Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Anies: Yang Terlibat Pungli Sertifikat Gratis Jokowi Kena Sanksi | Inilah Yamaha RX King yang Paling Diburu Kolektor, Harga Meroket | Jokowi Disebut Serang Personal Prabowo, Bawaslu: Tak Ada Aturan | Ridwan Kamil Tanggapi Sentilan Prabowo Soal Bandara Kertajati | Ma'ruf Amin Tak Akan Tiru Gaya Jokowi dalam Debat | Hasil Piala AFF U-22: Indonesia Seri, Kamboja Tekuk Malaysia | Prabowo Wacanakan Pecah KLHK, Begini Kata Walhi | Impor Beras Naik 2,5 Kali Lipat, Jokowi Justru Bilang Turun | Yamaha Indonesia Menarik Skuter Bongsor TMAX, Ini Penyebabnya | Kubu Jokowi Pertanyakan Kapan dan Bagaimana Prabowo Peroleh Lahan | Di Apartemen Lavande, Anies Tantang Pengembang: Mau Kuat-kuatan? | Anies: Yang Terlibat Pungli Sertifikat Gratis Jokowi Kena Sanksi | Usai Debat Capres, Prabowo Menghadiri Pertemuan Ulama di Surabaya | Penyebab Bogor Street Festival Cap Go Meh Masuk Agenda Nasional | Video Bagi-bagi Uang Dibantah Kampanye Tapi Akui Dukung Jokowi | Buntut Debat Capres, Situs Cek Fakta Diretas ke Video Hantu | Setelah di Cisauk, Tangerang Siapkan TOD di Stasiun KRL Tigaraksa | Spanish Super Cup Set to Move Abroad in New Format | Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda, Riau Tetapkan Status Siaga | Hadir Kembali, Big Bad Wolf Jakarta 2019 Boyong 5,5 Juta Buku | Moeldoko Sebut Pemisahan KLHK Tergantung Evaluasi Hasil Kinerja |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Ini Ancaman Polisi Terhadap Pelaku Aksi Vandalisme Kereta MRT | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Minggu, 23 September 2018 06:30 WIB

Ini Ancaman Polisi Terhadap Pelaku Aksi Vandalisme Kereta MRT | Berita Tempo Hari Ini

Kereta MRT Jakarta yang masih baru di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menjadi korban vandalisme, Jumat 21 September 2018 PT MRT dan kontraktor menggelar investigasi dan langsung meningkatkan keamanan di lokasi depo. Dok MRT Jakarta

SUMUTkota.com, Jakarta -Polisi menggunakan sejumlah pasal untuk mempidanakan pelaku vandalisme di rangkaian kereta Mass Rapid Transportation atau MRT di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kepala Kepolisian Sektor Cilandak Komisaris Prayitno mengatakan pelaku bakal dikenakan pasal 406 KUHP subsider Pasal 489 KUHP.

"Kasus sudah dilaporkan dan sedang kami selidiki," kata Prayitno saat dihubungi, Sabtu, 22 September 2018.

Baca : Polisi Belum Temukan Jejak Pelaku Vandalisme Kereta MRT Lebak Bulus

Prayitno menjelaskan pasal 406 KUHP tentang perusakan barang, pelaku bisa diancam hukuman 2,8 tahun penjara. Sedangkan pasal 489 KUHP adalah tentang kenakalan terhadap orang atau barang yang dapat menimbulkan bahaya, kerugian atau kesusahan, diancam diancam penjara tiga hari atau denda Rp 200 ribu.

Menurut dia, kasus vandalisme seperti dalam kasus ini memang terlihat sebuah kenakalan, dan hukumannya tindak pidana ringan. Namun, jika setelah penyelidikan polisi menemukan ada kelompok yang terlibat dan adanya kerusakan, mereka bisa dikenakan pasal 170 KUHP.

Dalam Pasal 170, barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. "Tapi, semua ini masih dalam pengembangan. Makanya subsider (pasalnya)."

Kereta yang belum juga beroperasi itu dicorat-coret dan diwarnai di satu sisinya dengan tulisan dan warna dominan ungu, merah muda, serta hijau. “Tim keamanan dari kontraktor di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menemukannya tadi pagi pukul 07.30,” ujar Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah dalam siaran pers, Jumat  21 September 2018.

Simak : Fraksi di DPRD Minta Anies Dorong Percepatan Pemilihan Wagub DKI

Tubagus mengatakan pelaku aksi vandalisme itu memanjat dinding Depo Lebak Bulus yang berbatasan dengan permukiman. Pengusutan atas penyusupan tersebut diserahkan sepenuhnya ke kepolisian setempat.

Tubagus mengatakan saat ini kereta yang menjadi bagian dari pengadaan senilai Rp 1,2 triliun tersebut belum diserahterimakan kepada PT MRT. Sehingga, tanggung jawab atas coretan itu masih sepenuhnya di tangan kontraktor pengadaan rangkaian kereta.

Untuk mencegah hal tersebut tak terjadi lagi, Tubagus mengatakan kontraktor akan meningkatkan level keamanan di sekitar Depo Lebak Bulus. Di antaranya dengan menambah jumlah CCTV, menambah jumlah personel kemanan, meningkatkan waktu patroli, dan meninggikan dinding.

Selain itu, Tubagus menambahkan, PT MRT dan kontraktor juga akan menggelar investigasi soal vandalisme di gerbong kereta tersebut.

IMAM HAMDI | ZULNIS FIRMANSYAH



Ini Ancaman Polisi Terhadap Pelaku Aksi Vandalisme Kereta MRT | Bang Naga | on Minggu, 23 September 2018 06:30 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Ini Ancaman Polisi Terhadap Pelaku Aksi Vandalisme Kereta MRT
Description: Polisi menggunakan sejumlah pasal untuk mempidanakan pelaku vandalisme di rangkaian kereta Mass Rapid Transportation (MRT) di Depo MRT Lebak Bulus.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1129097/ini-ancaman-polisi-terhadap-pelaku-aksi-vandalisme-kereta-mrt.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Korban Mutilasi di Malaysia Dipulangkan Setelah Tes DNA
» Lontong Cap Go Meh, Usaha 'Merayu' Para Dewa dengan Sajian
» Ronaldo Sudah 22 Kali Bobol Gawang Atletico Madrid
» Pembunuh Wanita dalam Kardus Divonis 14 Tahun
» Gim Jadi Strategi Promosi E-Commerce Tarik Pelanggan Baru
» Kembali Diperiksa, CEO PT LIB Dicecar 21 Pertanyaan
» PKS: Politisasi Agama? Agamis Tapi untuk Kepentingan Politik

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds