Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Uniglobe Pelindung Cat Mobil Harga Rp 30 Juta, ini Kelebihannya | Riau Sumbang Titik Panas Terbanyak di Sumatera | Dampak Error, Bank Mandiri Batasi Transaksi Via ATM | Amien Rais: Dalang Kasus Novel Baswedan di Lingkaran Kekuasaan | Gambar Perjamuan Terakhir di Peti Arswendo, Ini Kata Keluarga | 3 Kriteria Warga Indonesia Penerima Kartu Pra Kerja | Anies Jalankan Proyek Lidah Mertua Kurangi Polusi Udara Jakarta | Diisukan Masuk Kabinet Jokowi, Maman Serang Menteri Agama | MA Tolak Kasasi Jokowi, Amien Rais: Siapa yang Bisiki? | Sindir Garuda, Jetstar Unggah Foto Menu Baru yang Dicetak | Arswendo Atmowiloto Pernah Sebut Pria Ini Gila di Depan Moeldoko | Arswendo Atmowiloto Tak Sempat Nikmati Karya Terakhirnya, Barabas | Anti LGBT Regulation Rejected | Malaysian Minister Highlights ASEAN Role in South China Sea | Survey Claims ASEAN Still Being Benefits | Minister Welcomes Chinese Group Investment Plan | Uniglobe Pelindung Cat Mobil Harga Rp 30 Juta, ini Kelebihannya | Riau Sumbang Titik Panas Terbanyak di Sumatera | Golkar Proposes Five Names for Future Cabinet to Jokowi | Gelar Syukuran Kemenangan Jokowi, PDIP Tanggap Wayang Kulit | Camilan Favorit di 5 Kota Besar Indonesia ala GrabFood | Hasil Bola: Timnas U-19 Kalahkan Deltras Sidoarjo 1-0 |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Perayaan Hari Kemerdekaan di Pelosok yang Bikin Trinity Menangis | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Sabtu, 18 Agustus 2018 06:16 WIB

Perayaan Hari Kemerdekaan di Pelosok yang Bikin Trinity Menangis | Berita Tempo Hari Ini

32_tamu_trinity

SUMUTkota.com, Jakarta - Traveler kawakan Trinity memiliki kenangan mengesankan saat merayakan hari ulang tahun Republik Indonesia 17 Agustus di daerah terpencil, Nanga Bulik, Kalimantan Tengah. Ia menyaksikan nasionalisme yang begitu kental ketika peringatan Hari Kemerdekaan berlangsung di daerah yang sulit dijangkau tersebut.

“Saya ke Nanga Buli pada era 1990-an lalu, sewaktu kuliah kerja nyata dari kampus,” ujarnya tatkala dihubungi Tempo pada 17 Agustus 2018. Itulah kali terakhir ia mengikuti seremoni pengibaran bendera. Namun, momen tersebut yang membuatnya justru terkesan dengan perayaan hari kemerdekaan di daerah.

Trinity mengenang, masyarakat lokal saat itu masih cukup terisolasi. Untuk menuju ke sana, dari Kota Pangakalan Bun, ia kudu melewati jalur tak lazim. Medium penjangkau satu-satunya ialah menggunakan speed boat dengan waktu tempuh berkisar 6 jam. Lantas dilanjutkan dengan menunggang truk selama 2 jam. 

Kala itu, Nanga Buli belum tersentuh modernisasi, listrik, televisi, dan hiburan elektronik lainnya. Namun perayaan 17 Agustus begitu meriah layaknya di kota-kota besar. Mereka menggelar upacara sakral bak di Istana Negara. Semua warga berkumpul dengan perasaan membuncah. “Yang tidak ikut akan ketahuan,” katanya. 

Pasukan pengibar bendera hampir berformasi sama dengan tim paskibraka terlatih. Hanya atributnya saja yang berbeda. Mereka tak menggunakan sarung tangan lenkap dan slayer merah di leher. Pasukan pengibar hanya mengenakan seragam seadanya. Meski demikian, tak mengurangi kekhusyukan berupacara. 

Selepas seremoni pengibaran bendera, seluruh warga berkumpul untuk pesta. Menggelar beragam perlombaan adalah wujud dari pesta kemerdekaan itu. “Ada lomba voly, panjat pinang, dan semuanya harus ikut. Khas daerah banget,” tutur penulis buku serial The Naked Traveler itu.

Suasana kemerdekaan di sisi lain Indonesia membikin Trinity melankolis. “Akhirnya mewek juga,” katanya. Selain pernah merasakan suasana 17 Agustus di pedalaman, Trinity telah menjajal suasana yang sama di Mexico. Tempat yang ia kunjungi ini hampir nihil orang Indonesia. Maka itu ia, yang sedang melancong dengan seorang temannya, merasa menjadi orang Nusantara satu-satunya.

Untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI, pada 2013 lalu itu, Trinity pun memakai kaus bertuliskan Indonesia dan memboyong bendera selama jalan-jalan. Orang-orang lokal sempat bertanya mengapa ia menenteng-nenteng bendera. “Lalu saya jawab, saya sedang merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia,” tuturnya, mengenang.



Perayaan Hari Kemerdekaan di Pelosok yang Bikin Trinity Menangis | Bang Naga | on Sabtu, 18 Agustus 2018 06:16 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Perayaan Hari Kemerdekaan di Pelosok yang Bikin Trinity Menangis
Description: Traveler kawakan Trinity memiliki kenangan mengesankan saat merayakan hari kemerdekaan di pelosok Kalimantan dan Meskiko
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1118151/perayaan-hari-kemerdekaan-di-pelosok-yang-bikin-trinity-menangis.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Joko Anwar Kesulitan Garap Gundala: Libatkan 1.800 Figuran
» Pacquiao Sesumbar Beri Pelajaran untuk Thurman
» Banjir Rendam Rumah Warga Tiga Desa di Aceh Jaya
» Prius Terganjal Regulasi untuk 'Sikat' Outlander PHEV
» Aero di Indonesia Open 2019: Saya dan Kevin Sama Tengil
» Pemerintah Incar Devisa US$4 Miliar dari 4 Tujuan Wisata
» Warga Bandung Bersih-bersih Stadion GBLA yang Terbengkalai

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds