Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Polisi Sebut Unjuk Rasa Awak Mobil Tangki Pertamina Tak Berizin | Kampanye Risiko Penyakit Jantung untuk Wanita Melalui Fashion | Intip Besaran Gaji PNS 2019 Setelah Dinaikkan Jokowi | Bendahara Sayap Partai Bobol ATM, Ini Kata Ketua Gerindra DKI | Pelindo Kucurkan Rp 24 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional | Penampakan Nissan Juke 2020: Muka Futuristik Mirip Livina Baru | Tak Hanya ke Erwin Aksa, Kubu Prabowo Sebut Dekati Aksa Mahmud | KPU Tangsel akan Tambah Penjaga di Ruangan Pelipatan Surat Suara | IPhone Lipat Tak Juga Muncul, Desainer Grafis Ini Buat Konsepnya | Caleg Otaki Komplotan Pencuri, Polisi Sita Uang Rp 40 Juta | Sulit Melakukan Olahraga Setiap Hari? Lakukan Rutinitas Baru Ini | Theresa May Minta Brexit Ditunda Hingga Juni, Apa Reaksi UE? | Mukernas PPP, Kukuhkan Plt Ketua Umum Hasil Rapat Harian | Wakil Ketua DPRD Yakin Wagub DKI Terpilih Sebelum Pileg Selesai | Meikarta Terjerat Kasus Hukum, Lippo: Pembangunan Dilanjutkan | Tagar Polisi Dukung Jokowi Trending di Twitter | Wisata Sejarah Palembang, Bunker Jepang Konon Tembus Sungai Musi | Bagaimana Aturan Kepemilikan Senjata Api di Selandia Baru? | Timnas U-23 Bakal Jajal Pemain Terkaya Dunia di Piala Asia U-23 | 5 Tersangka Kasus Mobil Tangki Pertamina Ditahan, Begini Perannya | Driver Ojek Online Ancam Gelar Unjuk Rasa Karena Tarif | Agen Adrien Rabiot Buka Pintu buat Manchester United | Toyota Starlet Jangan Sampai Turun Mesin, Biayanya Bisa Bengkak | Peneliti Senior Siapkan Beberapa Strategi Turunkan Kepala LIPI | Mikha Tambayong Memimpin Generasi Milenial Lawan Penyakit Jantung | PM Selandia Baru Segera Ubah UU Kepemilikan Senjata Api | Gaji PNS Bakal Dirapel, Sri Mulyani Cairkan Anggaran Rp 2,6 T | Waspada, TBC Juga Bisa Menyerang Tulang | LBH Jakarta Kecam Polisi Dalam Kasus Buruh Mobil Tangki Pertamina | Cegah Banjir Sentani Terulang, KLHK keluarkan 4 Rekomendasi | Pencurian Modus Ban Kempes, Dana BOS Rp 111 Juta Raib | Bos Madrid Jumpa Delegasi Chelsea, Soal Hazard Disinggung | Siap-Siap, Hasil SNMPTN 2019 Diumumkan Jumat Lusa Pukul 16.00 | Honda HR-V 2019 Bersolek, Tambah Mewah dan Elegan | Terorisme dan Kesenjangan Ekonomi | Erdogan Minta Pelaku Penembakan di Christchurch Dihukum Mati | LTMPT Umumkan Hasil SNMPTN 2019 Jumat 22 Maret Pukul 16.00 | PPP Jawa Tengah Dukung Suharso Monoarfa Gantikan Romahurmuziy | Xiaomi Black Shark 2 Hadir dengan Layar OLED dari Samsung | Mau Tampil Lagi di UFC, Conor McGregor Minta Dibayar Pakai Saham | Presiden Jokowi Persilakan KPK Periksa Menteri Agama Lukman Hakim | Bella Luna - Nana Sepakat Pisah, Semua Mahar Dikembalikan | Diisukan Dikembalikan ke Barcelona, Begini Reaksi Denis Suarez | Sri Mulyani Sebut 7,3 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT | Pekerja Seks Laki-laki Ungkap Kehidupan Gelapnya Secara Online | Alasan Adira Insurance Menstandarisasi Bengkel Rekanan | Musim Semi Arab di Aljazair | Membenahi Industri Sawit | Padu Padan Celana Jeans ala Patricia Gouw | Caleg Disangka Kapten Pencurian Nasabah Bank Modus Gembos Ban | PPP Sebut Pemilihan Suharso Monoarfa Sebagai Ketua Sesuai AD/ART | Gempi Dikenalkan ke Pacar Baru, Gading Marten Diserbu Dukungan | Jokowi Sebut Elektabilitas Perindo Sudah di Atas 4 Persen | Periksa Menteri Agama, KPK akan Dalami Asal Duit Ratusan Juta | Mercedes-Benz Mulai Garap Pasar Truk di Institusi Pemerintahan | DPRD Usul Gratiskan Tarif MRT dan LRT, Anies: Tidak Mungkin | Model Cantik Ini Ungkap Hubungannya