Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Bursa Transfer: Juventus Siap Barter Bernardeschi dan Jorginho | Muhammadiyah Anggap Ade Armando Serang Kehormatan Din Syamsudiin | Mahathir Sebut Pemimpin Partai Lupakan Janji Lawan Korupsi | Menyemai Benih Lokomotif Ekonomi | Stop Pemberangusan Suara Kritis | Bos RB Leipzig Tak Bisa Tahan Langkah Timo Werner ke Liverpool | Hari Ini, PSSI dan Klub Bahas Nasib Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 | Manfaat Pitera, Air Beras untuk Kulit Cegah Keriput Hingga Penuaan Dini | Tampilan Honda Freed Versi Modulo Agresif, Interior Mewah | Dukung George Floyd, 4 Pemain Bundesliga Terancam Hukuman | Cara Pelatih Persib Bandung Memaknai New Normal | 7 Jenis Pekerjaan yang Muncul Akibat Pandemi Corona | Wagub DKI: Potensi Penularan Corona Saat New Normal Lebih Tinggi | 3 Pejabat yang Minta New Normal Sekolah Ditunda karena Pandemi | Penasihat Trump Berbeda Soal Demonstrasi Rusuh George Floyd | Ketegangan di AS Meningkat, Harga Emas Diprediksi Kian Melesat | Pemprov DKI Belum Siapkan Skema New Normal di Sekolah | Din Syamsuddin Sebut 3 Syarat Pemakzulan Presiden, Apa Saja? | Iran Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19, Kenapa? | Hasil Liga Jerman: Cologne Vs Leipzig 2-4, Timo Werner Cetak Gol | Jadwal Liga Italia: FIGC Bicara Peluang Laga Dihadiri Penonton | New Normal Salat di Masjid, Ini Protokol DMI | Sutan Zico Nikmati Pemusatan Latihan Virtual Timnas U-19 | Filipina Aktif Pasca Pelonggaran Lockdown Corona, seperti Apa? | Nurhadi dan Jejak Perkara di Mahkamah Agung | Anies Baswedan Libatkan Pakar Bahas Masa Transisi New Normal | Penumpang Sepi, Wings Air Belum akan Terbang ke Aceh | Proyek Konstruksi Mangkrak, Kinerja BUMN Karya Diprediksi Melorot | Kenormalan Baru, DMI Perbolehkan Buka Masjid Kembali | Pengedar yang Suplai Ganja untuk Dwi Sasono Masih Diburu Polisi | Menpan RB Meminta ASN Beradaptasi dengan New Normal dalam Bekerja | Berinvestasi di Era New Normal, Instrumen Apa yang Cocok? | Akhir Pelarian Nurhadi dan Cerita Uang Diguyur di Kloset | New Normal, Wagub DKI Ingatkan Warga Tak Euforia Keluar Rumah | Kata BMKG, Cuaca Jakarta Cerah Sepanjang Hari Ini | Investor Mulai Optimistis, Bursa Saham Eropa Menguat | Nurhadi Tertangkap, KPK: Bukti Bahwa Kami Terus Bekerja | Dikabarkan PHK Sejumlah Pilot, Ini Penjelasan Bos Garuda | Tangkap Nurhadi dan Menantunya, KPK Gandeng Polri | Pengemudi Ojek Online Batalkan Rencana Demo di Depan Istana | KPK Tangkap Nurhadi Eks Sekretaris MA | Ade Armando Jelaskan Postingan Muhammadiyah Gulirkan Pemakzulan | Din Syamsuddin Bicara Tiga Syarat Pemakzulan Presiden | Duel Panas Toyota Fortuner Vs Mitsubishi Pajero Sport | 5 Zodiak yang Terlahir jadi Orang Kaya, Pandai Cari Uang | Denny Indrayana: Secara Politik Jokowi Sulit Dimakzulkan | Ditarik Terawan ke Kemenkes, Dekan FK UPN: Saya Tak Tahu Kenapa | Kantor Polisi di Kalimantan Selatan Diserang, Satu Personel Tewas | Polisi New York Berlutut untuk Solidaritas kepada George Floyd | TNI Tanggapi Cuitan Veronica Koman soal Pemberitaan Media | Gaya Zaskia Gotik saat Menikah secara Negara, Gamis Dusty Pink | Waspada Virus Corona Menempel pada Kacamata, Bersihkan dengan Ini | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Ini Penyebab Gelombang Tinggi Muncul di Pantai Selatan Jawa | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 26 Juli 2018 15:18 WIB

Ini Penyebab Gelombang Tinggi Muncul di Pantai Selatan Jawa | Berita Tempo Hari Ini

Gelombang tinggi menghantam perairan selatan Yogyakarta. Di Pantai Wedi Ombo, Gunungkidul, tingginya gelombang menghempas sejumlah wisatawan yang sedang berenang.

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat salah satu penyebab gelombang tinggi yang terjadi di sepanjang pantai selatan Jawa sejak, Rabu, 25 Juli 2018, adalah kecepatan angin yang meningkat. "Peningkatannya cukup drastis," kata Kepala (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya, saat dihubungi, Kamis, 26 Juli 2018.

Baca juga: Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jawa Barat Mencapai 9 Meter

Tony mengatakan, kecepatan angin di perairan selatan di Samudera Hindia yang terjadi kemarin, Rabu, 25 Juli 2018 menembus 37 kilometer per jam. "Biasanya normalnya itu sekitar 10 kilometer per jam. Karena kecepatan angin meningkatn, maka gelombang laut menjadi tinggi," kata dia.

Menurut Tony, gelombang tinggi umum terjadi di puncak musim kemarau. "Sekarang menjelang puncak musim kemarau di Juli-Agustus. Biasanya di puncak musim kemarau, angin dari benua Australia, angin timuran menguat, dominan. Karena angin yang menguat ini mengakibatkan kecepatan angin meningkat sehingga berdampak ke gelombang tinggi," kata dia.

Baca juga: Dampak Gelombang Tinggi di Sejumlah Pantai di Indonesia

Tony mengatakan, peristiwa gelombang tinggi di perairan selatan ini terjadi nyaris merata di sepanjang pantai selatan Jawa. "Bahkan seluruh pantai selatan di seluruh pulau Jawa. Semuanya terdampak," kata dia.

Kendati demikian, dampak gelombang tinggi tersebut bervariasi. "Terutama pantai-pantai yang menjadi pusat aktivitas wisata, karena di sana ada banyak bangunan semi permanen seperti warung dan kios akan terdampa. Kalau pantai yang relatif sepi, tidak ada dampak langsung gelombang tinggi," kata Tony.

Dia pun meminta pemerintah daerah masih mewaspadai dampak gelombang tinggi sepekan ke depan. "Sampai tanggal 31 Juli 2018 nanti masih tinggi," kata dia.

Baca juga: Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter Hantam Pantai Selatan Yogyakarta

Simak kabar terbaru tentang gelombang tinggi dan dari BMKG hanya di kanal Tekno Tempo.co.



Ini Penyebab Gelombang Tinggi Muncul di Pantai Selatan Jawa | Bang Naga | on Kamis, 26 Juli 2018 15:18 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Ini Penyebab Gelombang Tinggi Muncul di Pantai Selatan Jawa
Description: BMKG mencatat salah satu penyebab gelombang tinggi yang terjadi di sepanjang pantai selatan Jawa adalah kecepatan angin yang meningkat.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1110793/ini-penyebab-gelombang-tinggi-muncul-di-pantai-selatan-jawa.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» MotoGP Jepang Batal hingga Jordan Marah Soal Kematian Floyd
» IHSG Diramal Menguat Jelang Rilis Data Inflasi
» Trump Dilarikan ke Bunker hingga Antifa Masuk Daftar Teroris
» Din Sebut Komunisme Masih Diberi Ruang Gerak di Indonesia
» Temuan Vaksin Corona Beri Angin Segar pada IHSG
» Bahaya Gigitan Kutu Kucing bagi Manusia
» Live Streaming Touch Your Heart Episode 12 di Trans TV

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds