Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Jokowi Izinkan Asing Kuasai 100 Persen Saham di 54 Industri Ini | Pelaporan Grace Natalie dan Polemik Perda Syariah di Indonesia | Korban Tidak Teridentifikasi, Surat Kematian dari Lion Air | 5 Alasan Silaturahmi Kekhalifahan Dunia di Sentul Batal Hari Ini | Erick Thohir: Saya Orang Pertama yang Mundur Kalau Jokowi Raja | Pembunuhan di Bekasi, Polisi Ungkap Tujuan Haris Naik Gunung | Keduanya Mapan, Apakah Pernikahan Akan Bahagia? Ini Ramalannya | SUV Chevrolet FNR Carry Concept Mirip Mitsubishi Xpander | Pembunuhan di Bekasi, Ini Alasan Haris Bunuh Dua Anak Diperum | Sandiaga Sebut 3 Kelompok Ini Bakal Jadi Penentu Kemenangan | Agar Program Menngena, Kemenpora Susun Road Map Kepemudaan 2019 | Pengendara Sepeda Motor dengan Knalpot Racing Dihukum Push Up | Aktivis Greenpeace Ditangkap Saat Menaiki Kapal Minyak Wilmar | Kualifikasi MotoGP Valencia: Vinales Terbaik, Rossi Urutan 16 | Kubu Jokowi Luncurkan Aplikasi untuk Donasi dan Kampanye | Tekuk Hendra / Ahsan, Kevin / Marcus ke Final Hong Kong Open 2018 | A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton, Ahok Kirim Ucapan | Ini Kata Bima Sakti Setelah Timnas Indonesia Ditekuk Thailand | Belajar Hidup Mandiri ala Verrell Bramasta, Apa Ilmunya? | Jokowi Bahas Sawit dan Perikanan dengan PM Kepulauan Solomon |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Jawa Barat Yakin Produksi Padi Tercapai Meski Kekeringan | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Sabtu, 18 Agustus 2018 07:58 WIB

Jawa Barat Yakin Produksi Padi Tercapai Meski Kekeringan | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi kekeringan. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Bandung - Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, Hendy Jatnika optimis dampak kekeringan belum berpengaruh pada target produksi padi Jawa Barat. “Target Jawa Barat sekarang sekitar 12,5 juta ton gabah kering giling,” kata dia pada Tempo, di Bandung, Jumat, 17 Agustus 2018.

Baca juga: Kritik Impor Beras, Dirjen Pangan Berkukuh Produksi Padi Cukup

Data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura per tanggal 15 Agustus 2018 mendapati 13.173 hektare sawah di Jawa Barat terkena dampak kekeringan. Rinciannya untuk terkena dampak ringan 5.338 hektare, sedang 3.059 hektare, serta berat 3.001 hektare. Sedangkan sawah yang telah puso 1.775 hektare.

Hendy mengatakan, luas sawah terkena dampak kekeringan terhitung kecil dibanding seluruh tegakan tanaman padi Jawa Barat yang mencapai 630 ribu hektare. “Ada seribu sekian puso, kalau dibandingkan dengan standing-crop, tanaman yang ada di lapangan, presentasenya kecil. Tidak akan mengganggu target produksi Jabar,” kata dia. 

Dia mengklaim, perhitungan target produksi tersebut sudah mengkalkulasi resiko gagal panen akibat kemarau. “Sejak awal sudah memperhitungkan pasti ada daerah yang pada saat sekarang menurun (produksinya). Sekarang pun panen masih ada, dan masih ada yang tanam, tapi tidak banyak,” kata Hendy. 

Hendy mengatakan, target produksi padi tahun ini juga relatif sama dengan realisasi produksi padi 2017. Tahun lalu realisasi produksi mencapai 12,51 juta ton gabah kering giling. 

Menurut Hendy, pemerintah Jawa Barat mempertahankan angka produksi padi agar tidak sampai menembus angka psikologis 11 juta ton gabah kering giling setahun. “Itu angka normal dengan memperhitungkan berbagai kendala, situasi yang ada. Angka yang diharapkan tidak kurang dari 11 juta ton. Kita ingin ada peningkatan angka produksi tapi itu untuk pengamanan pangan nasional,” kata dia.

Hendy mengatakan, produksi padi Jawa Barat masih jadi andalan untuk menyangga kebutuhan padi nasional. “Jawa Barat memberi kontribusi 18 persen pangan nasional, khususnya padi ini. Harapan kita di tahun ini 12 juta ton gabah kering giling, kita dapat,” kata dia. 

Hendy mengatakan, saat ini masuk Musim Tanam (MT) 3 yang jatuh berbarengan dengan musim kemarau  di Jawa Barat. Musim kemarau di mulai akhir Juni dan berakhir September. “Agustus justru puncak kemarau. Mudah-mudahan kemarau normal, sehingga Oktober mulai ada hujan. Dan November petani sudah mulai tanam lagi,” kata dia. 

Hendy mengatakan, informasi terbaru BMKG masih memperkirakan musim kemarau tahun ini berlangsung normal. “Tahun ini prediksinya normal,” kata dia. 

Kendati demikian, BMKG memperingatkan kemungkinan dampak El-Nino ringan justru kemungkinan akan terjadi tahun depan. “Kita khawatiri dampak El-Nino seperti tahun 2015, yang ada kemarau panjang, sampai baru hujan pada Desember,” kata Hendy. 

Hendy berharap prediksi kemarau tahun ini tidak bergeser. “Mudah-mudahan kemaraunya tahun ini sama dengan tahun lalu, sehingga awal tanam bisa dilakukan di bulan Oktober-November,” kata dia. 

Harga padi panen dari tangan petani pun tahun ini masih relatif normal. “Harga padi di lapangan berkisar Rp 42 ribu sampai Rp 45 ribu per kilogram. Mudah-mudahan harganya tidak turun.  Kasihan petani,” kata Hendy.



Jawa Barat Yakin Produksi Padi Tercapai Meski Kekeringan | Bang Naga | on Sabtu, 18 Agustus 2018 07:58 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Jawa Barat Yakin Produksi Padi Tercapai Meski Kekeringan
Description: Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat yakin dampak kekeringan belum berpengaruh pada target produksi padi 12,5 juta ton gabah kering giling
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1118206/jawa-barat-yakin-produksi-padi-tercapai-meski-kekeringan.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Kapolri Segera Naikkan Polda Banten dan DIY Jadi Tipe A
» Ganti Strategi, Kunci Marcus/Kevin ke Final Hong Kong Terbuka
» Prabowo Minta Doa ke Kiai Tasikmalaya, Jokowi Punya Aplikasi
» Bima Sakti: Timnas Indonesia Kalah karena Blunder
» Erick Thohir Siap Mundur Bila Jokowi jadi 'Raja'
» Klasemen Piala AFF Usai Timnas Indonesia Kalah dari Thailand
» Facebook Bantah Bayar Konsultan Berita Palsu

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds