Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Barcelona Vs Real Valladolid 1-0, Messi Gagal Penalti Satu Kali | Eks Wagub Sandiaga Uno: Anies Bilang, Sudah Bro Saya Pegang DKI | Haedar Nashir: Muhammadiyah Jaga Jarak dengan Perebutan Kekuasaan | Perjalanan Princess Megonondo, Miss Indonesia 2019 | Olahraga Bersama Pasangan, Anda Bisa Dapat 4 Manfaat Tambahan | Mobil Listrik Blits Handal Menaklukkan Jalur di Kalimantan | Joko Driyono Tersangka, PSS Sleman Tetap Fokus Buru Pemain Liga 1 | Joko Driyono Tersangka, PSS Sleman Pikirkan Kepastian Liga 1 | Buku Sosiolog Prancis Sebut 80 Persen Imam di Vatikan Gay | Timnas U-22 Bakal Hadapi Persaingan Ketat di Piala AFF | Top Skor Liga Spanyol Pekan 24: Messi Torehkan Catatan Hebat | Taufik Gerindra Yakinkan PKS Prabowo Tak Intervensi 3 Cawagub DKI | Atasi Masalah Ejakulasi Dini dengan 4 Cara Ini | Top Skor Liga Italia Pekan 24: Piatek Borong Gol, Tekan Ronaldo | Proliga: Popsivo Lolos, Tantang Putri Pertamina di Grand Final | Hasil dan Klasemen Liga Italia: Atalanta Vs AC Milan 1-3 | Hasil dan Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Vs Valladolid 1-0 | Hasil Bola Piala FA: Tekuk Newport, Man City ke Perempat Final | FITRA Ingatkan Jokowi-Prabowo Soal Korupsi Anggaran Infrastruktur | Ini Alasan Muhammadiyah Tetap Jaga Jarak dari Perebutan Kekuasaan | JK Habiskan Akhir Pekan Bertemu Sutradara Hollywood Asal Blitar | Hujan Sabtu Malam, Sejumlah Wilayah DKI Terendam | Piala AFF Mulai Hari Ini di Kamboja, Timnas U-22 Vs Myanmar Senin | Jakarta Akan Miliki Tembok Panjat Tebing Berskala Internasional | Marek Hamsik Gabung Klub Liga Super Cina Dalian Yifang | Jadwal Persija Hari Ini: Vs Tira Persikabo di Piala Indonesia | Joko Driyono Jadi Tersangka, Ini Respons Komite Integritas PSSI | Rumor Bakal Digantikan Ahok, Ma'ruf Amin: Ganti Wapres Tak Mudah | Usai Bertemu Achmad Zaky, Jokowi: Stop Uninstall Bukalapak, Stop | Desain Mitsubishi Mirage Baru Kombinasi Honda Jazz dan Outlander? | Jadwal Bola Sabtu Malam Ini: Barcelona, Manchester City, AC Milan | Toyota Hiace 2019 Tampang Lebih Kekinian Fitur Tambah Mewah | Prabowo: Saya Tidak Pernah Meminta Dukungan Ulama | Buntut Uninstall Bukalapak: Uninstall Jokowi Jadi Trending Topics | Waspada, 5 Makanan Enak Ini Bisa Merusak Liver | Tebus Ratusan Juta, Sertifikat Gratis dari Jokowi Mau Dibatalkan | Begini Berita Indopos soal Prediksi Ahok Gantikan Ma'ruf Amin | Barcelona Vs Real Valladolid 1-0, Messi Gagal Penalti Satu Kali | Eks Wagub Sandiaga Uno: Anies Bilang, Sudah Bro Saya Pegang DKI | Haedar Nashir: Muhammadiyah Jaga Jarak dengan Perebutan Kekuasaan | Perjalanan Princess Megonondo, Miss Indonesia 2019 | Olahraga Bersama Pasangan, Anda Bisa Dapat 4 Manfaat Tambahan | Mobil Listrik Blits Handal Menaklukkan Jalur di Kalimantan | Joko Driyono Tersangka, PSS Sleman Tetap Fokus Buru Pemain Liga 1 | Joko Driyono Tersangka, PSS Sleman Pikirkan Kepastian Liga 1 | Buku Sosiolog Prancis Sebut 80 Persen Imam di Vatikan Gay | Timnas U-22 Bakal Hadapi Persaingan Ketat di Piala AFF |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Budi Waseso | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 20 September 2018 08:25 WIB

Budi Waseso | Berita Tempo Hari Ini

ilustrasi beras

SUMUTkota.com, Jakarta - Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance atau Indef, Rusli Abdulah, memaparkan data beras nasional dalam dua versi. Hal tersebut merespons perbedaan pendapat antara Kementerian Pertanian (Menteri Amran) dan Bulog (Budi Waseso) dengan Kementerian Perdagangan (Menteri Enggar).

Baca: Budi Waseso Persoalkan Impor Beras, Enggartiasto Tetap Santai

Rusli mengatakan, berdasarkan hitung-hitungan di atas kertas, Indonesia masih surplus beras 1,42 juta ton.

"Perhitungannya adalah sebagai berikut. Dengan asumsi jumlah penduduk 275 juta orang dan konsumsi beras per kapita sebesar 117 per kilogram, maka konsumsi beras pada 2017 sebesar 32,17 juta ton per tahun. Di sisi lain, produksi beras nasional Indonesia pada 2017 mencapai 33,6 juta ton," katanya saat dihubungi, Kamis, 20 September 2018.

Angka ini, kata Rusli, diperoleh dari luas sawah sekitar 8 juta ton dengan hasil beras per hektare 4,2 ton.

Baca: Indonesia Tak Perlu Impor Beras hingga Pilpres 2019

Lebih lanjut, Rusli menuturkan stok beras yang saat ini ada di gudang Bulog sebanyak 2,4 juta ton. Menurutnya, beras di gudang Bulog saat ini antara lain terdiri atas 1,3 juta ton beras impor.

"Katakanlah 600 ribu ton stoknya ada di pedagang, rumah tangga, maka kebutuhan satu bulan ke depan aman. Tapi bagaimana dengan kebutuhan Oktober sampai Februari yang merupakan masa non-panen raya?" ujarnya.

Menurut Rusli, hal inilah yang menjadi perdebatan apakah impor atau tidak untuk memenuhi kebutuhan Oktober hingga Februari tahun depan.

"Kembali lagi, data stok beras tidak akurat sehingga perencanaan pemenuhan beras dalam negeri terjadi tarik-menarik," ucapnya.

Pernyataan Rusli itu menanggapi silang pendapat yang dilontarkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso di media tentang impor beras. Dirut Bulog mengaku tak setuju dengan keputusan impor beras hingga 2 juta ton di antaranya karena kesulitan mencari tempat untuk menyimpan komoditas tersebut jika telah sampai di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Enggar menegaskan bahwa impor adalah keputusan bersama yang diketok Menteri Koordinator Perekonomian. Soal penyimpanan beras di gudang, menurut dia, bukanlah urusannya. "Enggak tahu saya, bukan urusan kami. Itu kan sudah diputuskan di rapat koordinasi Menko, urusan Bulog," tuturnya.

Pernyataan Enggar itu kemudian ditanggapi Budi Waseso bahwa penyimpanan beras di gudang bukan hanya urusan Bulog, melainkan urusan bersama lembaga pemerintah. Karena itu, Budi berharap semua lembaga pemerintah bisa bersinergi. "Kita kan aparatur negara, jangan saling tuding-tudingan, jangan saling lempar-lemparan, itu pemikiran yang tidak bersinergi," katanya.

Menurut Budi Waseso, jika impor tetap dilakukan, Kementerian Perdagangan harus menyiapkan tempat untuk menyimpan stok beras itu. "Mendag udah komitmen, kan Mendag kantornya siap jadi gudang," ujarnya.

KARTIKA ANGGRAENI



Budi Waseso | Bang Naga | on Kamis, 20 September 2018 08:25 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Budi Waseso
Description: Peneliti Indef memaparkan data untuk menanggapi ribut soal impor beras antara Budi Waseso dan Enggartiasto Lukito.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1128196/budi-waseso-enggar-ribut-soal-impor-beras-peneliti-paparkan-data.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Mantan Pelatih Real Madrid: Bale Harus Belajar Bahasa Spanyol
» Debat Capres Kedua: Hal-hal yang Perlu Diketahui
» Tol Balikpapan-Samarinda Selesai 85,7 Persen
» Cetak Dua Gol, Piatek Bintang Kemenangan Milan vs Atalanta
» Jokowi Disebut Tunda Usut Petral ke KPK karena Takut Menteri
» Penalti Messi Antar Barcelona Menang 1-0 atas Valladolid
» Kanada Keluarkan 'Travel Alert' ke Haiti

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds