Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Mudik 2019, Waspadai Titik Rawan Macet Menuju Pelabuhan Merak | SBY Sebut Prabowo Konstitusionalis | Persebaya Kehilangan 2 Pemainnya Saat Ditahan Kalteng Putra | Kota Surabaya Bangun Wisata Kebun Anggrek di Eks Lokalisasi Dolly | Pembakaran di Asrama Brimob Petamburan, Jalan KS Tubun Ditutup | Deputi Gubernur Senior dan Tantangan BI | Muka-muka Baru Caleg Melenggang ke DPRD DKI, Ada Putranya Lulung | Kisruh Laporan Keuangan, Garuda Pertegas Alasan Gandeng Mahata | Pesawat Hipersonik AS Diklaim Terbang New York - London 90 Menit | Hanura Diprediksi Tak Lolos DPRD DKI, Kursi PPP Terjun Bebas | Detail Mukena Syahrini Dihiasi Emas 24 Karat, Berapa Harganya? | Survei: Orang Indonesia Perlu Jaringan 5G 2-3 Tahun Lagi | Kepastian Politik Pasca Pemilu 2019 Dinilai Picu Pasar Modal Reli | Kronologi Pembakaran di Asrama Brimob Petamburan: 11 Mobil Hangus | Smartfren Tambah Kapasitas Jaringan di Jalur Mudik | Inspirasi dari Perempuan Peneliti | 20 Mei | Lagi, KKP Tangkap Kapal Pencuri Ikan Asal Filipina | Demo 22 Mei, Sekitar 529 Personel Gabungan Jaga Kawasan Kota Tua | Terlalu Banyak Syuting Ramadan, Luna Maya Pingsan di Toilet | Titiek Soeharto Pertanyakan Penangkapan Soenarko | Massa Masih Berkumpul di Asrama Brimob Pagi Ini, Polisi Siaga | Almaz Laris, Wuling Masih Berharap pada Confero Jadi Penopang | Setelah Jokowi Menang Lagi | Merawat Demokrasi Kita | Samsung Buka 5 Posko Mudik di Bandara dan Rest Area | Pencak Silat Indonesia Populer di Kalangan Perempuan Mesir | Demo 22 Mei, Sejumlah Karyawan Menghindar dan Pilih Libur | Menjelang Mudik 2019, Rambu di Jalan Alternatif Jawa Barat Minim | Kemenhub Bakal Pantau Harga Tiket Pesawat Mudik Lebaran | Pendiri Telegram Sebut Penyebab WhatsApp Tidak Aman | Inilah Penerus Toyota Alphard, Lebih Nyaman dan Mewah | Waspada Diet Gagal saat Lebaran, Cegah dengan 10 Langkah Ini | Massa Demo Bawaslu Bakar Asrama Brimob Petamburan | Ini 10 Fitur Google Maps yang Bisa Dimanfaatkan untuk Mudik | Demo Ricuh, Massa Masih Berkumpul di Asrama Brimob Petamburan | Sisa Massa Demo Ricuh Bawaslu Masih Melawan Aparat di Tanah Abang | Organda Minta Bus Tak Ikut Sistem Satu Arah di Tol Trans Jawa | Maia Estianty Bocorkan Rencana Lamaran Julie Estelle | Mobil Esemka Masih Euro 2, Kemenhub: Jika Dijual Harus Diuji Lagi | Selebritas ke Senayan: dari Krisdayanti hingga Kirana Larasati | Balik ke Bawaslu, Aparat Tinggalkan Massa Bertahan di Tanah Abang | Ada yang Coba Memanjat, Menara Eiffel Ditutup Sementara | Di Film Terbarunya, Ernest Prakasa Berencana Kurangi Komika | Massa Aksi Demo 22 Mei Bubar Setelah 6 Jam Bentrok dengan Polisi | Kaesang Pangarep Geram Cuitan Kakaknya Jadi Berita di Tempo | Demo Ricuh Bawaslu, 2 Water Cannon Buka Jalan Arah Tanah Abang | Taksi Terbang Jerman Mengudara, Biaya Lebih Murah dari Helikopter | F-22 AS Cegat Pesawat Pengebom Tu-92 Rusia di Alaska | Demo Bawaslu Ricuh: Massa Lakukan Aksi Bakar Ban dan Motor di... | SBY: Selamat kepada Jokowi - Ma'ruf, Saya Dukung Penuh | Liga 1 Rabu Hari Ini: Prediksi Persela Lamongan Vs Persipura | Rusuh Usai Aksi di Bawaslu, Polisi Desak Massa Demo 22 Mei Bubar | 3 Tips Memilih Baju Lebaran dari Zaskia Sungkar | Ajax Amsterdam Beli Bek Baru, De Ligt Semakin Dekat ke Barcelona | Prediksi Borneo FC Vs Arema di Ajang Liga 1 Rabu Hari Ini | Kesalahan Penggunaan pada Car Seat Ini Bisa Bahayakan Bayi | Hadapi SEA Games 2019, Triadi Fauzi Latihan di Bandung | Astra Peugeot Perluas Jaringan Dealer dan Bengkel ke Solo | Liga 1, Persela Kehilangan Pemain Andalannya Saat Jamu Persipura | Pemilu Usai, TKN Minta Pendukung Tak Gembira Berlebihan | Jadwal Piala Sudirman 2019 Rabu Ini: Kejar Juara Grup Vs Denmark | Dayung Indonesia Targetkan 18 Emas di SEA Games 2019 | Cerita Pemuda Ponorogo Nekad ke Demo 22 Mei Meski Dicegat Polisi | Liga 1, Borneo FC Optimis Raih 3 Poin Saat Hadapi Arema FC | Beli Isuzu Jelang Lebaran: Bunga Ringan, Gratis Bensin Rp 2 Juta | Persebaya Seri, Djanur Anggap Kalteng Putra Kurang Sportif | Persebaya Ditahan Kalteng Putra 1-1, Djanur: Ini Suatu Kerugian | Alasan Menteri Kominfo Minta RUU PDP Segera Disahkan DPR | Liga 1, Arema FC Prediksi Bakal Sulit Raih Poin dari Borneo FC | Presiden Cina Xi Jinping Ucapkan Selamat ke Presiden Jokowi | Massa Demo 22 Mei Sulut Mercon: Balasan Tembakan Gas Air Mata | Sibuk Bisnis, Begini Cara Bams Eks Samsons Bagi Waktu Keluarga | 6 Hal Soal Daniel James, Calon Rekrutan Perdana Manchester United | Menghadapi Mudik 2019, Garda Oto Memberikan Promo Bonus E-toll | Jadwal Liga 1 Hari Ini, Borneo FC vs Arema FC | Alasan Polisi Tarik SPDP Prabowo di Kasus Makar Eggi Sudjana | Ini Isi Surat Hermawan Susanto Minta Maaf ke Presiden Jokowi | Ricuh Demo 22 Mei, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Arah Massa | Penyebab Massa Demo 22 Mei Bentrok dengan Polisi di Depan Bawaslu | Dugaan Makar Eggi Sudjana, Giliran Sambo Akan Diperiksa Polisi | Persebaya Surabaya Vs Kalteng Putra 1-1, Gomes Puas | Presiden Iran Kembali Tolak Dialog dengan Amerika Serikat | Bupati Mesuji dan Penyuap Krakatau Steel Segera Disidangkan | Istri dan Anak Kabarkan Kondisi Ustad Arifin Ilham Kembali Stabil | Setelah Bubar Ada Massa Rusak Kawat Berduri Bawaslu dan Ditangkap | Bertambah, Saling Kritik Pemerintahan Anies dan Para Menteri | Wasiat Arifin Ilham: Siapkan Kafan dan Disalatkan di 2 Masjid Ini | Kata Polisi-TNI Soal Kabar Eks Danjen Kopassus Soenarko Ditangkap | Dugaan Teroris di Aksi 22 Mei, BPN Prabowo: Tanggung Jawab Polisi | Polisi Tarik Lagi SPDP Prabowo Subianto, Kenapa? | Putra Arifin Ilham Kabarkan Kondisi Ayahnya Sedang Kritis | Terancam Pidana Mati, Hermawan Susanto Kirim Surat Maaf ke Jokowi | Manchester United Dapatkan Rekrutan Pertamanya di Bursa Transfer | Kubu Prabowo Putuskan Ajukan Sengketa Hasil Pilpres 2019 ke MK | Sultan HB X Harap Prabowo - Sandi Tunjukkan Sikap Ksatria | Mudik 2019, Waspadai Titik Rawan Macet Menuju Pelabuhan Merak | SBY Sebut Prabowo Konstitusionalis | Persebaya Kehilangan 2 Pemainnya Saat Ditahan Kalteng Putra | Kota Surabaya Bangun Wisata Kebun Anggrek di Eks Lokalisasi Dolly | Pembakaran di Asrama Brimob Petamburan, Jalan KS Tubun Ditutup | Deputi Gubernur Senior dan Tantangan BI | Muka-muka Baru Caleg Melenggang ke DPRD DKI, Ada Putranya Lulung | Smooth Running Elections are Evidence of Nation Maturity: Jokowi | Kisruh Laporan Keuangan, Garuda Pertegas Alasan Gandeng Mahata | Pesawat Hipersonik AS Diklaim Terbang New York - London 90 Menit |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Kisah Supervolcano Toba dan Yellowstone Menghancurkan Peradaban | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 11 Oktober 2018 07:25 WIB

Kisah Supervolcano Toba dan Yellowstone Menghancurkan Peradaban | Berita Tempo Hari Ini

Danau Toba. TEMPO/Arie Basuki

SUMUTkota.com, Jakarta - Supervolcano Toba di Indonesia dan Yellowstone di Amerika Serikat sama-sama pernah menghancurkan peradaban. Tapi itu terjadi ribuan hingga ratusan ribu tahun lalu. Tentunya, belum ada catatan tertulis tentang bagaimana kehidupan makhluk hidup saat itu hancur. Kita hanya tahu dari riset para geolog.

Baca juga: Supervolcano Yellowstone vs Toba, Mana yang Lebih Berbahaya?

Supervolcano ini telah menghapus banyak bagian kehidupan sebelumnya dan ada kemungkinan serius bahwa mereka akan melakukannya lagi di masa depan. Hal ini menimbulkan pertanyaan supervolcano mana yang seharusnya paling kita khawatirkan.

Supervolcano menurut definisi adalah salah satu yang telah memiliki letusan bermagnitudo 8--yang tertinggi dan paling mengerikan--pada Volcano Explosivity Index di masa lalu. Yellowstone adalah supervolcano yang menerima sejumlah besar liputan media di seluruh dunia. Tapi apakah ini benar-benar gunung berapi terbesar dan paling mengancam. Dalam hal ini pesaingnya adalah Toba yang terletak di Indonesia.

Baca juga: 5 Supervolcano Terbesar di Dunia: Yellowstone, Danau Toba

Letusan Toba lebih baru dalam hal jam geologi. Ketika meletus, letusan Toba dianggap telah menciptakan kerusakan di dunia, yang hampir memusnahkan manusia periode awal.

Baik Yellowstone maupun Toba telah menghasilkan letusan dengan ukuran yang sama sekitar 5.000 kilometer kubik. Tidak hanya mampu melepaskan lava dalam jumlah besar, tetapi juga sejumlah besar batu, abu, dan zat lain seperti belerang. Juga menurunkan suhu global sangat jauh, meski sementara. Keduanya menghasilkan letusan yang lebih dari mampu membunuh lebih dari 6 miliar orang di planet ini.

Yellowstone, yang terletak di Wyoming, AS, adalah gunung berapi paling terkenal dan juga memiliki potensi untuk menjadi yang paling kuat. Supervolcano Yellowstone terakhir meletus 700.000 tahun yang lalu, tetapi para ahli mengatakan gunung itu bakal meledak setiap satu juta tahun atau lebih. Jika gunung berapi yang kuat itu meletus, diperkirakan 87.000 orang akan terbunuh dan dua pertiga dari AS akan tidak layak huni.

Yellowstone Caldera, Wyoming, Amerika Serikat, 7 Mei 2012. Yellowstone Kaldera merupakan gunung api aktif yang berada di Amerika, gunung api ini tidak terlihat karena lebih mirip sebuah danau, namun ledakan gunung ini 10.000 kali lebih kuat dari gunung berapi lainnya. (gettyimages)

Baca juga: Ilmuwan Soal Bahaya Supervolcano: Bikin Bumi Seperti Kiamat

Ribuan ton abu memuntahkan ke atmosfer akan menghalangi sinar matahari dan secara langsung mempengaruhi kehidupan di bawahnya yang menciptakan "musim dingin nuklir". Sejumlah besar sulfur dioksida yang dilemparkan ke atmosfer akan membentuk sulfur aerosol yang memantulkan dan menyerap sinar matahari.

Pada 2015, para ilmuwan mengumumkan Yellowstone memiliki waduk magma empat kali lebih besar dari ruang di bawahnya. Mereka mengatakan ini bisa menjadikannya waduk magma terbesar di dunia, dengan volume 46.000 km kubik--cukup besar untuk mengisi Grand Canyon 11 kali lebih.

Sedangkan Danau Toba adalah salah satu supervolcano terbesar di dunia dan terletak di Sumatera Utara, Indonesia. Terakhir meletus 74.000 tahun yang lalu menyebabkan 2.800 – 5.300 km kubik bahan terlontar ke atmosfer.

Danau Toba. TEMPO/Soetana Hasby

Menyusul letusan itu, suhu global menurun drastis selama satu dekade, dan menutupi wilayah besar Indonesia dan India dalam abu. Sebuah pulau di tengah Danau Toba, Indonesia, perlahan naik dan dianggap sebagai tanda Bumi menggembung karena tekanan magma di bawah permukaan.

Baca juga: Supervolcano Yellowstone Ancam Peradaban, NASA Siapkan Pengeboran

Sudah diasumsikan bahwa Toba menyebabkan "Kemacetan Evolusi" pada manusia saat letusan terakhirnya. Selain itu Toba lebih dekat dengan wilayah berpenduduk terbesar di dunia, India, Cina, dan Indonesia, sehingga dapat membunuh lebih dari 2 miliar manusia.

Meski demikian, karena baru meledak, Toba meletus 74 ribu tahun lalu dibandingkan Yellowstone 640 ribu tahun lalu, meski Toba hampir 3 kali lebih besar, tapi siklusnya masih lama. Dalam hal ini Yellowstone cukup lebih berbahaya.

Simak artikel lainnya tentang supervolcano di kanal Tekno Tempo.co.

EXPRESS | THE WORLD OF SCIENCE | IBTIMES



Kisah Supervolcano Toba dan Yellowstone Menghancurkan Peradaban | Bang Naga | on Kamis, 11 Oktober 2018 07:25 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Kisah Supervolcano Toba dan Yellowstone Menghancurkan Peradaban
Description: Supervolcano Toba di Indonesia dan Yellowstone di Amerika Serikat sama-sama pernah menghancurkan peradaban.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1135058/kisah-supervolcano-toba-dan-yellowstone-menghancurkan-peradaban.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds