Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Pansel KPK Tolak Keinginan Ketua DPR Soal Konsultasi ke Komisi 3 | Soal Motif Kasus Novel Baswedan, KPK: Apa TPF Sudah Tanya Pelaku? | Begini Perjalanan Kisruh Wali Kota Tangerang dan Menteri Yasonna | ASEAN School Games XI 2019 Resmi Dibuka Menpora | Gempa Halmahera, Menteri Sosial Salurkan Bantuan Rp 1,3 Miliar | Ketua MPR Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032 | Volkswagen Tiguan Allspace Kini Lebih Lapang, Cocok untuk Liburan | TGPF: Novel Baswedan Ajukan Syarat yang Tak Mungkin | Pengacara Novel Baswedan Sindir Canggihnya Hasil Kerja TGPF | Alasan DKI Bongkar Instalasi Bambu Getah Getih di Bundaran HI | Salip Bill Gates, Bernard Arnault Jadi Orang Terkaya di Dunia | Renang Telanjang di Pantai, 6 Turis di Thailand Ditahan | Masuk Bursa Menteri Jokowi, Ini Komentar Bos Gojek Nadiem Makarim | Lihat Bagaimana Agnez Mo dan BCL Tampak Tua Lewat FaceApp | Cerita Kalapas Tangerang Heran Kebijakan Aneh Wali Kota Tangerang | Ingin Pergi ke Australia, Ini 8 Fakta Soal Para Pencari Suaka | Imbauan Garuda Viral, AirAsia Malah Gelar Lomba Foto di Pesawat | Pansel KPK Tolak Keinginan Ketua DPR Soal Konsultasi ke Komisi 3 | Soal Motif Kasus Novel Baswedan, KPK: Apa TPF Sudah Tanya Pelaku? | Begini Perjalanan Kisruh Wali Kota Tangerang dan Menteri Yasonna | ASEAN School Games XI 2019 Resmi Dibuka Menpora | Gempa Halmahera, Menteri Sosial Salurkan Bantuan Rp 1,3 Miliar | Ketua MPR Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032 | Volkswagen Tiguan Allspace Kini Lebih Lapang, Cocok untuk Liburan | Didakwa Hilangkan Suara Caleg, Begini PPK Dicecar di Persidangan | Audi Q8 Seharga Hampir Rp 2,5 M hadir di GIIAS, Ini Kelebihannya | Wiranto Sebut Benny Wenda Hanya Cari Perhatian Internasional |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Kenaikan Gaji PNS di 2019, Indef: Terlalu Populis | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Sabtu, 18 Agustus 2018 07:00 WIB

Kenaikan Gaji PNS di 2019, Indef: Terlalu Populis | Berita Tempo Hari Ini

Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) melakukan halal bilhalal usai mengikuti apel gabungan hari pertama masuk kantor setelah cuti bersama Idul Fitri 1439 Hijriah di Aceh Utara, Aceh, Kamis, 21 Juni 2018. Pemerintah Aceh akan memotong tunjangan prestasi kerja (TPK) PNS yang tidak masuk kantor pada hari pertama kerja setelah libur bersama Idul Fitri. ANTARA/Rahmad

SUMUTkota.com, Jakarta - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menilai langkah pemerintah menaikkan gaji pokok pegawai sipil negara (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) terlalu populis. Menurut dia, kebijakan itu ditempuh untuk mengulangi keberhasilan pencapaian pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2018 yang menyentuh 5,27 persen secara year on year. Badan Pusat Statistik sebelumnya menyatakan kenaikan pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2018 didorong oleh cairnya tunjangan hari raya pegawai negeri sipil.

Baca juga: Menpan RB Mau Mundur, Bagaimana Rekrutmen CPNS 2018

Bhima menyatakan bila kenaikan gaji diarahkan mendorong konsumsi rumah tangga maka tidak akan bekerja optimal. Pasalnya, asumsi inflasi pada rancangan anggaran pendapatan belanja negara 2019 berada di level plus-minus 3,5 persen. "Misalnya, inflasi 2019 sebesar 4,5 persen, artinya kenaikan gaji hanya 0,5 persen. Itu tidak berefek signifikan ke ekonomi," ucapnya kepada Tempo, Jumat, 17 Agustus 2018.

Presiden Joko Widodo dalam pidato Nota Keuangan dan rancangan undang-undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2019 di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat mengatakan akan menaikkan gaji dan pensiun pokok ASN. Ia menyatakan kenaikan itu berkisar lima persen pada 2019. Langkah itu diambil sebagai bentuk kelanjutan kebijakan penggajian yang telah dilakukan pada 2018. "Peningkatan kualitas dan motivasi birokrasi terus dilakukan agar aparatur negara makin profesional, bersih, dan terjaga kesejahteraannya," kata kepala negara.

Presiden Jokowi menambahkan kenaikan gaji akan diimbangi dengan percepatan pelaksanaan reformasi di 86 kementerian dan lembaga. Menurut dia, percepatan reformasi itu agar publik mendapatkan pelayanan yang lebih baik, mudah, cepat, dan transparan. "Ini disertai penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik," ucapnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan keputusan menambah gaji pegawai negeri sipil tidak ada kaitannya dengan tahun politik. Ia membantah bila kebijakan itu demi memenangkan Presiden Jokowi di pemilihan presiden 2019. "Ya, karena sudah empat tahun tidak ada kenaikan gaji. Ini adalah (kenaikan) gaji pokok, menurut saya sih wajar saja," kata Menteri Sri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 17 Agustus 2018.

Pertimbangan lainnya ialah inflasi. Sri menilai gaji aparatur sipil negara sudah tertekan oleh perkembangan inflasi belakangan ini. Upaya ASN mengimbanginya ialah dari pendapatan tunjangan kinerja. Oleh sebab itu, kenaikan gaji diperlukan sebagai upaya penyesuaian pendapatan ASN yang selama ini sudah cukup bertahan dengan adanya inflasi.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengklaim kenaikan gaji tidak akan membebani postur APBN. Menurut Menkeu, anggaran negara memang digunakan untuk membiayai kebutuhan negara, salah satunya ialah belanja pegawai.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menambahkan pemerintah menganggarkan Rp 5 triliun untuk kenaikan gaji pokok ASN tahun depan. Sedangkan untuk gaji ke-13 dan tunjangan hari raya (THR) masih sama dengan 2018.

Askolani menyebut tambahan gaji ASN dan PNS pada 2019 masuk dalam APBN sedangkan untuk pegawai daerah dialokasikan dalam anggaran daerah. "Untuk Pemerintah daerah dari APBD sudah ada perhitungannya dalam DAU (Dana Alokasi Umum)," kata dia.

ADITYA BUDIMAN | HENDARTYO HANGGI | AHMAD FAIZ



Kenaikan Gaji PNS di 2019, Indef: Terlalu Populis | Bang Naga | on Sabtu, 18 Agustus 2018 07:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Kenaikan Gaji PNS di 2019, Indef: Terlalu Populis
Description: Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menilai langkah pemerintah menaikkan gaji pokok PNS
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1118157/kenaikan-gaji-pns-di-2019-indef-terlalu-populis.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Konflik di Mesuji, Polisi Minta Sikap Pengelola Hutan Lindung
» Anggota Orkestra Afghanistan Hilang di Slovakia
» Kantor Partai Berkarya Surabaya Dibobol Maling
» Warga di Lokasi Bentrok Mesuji Mengungsi ke Kantor Polisi
» Tak Bela Menteri Terkait Video Seks, Anwar Ibrahim Dikritik
» Anak Usaha Lippo Group Serahkan Lahan ke Pemkot Makassar
» Pekik Suporter Indonesia Bikin Raket Ganda China Penyok

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds