Sungai Tigris dan Masa Keemasan Peradaban Islam

Sedang Trending 6 hari yang lalu 77

IHRAM.CO.ID,  Islam mulai masuk ke daerah Mesopotamia pada seratus tahun VII M. Pasukan Muslim sukses meruntuhkan kekuatan Dinasti Sassanid yang telah sekian lama menguasai daerah subur itu. Untuk dapat benar-benar menguasai daerah yang saat ini bernama Irak itu, setidaknya tentara Islam perlu tiga kali penyerangan.

Ekspedisi militer pertama dipimpin oleh Khalid bin Walid. Namun, ketika Khalid dipindahtugaskan, pasukan Muslim tak siap menahan serangan balik pihak lawan. Serangan kedua pada sekeliling tahun 636 M dipimpin Saad ibnu Abi Waqqas. Berkat kepemimpinannya pada perang Qadisiyyah, tentara Islam akhirnya benar-benar dapat menguasai Mesopotamia.

Akan tetapi, pasukan dari Dinasti Sassanid tetap tetap berinisiatif untuk menyerang. Maka, melalui perintah langsung dari Khalifah Umar bin Khattab, dilakukanlah serangan langsung ke pusat kerajaan Dinasti Sassanid pada 642 M. Dinasti itu kemudian tunduk di bawah kekuasaan Islam pada 644 M. Wilayah yang juga disebut Persia tersebut pada akhirnya memeluk Islam. Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad itu kemudian menjadi agama yang dominan di daerah tersebut.

Pada masa kekuasaan Dinasti Abbasiah, bunda kota peradaban Islam yang semula berada di Damaskus, Suriah, dipindahkan ke Baghdad, Irak, yang letaknya pas di sebelah barat Sungai Tigris. Pada masa kekuasaan dinasti ini, birokrasi dan ketentaraan diatur dengan baik. Sehingga, kekuatan dan kekuasaannya semakin melebar. Pada era kekuasan Harun ar-Rasyid, Islam mencapai masa keemasannya.

Di era kepemimpinan Khalifah Harun ar-Rasyid, Baghdad menjadi salah satu kota terkaya di dunia. Selama sekeliling lima abad, kota tersebut membangun berbagai tempat indah. Mulai dari masjid, tempat pemandian, pasar, tiba taman. Sudah sejak lama Sungai Tigris menjadi salah satu media atau jalur perdagangan krusial di daerah Mediterania.

Dengan kapal-kapal yang dapat mengarungi sungai besar, barang-barang dagangan dapat dengan bebas diangkut di rute Baghdad, Mosul, dan Basra. Kapal dari Cina yang membawa porselin, dari nusantara dan India yang membawa rempah-rempah, dari Turkmenistan yang membawa lapis lazuli, serta dari Afrika Timur yang membawa gading dan emas.

Secara geografis, Sungai Tigris telah membagi Baghdad menjadi dua bagian, Rusafa dan Karkh. Keduanya saat ini dihubungkan dengan beberapa jembatan. Di Rusafa terdapat Jalan al-Rashid, jalan utama yang merupakan pusat perdagangan di Baghdad.

Sejajar dengan jalan itu, terdapat jalan Khalifah yang banyak terdapat masjid-masjid bersejarah. Sedangkan di Karkh, sisi barat Kota Baghdad, terdapat Jalan Damaskus yang langsung menuju ke bandara dunia Irak. Sungai Tigris telah menjadi saksi kejayaan Islam di era kekhalifahan.

sumber : Republika

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Saksikan Video Sungai Tigris dan Masa Keemasan Peradaban Islam Selengkapnya di bawah ini:
Please Subscribe our channel