Dengan Ronaldo | Kisah Ridwan Kamil Dapat Jahitan Nyengsol saat Belanja Online | Ponsel Gaming Xiaomi Black Shark 2 Hadir, Ini Spek dan Harganya | Kubu Jokowi Dihantui Tingginya Angka Golput | Jadwal Tinju Dunia: Wilder vs Breazeale 18 Mei, Ini Promo Mereka | Wisata Kuliner dan Kesenian dari 30 Negara Juga Ada di Kampus | Dorong Proyek Prioritas Nasional, Lapan Dilibatkan | Sumbar Diguncang Gempa Rabu Dinihari | Jadwal Bola Babak 8 Besar Piala Presiden, Dimulai 28 Maret 2019 | Jokowi Siapkan Rp 571 Triliun Bangun Transportasi Jabodetabek | Foto Interior DFSK Glory 560 Bocor, LCD Tak Sebesar Wuling Almaz | Anies Baswedan Pilih Produksi Air Bersih daripada Air Beralkohol | Presiden Kazakhstan Mundur Setelah 30 Tahun Berkuasa, Kenapa? | Gempur Udara dan Darat, Perindo Targetkan Dapat 70 Kursi DPR | Bos Chelsea Menyerah, Kepindahan Hazard ke Madrid Tak Terbendung | Penyebar Video Hoaks Surat Suara Tercoblos 01 Ditangkap | Redmi Note 7 Dirilis Besok di Indonesia, Berapa Harganya? | Selain Plt Ketua Umum, Gusti Randa Punya 3 Tugas di Luar PSSI | Gabung Persija, Yogi Rahadian Siap Bersaing dengan Pemain Senior | Tips Seks Di Siang Hari, Tilik Kata Psikolog | Piala Asia U-23: Timnas U-23 Latihan Hari Pertama di Hanoi | 8 Besar Piala Presiden: Kalteng Putra Anggap Persija Goliath | Badminton Asia Mixed Team: Indonesia Cukur Sri Lanka 5-0 | Hasil Bulu Tangkis Beregu Asia: Indonesia Gulung Sri Lanka 5-0 | Fakta Gusti Randa: Artis, Pengacara, Kini Plt Ketua Umum PSSI | Gempi Dikenalkan ke Wijin, Netizen: Kasihan Papa Gading Marten | Ide Tarif MRT dan LRT Jakarta Gratis, DPRD DKI Tak Cemaskan Ini | Banjir Sentani, PLN Telah Pulihkan 69 Gardu Listrik di Jayapura | MRT Jakarta Belum Kantongi Sertifikat Kelaikan Sarana Prasarana | Agung Laksono Dukung Pemecatan Erwin Aksa dari Partai Golkar | Teror di Selandia Baru, Australia Khawatirkan Aksi Balas Dendam | Menkes Sangsi Sandiaga Mampu Selesaikan Defisit BPJS Kesehatan | Nganjuk diguncang Gempa Bumi, Tidak Berpotensi Tsunami | Anies Klaim Pemerintah Pusat Setuju MRT Fase II Lewati Monas | 3 Fakta Seputar Kontroversi Ajakan Dukung Jokowi di Acara Polri | LSI: Jika Angka Golput Besar, Terbuka Kemungkinan Jokowi Kalah | Agnez Mo Unggah Foto Tanpa Riasan, Netizen Singgung Komedo | KPK Sita Uang dari Ruang Menteri Agama, Sekjen PPP: Honor Pribadi | Jokowi Ikut Uji Coba MRT, Paspampres Dorong Warga buat Buka Jalan | Ini Rincian Gaji Anggota Polri Setelah Dinaikkan Jokowi | Will Connolly Mau Sumbang untuk Korban Teror di Selandia Baru | Dukung Sandiaga di Pilpres, Erwin Aksa: Persahabatan Kami Hakiki | Fadel Muhammad: Sikap Erwin Aksa Akan Berdampak ke Jusuf Kalla | Toyota Starlet Dimodif Lebih Gagah dari Reli Hingga Drag Race | Polisi Sebut Unjuk Rasa Awak Mobil Tangki Pertamina Tak Berizin | Kampanye Risiko Penyakit Jantung untuk Wanita Melalui Fashion | Intip Besaran Gaji PNS 2019 Setelah Dinaikkan Jokowi | 4 Ragam Topi Pilihan Patricia Gouw | Bendahara Sayap Partai Bobol ATM, Ini Kata Ketua Gerindra DKI | Pelindo Kucurkan Rp 24 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional | 4 Gov't Recommendations Following the Sentani Flash Flood | Penampakan Nissan Juke 2020: Muka Futuristik Mirip Livina Baru | Tak Hanya ke Erwin Aksa, Kubu Prabowo Sebut Dekati Aksa Mahmud | KPU Tangsel akan Tambah Penjaga di Ruangan Pelipatan Surat Suara |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Masalah Berat-Ringan Putusan Hakim | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 14 September 2018 07:00 WIB

Masalah Berat-Ringan Putusan Hakim | Berita Tempo Hari Ini

Terdakwa Zainal Anshori, Ketua Jamaah Ansharut Daulah atau JAD (kanan bawah) mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 31 Juli 2018. Selain membubarkan JAD, hakim mengenakan denda Rp 5 juta. TEMPO/Fakhri Hermansyah

Binsar M. Gultom
Dosen Pascasarjana Universitas Esa Unggul Jakarta

Tugas hakim paling krusial adalah ketika ia harus menjatuhkan putusan terhadap terdakwa: hukuman apa dan seberapa berat hukuman itu? Profesi hakim adalah panggilan tugas dan jabatannya merupakan amanah dan tanggung jawab penuh dari Tuhan Yang Maha Esa dan Undang-Undang Dasar 1945.

Hakim harus memutus suatu perkara secara adil berdasarkan kejujuran dan hati nurani, sesuai dengan fakta hukum, dan obyektif, tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Dari dasar pertimbangan hukum itu muncullah satu kesimpulan apakah ter dakwa bersalah atau tidak. Jika dinyatakan tidak bersalah, berarti salah satu unsur pidana sesuai dengan dakwaan jaksa tidak terbukti. Terdakwa pun harus dibebaskan (vrijspraak) (vide Pasal 191 (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)) atau lepas dari segala tuntutan hukum (onslaag) (vide Pasal 191 (2) KUHAP). Tapi, jika semua unsur pidananya terbukti, terdakwa harus dinyatakan bersalah dan dihukum (vide Pasal 193 ayat 1 KUHAP).

Ketika terdakwa dinyatakan terbukti bersalah, inilah tugas hakim paling krusial: menjatuhkan berat-ringannya hukuman (strafmaat). Untuk melihat betapa sulitnya hakim menjatuhkan putusan, dapat kita tengok, misalnya, Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Salah satu ketentuan di sana menyebutkan bahwa harus ada kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan terdakwa.

Ternyata, misalkan, selama proses persidangan, kerugian keuangan negara tersebut telah dikembalikan kepada negara. Meski demikian, hukuman terdakwa tetap diperberat dengan berbagai pertimbangan, misalkan karena jumlah uang yang dikorupsi besar dan telah menghambat roda pembangunan. Padahal, Pasal 4 undang-undang itu telah dengan tegas menyatakan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara akan menjadi hal yang meringankan bagi hukuman terdakwa.

Jika hal ini terjadi, hati nurani hakim mutlak harus berbicara. Hakim harus mampu menafsirkan permasalahan ini dan penyelesaiannya, bukan hanya terikat kepada aturan legalistik tapi telah masuk kepada kompetensi dan nalar hakim.

Dalam hal ini, hakim harus melihat secara komprehensif berbagai aspek, seperti kerugian yang ditimbulkan terdakwa, kewenangan yang melekat kepadanya, perbuatan itu dilakukan secara berlanjut atau tidak, dan terpenuhi atau tidak unsur-unsur dakwaan. Terlebih setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yang memperkenalkan adanya diskresi, maka masalah ini akan berkaitan dengan aspek sosiologis, filosofis, dan yuridis suatu kasus.

Jika hakim tingkat pertama, banding, atau kasasi tetap saja menghukum berat terdakwa, putusan demikian terkesan hanya berdasarkan keadilan prosedural, bukan substantif. Putusan semacam ini dapat digolongkan sebagai bukan "mengadili" tapi telah bergeser kepada "menghukum" saja. Inilah yang disebut putusan "hakim algojo".

Biasanya putusan seperti ini akan banyak dikecam masyarakat pencari keadilan. Polemik putusan kontroversial ini hanya dapat diatasi melalui upaya hukum luar biasa yang disebut peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung. Namun, apakah putusan PK itu kemudian telah memenuhi perasaan keadilan? Suka atau tidak, sesuai dengan sistem hukum yang dianut di Indonesia, putusan itu mutlak harus diterima dan dilaksanakan.

Standar berat-ringan putusan hakim tidak diatur dalam undang-undang. Dia diserahkan sepenuhnya kepada perasaan dan keyakinan hakim. Masalahnya, perasaan dan keyakinan hakim yang satu berbeda dengan hakim yang lain. Buktinya, sekalipun fakta dan pasal dakwaan sama, hampir setiap putusan hakim di Indonesia berbeda.

Saya, sebagai akademikus dan hakim yang sudah 35 tahun lebih mengadili berbagai perkara, meminta kepada pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat untuk membuat standar pemidanaan atau menyerahkannya kepada Mahkamah Agung. Hal ini seperti yang dianut oleh sistem common law, yakni mengikuti putusan hakim terdahulu dalam kasus dan peristiwa hukum yang sama. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya permainan tawar-menawar berat-ringannya tuntutan pidana di tingkat kejaksaan dan hukuman di tingkat pengadilan.



Masalah Berat-Ringan Putusan Hakim | Bang Naga | on Jumat, 14 September 2018 07:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Masalah Berat-Ringan Putusan Hakim
Description: Tugas hakim paling krusial adalah ketika ia harus menjatuhkan putusan terhadap terdakwa: hukuman apa dan seberapa berat hukuman itu?
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1126373/masalah-berat-ringan-putusan-hakim.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Karir


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds