Soal Dukungan Erick Thohir Jadi Ketum PSSI, Pengamat: Mampu Reformasi Sepak Bola Nasional

Sedang Trending 22 jam yang lalu 23

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, berjumpa langsung dengan Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), Gianni Infantino, Rabu (5/10/2022) waktu setempat.

Foto: Istimewa.

Erick Thohir dinilai bisa memimpin reformasi organisasi PSSI.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir didukung masyarakat menjadi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berikutnya menggantikan Mochammad Iriawan alias Iwan Bule. 

Hal itu tercermin dalam survei Polling Institute periode 10-15 November 2022 dimana nama Erick Thohir berada di urutan tertinggi dengan 17,6 persen, disusul kemudian Kaesang Pangarep 6 persen, Dede Yusuf 5,1 persen dan Mahfud MD 4,3 persen. 

Pengamat sepak bola nasional Sigit Nugroho mengakui kemampuan Erick Thohir memimpin reformasi organisasi PSSI. Pasalnya, Erick merupakan sosok yang mempunyai track record yang bagus dalam bumi sepak bola, bahkan pernah memimpin klub sepak bola kelas bumi asal Italia merupakan Inter Milan, sehingga itu modal yang bagus dalam membenagi manajemen sepak bola di Indonesia.

Selain itu, Erick Thohir juga mempunyai komunikasi bagus dengan pengurus FIFA sekarang yang memudahkan dirinya melakukan reformasi di tubuh PSSI. 

“Erick Thohir punya kapasitas sebagai calon ketua umum PSSI. Bekalnya, kemampuan manajerial saat mengelola Inter Milan, komunikasi dengan FIFA sangat baik, tak dimiliki calon lain. Status sebagai menteri jadi kelebihan ekstra,” kata Sigit dalam keterangan persnya, Jumat (25/11).

Dikatakan Sigit, PSSI sudah saatnya direformasi total oleh Erick Thohir dengan langkah melepas seluruh rezim PSSI sebelumnya, karena pengurus sebelumnya mempunyai kepentingan tersendiri yang merusak sepakbola Indonesia.

“PSSI absolut direformasi dan Erick Thohir punya kemampuan itu, tapi mini kemungkinan dapat terjadi karena rezim penguasa takkan mau melepas begitu saja, mereka penguasaan di sepak bola Indonesia dan mereka pintar, tapi merusak. Untuk itu Erick Thohir harus melepas mereka semua,” ucapnya.

Diakui Sigit, dari informasi yang didapat ada beberapa nama yang sudah mencuat gantikan Iwan Bule pimpin organisasi sepakbola Indonesia. Dan dari nama-nama itu datang dari kalangan militer, namun mereka kurang mempunyai kualitas untuk mengelola sepakbola seperti yang dimiliki Erick Thohir.

“Ada nama kuat lain dari latar belakang militer. Menurut saya sudahi itu. Kita sudah pernah punya pengalaman serupa, rupanya kemampuan soal bola terlalu minimal,” jelasnya.

Sementara Erick Thohir merupakan dari kalangan profesional dalam bumi sepak bola sehingga ada asa besar dan semangat untuk membenahi sepak bola Indonesia. 

Lebih jauh pecinta klub Manchester United ini, lewat tangan Erick Thohir kesempatan sepak bola Indonesia lebih maju sangat besar dengan berbagai pengalamannya di bumi olahraga. 

“Soal jaminan, kita punya kesempatan memperbaiki sepakbola kita, dengan pendekatan berbeda dari langkah lama di tangan Erick Thohir nanti,” ungkapnya.

Sebelumnya, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani secara terbuka menyambut bagus dukungan masyarakat agar Erick Thohir menjadi Ketua Umum PSSI. Pasalnya, ia menilai Erick sebagai kandidat yang paling kompeten.

Menurut dia, jejak Erick di bumi sepak bola yang dikenal hingga bumi dunia sudah tak diragukan. Apalagi, menteri berusia 52 tahun itu pernah menjabat Presiden Inter Milan dan mempunyai klub DC United di Amerika Serikat.

"Ini pandangan saya secara profesional. Kalau diberi kesempatan, tentu Pak Erick akan merekrut orang yang berkompeten di bidang sepak bola, bukan pasukan sirkus," ujar Hasani dikutip dari Antara.

"Selama dipegang oleh Pak Erick, bisnis dan keuangan Inter Milan jadi benar. Saat ini klub itu jadi salah satu yang terbaik di Italia," imbuhnya.

Hasani menganggap Erick juga mempunyai perhatian penuh terhadap sepak bola nasional. Salah satu buktinya, Erick sebagai bos Mahaka Sports pernah menggelar Piala Presiden pada tahun 2015.

Kehadiran Piala Presiden edisi pertama itu bermanfaat untuk mengisi kekosongan kompetisi karena PSSI disanksi oleh FIFA. Saat ini, Erick juga mempunyai saham di beberapa klub Indonesia seperti Persib Bandung dan Persis Solo. "Ketika ada Piala Presiden, nilai sepak bola naik kembali," tutur Hasani.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Saksikan Video Soal Dukungan Erick Thohir Jadi Ketum PSSI, Pengamat: Mampu Reformasi Sepak Bola Nasional Selengkapnya di bawah ini:
Please Subscribe our channel