remaja-dan-bencana.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Hujan Deras, Empat Kecamatan di Jaksel Banjir
» Arab Saudi Buat Aplikasi 'Awasi' Perempuan
» Mantan Pelatih Real Madrid: Bale Harus Belajar Bahasa Spanyol
» Debat Capres Kedua: Hal-hal yang Perlu Diketahui
» Tol Balikpapan-Samarinda Selesai 85,7 Persen
» Cetak Dua Gol, Piatek Bintang Kemenangan Milan vs Atalanta
» Jokowi Disebut Tunda Usut Petral ke KPK karena Takut Menteri

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds