Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Sedapnya Mi Baso dengan Mi Lembut ala Tasikmalaya | Kelompok Gerakan Demokratik Arab Menyerang Parade Militer Iran? | Bangun BLK di Pesantren, Pemerintah Siapkan Rp 1 Triliun | Saat Menristekdikti Rasakan Kesegaran Air Sumur dengan PH Tinggi | Jadwal Bola Malam Ini: Chelsea, Arsenal, Barcelona, Juventus | Tiket Persib Vs Persija Sore Ini Ludes, Layar Lebar Disiapkan | Gilang Dirga dan Hobi Meniru Suara | Waspada, Ini Modus Penipuan Berkedok Petugas Pajak | Bhayangkara FC Vs Barito Putera 2-2: Sacramento Jadi Momok | Timnas U-16 Siap Hadapi Vietnam, Fakhri: Fisik Pemain Sudah Pulih | BKSDA Aceh dan VESSWIC Obati Gajah yang Kena Jerat | Asian Para Games 2018: Ribuan Peserta Ikuti Parade Momo | Jokowi Kenakan Pakaian Adat Bali, Prabowo Pakai Surjan Jawa | HUT Pasar Modal Ke-41, BEI Gelar Lari dan Jalan Santai | Cardiff Vs Manchester City: Mahrez Mulai Tunjukkan Harganya | Cantiknya Hari Jisun Pakai Busana Tradisional Indonesia | Timses Jokowi - Ma'ruf Targetkan 71 Persen Suara di Yogyakarta | Cardiff Vs Manchester City: Inilah Serangan Skuad Pep yang Asli | Festival Pesona Senggigi Lombok Tetap Digelar, Diawali Zikir | Khamenei dan Rouhani Kecam Serangan di Parade Militer Iran | Hati-Hati Penipuan Berkedok Petugas Pajak, Ini Imbauan dari Ditjen Pajak | Sakit, Heechul Super Junior Absen Saat Promosi Album Baru | Belajar dari Colonel Sanders KFC yang Memulai Bisnis Saat Pensiun | Kartika Putri - Habib Usman Rencanakan Punya Banyak Anak | Tol Serpong - Cinere, Ini Protes Warga Villa Asri Pondok Cabe | WhatsApp Bakal Tampilkan Foto Kiriman Teman di Notifikasi | Pertama Kali, Arab Saudi Tampilkan Presenter Perempuan | Ketua KPU Resmi Membuka Deklarasi Kampanye Damai di Monas | Anak Ditemukan Bersimbah Darah di Rumah, Ini Kronologis Versi Ibu | Anies Buka Museum Betawi Pertama di Jakarta, Apa Saja Koleksinya? | Peserta Deklarasi Kampanye Damai Pilpres 2019 Berpakaian Adat | Aksi Vandalisme Pernah Timpa KRL, KCI: Korbankan Ribuan Penumpang | Transmisi Bermasalah, Ford Ganti Rugi Konsumen Rp 10,7 Miliar | Produk Pembersih di Rumah Picu Obesitas pada Anak? Tilik Risetnya | 5 Fakta Luar Biasa dari Patung Garuda Wisnu Kencana | Greysia Polii Ungkap Perjuangan Atlet Wanita dengan Diri Sendiri | Dirjen Targetkan Penerimaan Pajak 95 Persen Hingga Akhir Tahun | Arema FC Kalah di Jayapura, Hendro Siswanto Alami Kejang | Kartika Putri - Habib Usman Minta Jangan Ungkit Masa Lalu | Pulang dari Kafe, Ibu Temukan Anak Bersimbah Darah di Rumahnya | Scooter Festival: Peugeot dan Vespa Berikan Promo Mulai Rp 1 Juta | Dana Awal Kampanye Jokowi Terbanyak Berasal dari Dua Sumber Ini | Arema FC: Sportivitas, Manu Wanggai Temui Hendro Siswanto | OJK Catat Kerugian Akibat Investasi Bodong Rp 9,7 Triliun | Rilis di Indonesia, Ini Fitur-fitur Menarik GoPro Hero7 Black | Iran: Penyerang Parade Militer Terkait dengan Mossad | Soal Jokowi Hormat, Politikus Demokrat: Mungkin Melamun | Hari Ini Tenggat Pelaporan Dana Kampanye Peserta Pemilu | Nonton Timnas U-16 di Malaysia, Menpora Berbaur di Tribun Biasa | Liga 1 Ahad Hari Ini: Prediksi Persib Bandung Vs Persija Jakarta | Ini Ancaman Polisi Terhadap Pelaku Aksi Vandalisme Kereta MRT | Sejumlah Harimau Sumatera Adang Warga, BKSDA Cek Lokasi | Cek 4 Kesalahan yang Sering Dilakukan Para YouTuber Pemula | Bulu Tangkis: Lee Chong Wei Terkena Kanker | Disebut Bikin Susah Nelayan, Susi Pudjiastuti: Nelayan yang Mana? | Final China Open 2018: Hari Ini Anthony Ginting Vs Kenta Momota | Pertamina Perluas Pembayaran Nontunai di SPBU Wilayah Padang | Jadwal Liga 1 Ahad Ini: Persib Vs Persija, PSM Vs Sriwijaya FC | MMA One Championship: Pacio Taklukkan Naito, Stefer Kalah | Hari Ini Jadwal Timnas U-19 Vs Thailand, Disiarkan Inews TV | Perkosa Biarawati, Polisi India Tangkap Uskup Franco Mulakkal | Awal Kampanye Pilpres, Waspadai Hujan dan Angin Kencang di DKI | MMA One Championship: Stefer Rahardian Gagal Bangkit di Jakarta | Tinju Dunia: Joshua Pertahankan Gelar, KO Povetkin di Ronde 7 | Manchester United Vs Wolves 1-1, Mourinho Merasa Lebih Kecewa | Ini Susunan Acara Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 | Cardiff Vs Manchester City 0-5, Guardiola: Kami Setara Musim Lalu | Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Begini Kisah Depati Amir | Klasemen Liga Italia Pekan Ke-5: Inter Milan Menang Dramatis | Cegah Vandalisme Kereta MRT, Tembok Depo Lebak Bulus Ditambah... | Tim Jokowi - Ma'ruf Luncurkan Slogan Kampanye #IndonesiaMaju | Deklarasi Kampanye Damai, Tim Prabowo Akan Pakai Baju Adat | Ada 4 Kondisi Manusia yang Tak Boleh Divaksin, Siapa Saja Mereka? | Klasemen Liga Spanyol: Real Madrid Menang, Gusur Barcelona | Klasemen Liga Inggris: Liverpool dan Man City Menang, MU Seri | Hasil Liga Inggris, Manchester United Ditahan Imbang, City Pesta Gol | Wikipedia Gembok Profil Capres - Cawapres untuk Cegah Pemalsuan | Ali Mochtar Ngabalin: Pengunduran Diri Din Syamsuddin Tak Tepat | Sandiaga Kaget, di Kota Solo Harga Semangkuk Soto Rp5 ribu | Jokowi Nomor Urut 1, Hary Tanoe: Biar Nggak Bingung Sama Gerindra | Soal Sindiran PKI Fadli Zon, Begini Tanggapan Kubu Jokowi | Vandalisme MRT di Depo Lebak Bulus, Polisi Temukan Krat Teh Botol | Polisi Buru 20 Tahanan Kabur dari Polres Kepulauan Seribu | Soal Tantangan Gatot Nurmantyo Nobar G30SPKI, Ini Kata Prabowo | Persiapan Sandiaga Menjelang Kampanye Pilpres Hari Pertama | Gatot Nurmantyo Unggah Pemuda Ngawur Sebut Nama Pahlawan Revolusi | Kata Anthony Ginting Setelah Lolos ke Final China Open 2018 | Sedapnya Mi Baso dengan Mi Lembut ala Tasikmalaya | Kelompok Gerakan Demokratik Arab Menyerang Parade Militer Iran? | Bangun BLK di Pesantren, Pemerintah Siapkan Rp 1 Triliun | Saat Menristekdikti Rasakan Kesegaran Air Sumur dengan PH Tinggi | Jadwal Bola Malam Ini: Chelsea, Arsenal, Barcelona, Juventus | Tiket Persib Vs Persija Sore Ini Ludes, Layar Lebar Disiapkan | Gilang Dirga dan Hobi Meniru Suara | Waspada, Ini Modus Penipuan Berkedok Petugas Pajak | Bhayangkara FC Vs Barito Putera 2-2: Sacramento Jadi Momok | Timnas U-16 Siap Hadapi Vietnam, Fakhri: Fisik Pemain Sudah Pulih |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Ini 5 Poin Terkait Krisis Nilai Tukar Mata Uang Turki | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 17 Agustus 2018 12:31 WIB

Ini 5 Poin Terkait Krisis Nilai Tukar Mata Uang Turki | Berita Tempo Hari Ini

Mata uang Lira Turki [REUTERS]

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Ankara – Nilai mata uang Turki lira mengalami pelemahan mendadak pada Jumat, 10 Agustus 2018. Pasalnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan lewat cuitan di Twitter bahwa produk ekspor andalan Turki yaitu baja dan aluminium mendapat kenaikan tarif impor hingga dua kali lipat menjadi masing-masing 50 persen dan 20 persen.

Baca: 
Trump -- Erdogan Tegang, Pengadilan Turki Tolak Banding Pastor AS
Terkait Lira, Qatar Janji Investasi Rp 221 Triliun kepada Erdogan

Ini otomatis menutup pasar ekspor kedua produk itu di AS, yang merupakan pasar terbesarnya. Ini sekaligus juga menghilangkan aliran pemasukan dolar bagi perusahaan asal Turki dan membuat nilai tukar lira melemah.

Menurut Al Jazeera, nilai tukar lira telah melemah sebanyak 35 persen sejak awal tahun terhadap dolar. Lira sempat menyentuh level terendah yaitu 7,24 per dolar pada awal pekan namun kemudian menguat menjadi 5,80 per dolar. Penguatan ini terjadi setelah bank sentral Turki CBRT menutup celah spekulasi mata uang dengan membatasi transaksi valas antara bank Turki dan bank asing.

Berikut ini 5 poin yang perlu diketahui mengenai krisis lira:

  1. Komitmen Investasi Qatar

Nilai tukar mata uang lira menguat menjadi 5.80 pada Kamis setelah Emir Qatar mengumumkan komitmen investasi dan deposito senilai US$ 15 miliar dollar atau sekitar Rp221 triliun (tergantung fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar). Sebelumnya, mata uang ini sempat melorot hingga 7,24 per dolar, yang memicu kepanikan di sejumlah bursa seperti AS dan Eropa. Saat ini, tingkat inflasi di Turki mencapai 15,6 persen, yang membuat harga-harga barang naik.

  1. Penyebab lira melemah

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kenaikan tarif impor ganda untuk produk baja dan aluminium dari Turki yaitu menjadi 50 persen dan 20 persen. Sebelumnya, Trump menerapkan kenaikan tarif kedua komoditas itu untuk Kanada, Meksiko, hingga Cina sebesar 25 persen dan 10 persen.

Kenaikan tarif ini setelah Trump meminta pembebasan pastor Andrew Brunson dari tahanan di Turki terkait tuduhan melakukan kegiatan mata-mata dan terorisme.

Turki membalas kenaikan ganda sejumlah produk AS seperti mobil penumpang 120 persen, alkohol 140 persen dan tembakau 120 persen.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyebut pelemahan nilai tukar lira sebagai ‘operasi terhadap Turki’ dan ‘serangan terbuka’.

Analis sependapat perselisihan dengan AS membuat nilai tukar lira melemah drastis.

Menurut Soner Cagaptay, direktur program riset Turki di Washington, AS memiliki sejumlah senjata sanksi ekonomi yang siap dikerahkan kepada Turki hingga pastor Andrew Brunson dibebaskan.

“Ini akan semakin memperkuat kebenaran narasi Erdogan bahwa Barat sedang menyerang kita,” kata dia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, kanan, dan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, kiri, di pertemuan NATO di Brussels [Paul Hanna/Reuters]

  1. Dampak pelemahan lira

Dalam jangka pendek, pelemahan lira ini akan menimbulkan inflasi, yang bakal terasa di kalangan bawah Turki. Ini bisa menaikkan harga kebutuhan pokok seperti roti. Harga ponsel populer asal AS juga bisa naik hingga 25 persen.

Kenaikan harga-harga ini bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi Turki. “Ini adalah masa-masa berat bagi Turki,” begitu dilansir Al Jazeera.

Namun, tingkat inflasi Turki saat ini yang berkisar 15,6 persen jauh lebih rendah dibandingkan inflasi 2001 sebesar 69 persen saat setahun sebelum Erdogan terpilih sebagai Perdana Menteri.

  1. Langkah pemerintah Turki

Pemerintah Turki mengambil sejumlah langkah sejak awal pekan ini untuk meredam krisis lira. Pada Senin, bank sentral Turki CBRT mengumumkan menyediakan likuiditas yang dibutuhkan pasar untuk bertransaksi. Bank sentral mencukur rasio minimum saldo cadangan bank untuk tabungan berbasis lira, valas, dan emas.

Menurut laporan Al Jazeera dari Turki, pemerintah kesulitan menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi. Erdogan juga meminta rakyat Turki menjual dolar dan euro untuk membeli lira.

Bank sentral Turki juga membatasi tranksaksi valas antara bank Turki dan asing untuk meredam aksi spekulan melemahkan nilai tukar lira. Emir Qatar juga datang untuk menjanjikan komitmen investasi US$15 miliar atau sekitar Rp221 triliun.

Erdogan juga menyatakan Turki bakal mengurangi penggunaan dolar dan menggunakan lira untuk membiayai ekspor dan impor dengan empat negara mitra dagang terbesar yaitu Cina, Rusia, Ukraina dan Iran.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. REUTERS

  1. Reaksi pasar global

Pelemahan nilai tukar lira menyeret nilai tukar rupee India menjadi 70.33 per dolar pada Kamis lalu. Ini merupakan nilai tukar terendah rupee.

“Rupee yang melemah membantu ekspor seperti tekstil dan produk teknologi informasi. Tapi membuat harga minyak menjadi naik sehingga memicu inflasi,” begitu laporan Al Jazeera dari Guwahati, India.

Mata uang Afrika Selata Rand juga terkena pelemahan.

Untuk memperkuat nilai tukar lira, analis mengusulkan Turki menaikkan suku bunga secara drastis yaitu 750 basis poin. Menurut Aly-Khan Satchu, analis dan CEO dari Rich Management, tingkat bunga harus naik kecuali lira akan melemah.

Baca:

Menlu Sebut Turki Siap Dialog dengan Amerika, Ini Syaratnya
Kena Sanksi, Erdogan Sebut Amerika Tusuk Turki di Punggung
Lawan Spekulan Lira, Bank Sentral Turki Cukur Transaksi Valas

“Kami melihat skenario lira anjlok, inflasi naik dan warga Turki bakal kesulitan membeli roti,” kata dia. Satchu mengatakan nilai tukar mata uang negara lain bisa terdampak pelemahan lira. Erdogan dan tim ekonomi dikabarkan berkeberatan menaikkan tingkat suku bunga karena bisa menghambat pertumbuhan ekonomi Turki. 



Ini 5 Poin Terkait Krisis Nilai Tukar Mata Uang Turki | Bang Naga | on Jumat, 17 Agustus 2018 12:31 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Ini 5 Poin Terkait Krisis Nilai Tukar Mata Uang Turki
Description: Nilai tukar mata uang Turki lira sempat melemah ke level 7,24 per dolar sebelum menguat menjadi 5,8 lira per dolar pada Kamis.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1118000/ini-5-poin-terkait-krisis-nilai-tukar-mata-uang-turki.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Utang Pemerintahan Jokowi Tembus Rekor Baru, Rp4.363 Triliun
» VIDEO: Baju Adat Capres-Cawapres di Deklarasi Kampanye Damai
» Jokowi dan Prabowo Ikrar Kampanye Tanpa Hoaks dan SARA
» Seluk Beluk Pengambilan Kebijakan Impor Beras
» Tommy Soeharto 'Pimpin' Keluarga Cendana di Kampanye Damai
» Rossi: Kecepatan Yamaha Tidak Juga Membaik
» Aparat Bersenjata Kawal Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019

Karir

Android APK


KESEHATAN

Selengkapnya >>

Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds