Sejarah Black Friday, Hari Diskon Belanja Terbesar yang Bermula di Amerika Serikat

Sedang Trending 22 jam yang lalu 24
Jumat, 25 November 2022 17:16 WIB
Ilustrasi obral Black Friday. REUTERS/Jonathan Alcorn

TEMPO.CO, Jakarta - Black Friday merupakan hari perayaan yang dirayakan pada hari Jumat pada minggu ke-4 November. Pada tahun ini, Black Friday dirayakan pada 25 November, sehari setelah Thanksgiving di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat, hari ini diasosiasikan dengan belanja karena banyak diskon dan penawaran hebat. Black Friday tidak dirayakan di semua negara di dunia. namun idenya diadaptasi oleh banyak negara.

Saat ini, toko-toko penuh dengan kesibukan online dan offline untuk belanja Natal dengan harapan mendapatkan penawaran dan diskon terbaik. Toko biasanya buka sangat awal pada Black Friday, terkadang tengah malam atau Hari Thanksgiving. Tapi mengapa hari ini disebut Black Friday?

Sejarah Black Fiday

Ada banyak mitos seputar asal-usul Black Friday. Banyak yang percaya Black Friday mendapatkan namanya karena pembeli eceran mendapat diskon besar dan berhenti merugi. Kerugian tercantum dalam warna merah dan menang dalam warna hitam, orang percaya bahwa kontrak besar akan menghasilkan keuntungan besar.

Namun, menurut Britannia, versi yang lebih akurat berasal dari awal 1960-an, ketika polisi di kota Philadelphia mulai menggunakan istilah "Black Friday", untuk menggambarkan kekacauan yang terjadi ketika sejumlah besar turis pinggiran kota masuk ke kota dengan niat berbelanja keperluan Natal. Pada 1961, pemilik bisnis mencoba untuk menyebut hari itu dengan "Big Friday". Namun, itu tidak pernah berhasil. Istilah ini baru populer di seluruh Amerika pada 1985. Dan setelah tahun 2013, Black Friday diterima secara global.

Pada Black Friday, pembeli bergegas memanfaatkan penawaran Natal dan Tahun Baru. Beberapa toko bahkan mulai menawarkan diskon kepada pelanggan pada hari Thanksgiving. Pembeli online bahkan tidak perlu menunggu hingga tengah malam untuk mulai berbelanja.

Penyebaran dan Kritik Global Friday

Dengan kesuksesan Black Friday, idenya menyebar ke seluruh dunia. Meski tidak pada bulan November, banyak negara memiliki versi penjualannya sendiri. Saat ini, perusahaan skala besar seperti Amazon dapat menjual di tempat lain setelah mereka berkembang.

Namun pergeseran planetary ke gaya hidup yang lebih berorientasi pada konsumen telah mengundang kritik. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak orang memandang Black Friday sebagai simbol konsumsi berlebihan, membuat orang membeli produk yang tidak perlu, meningkatkan pemborosan produk, dan jumlah karbon yang ditambahkan, setelah barang dijual dengan harga murah.

Beberapa tahun yang lalu, para aktivis di Prancis melakukan protes Black Friday terhadap Amazon, menuduh layanan tersebut memperburuk perubahan iklim dengan pengirimannya yang cepat sambil memperkenalkan konsep penjualan Black Friday ke pasar Eropa.

Amandemen Stop Black Friday di Prancis diusulkan sekitar beberapa tahun yang lalu sebagai bagian dari undang-undang anti-sampah yang diperkenalkan oleh mantan menteri lingkungan Prancis Delphine Batho. Amandemen tersebut mengusulkan untuk memasukkan iklan "Black Friday" sebagai bagian dari "praktik komersial yang agresif" dengan hukuman maksimal dua tahun penjara dan denda 300.000 poundsterling. Video kekacauan dan kekerasan juga muncul di media sosial selama ini karena pembeli terpaksa berkelahi secara fisik untuk menjual barang spesial.

NADIA RAICHAN FITRIANUR | INDIAN EXPRESS | HINDUSTANTIMES

Baca juga: Ragam Aktivitas di Hari Tanpa Belanja, Ada yang Jadi Zombie di Sekitar Toko

Selalu update info terkini. Simak breaking quality dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






1 jam lalu

Perayaaan Thanksgiving Tak Hanya di Amerika, Negara-negara Ini Punya Tradisi Serupa

Perayaan Thanksgiving bukan hanya dilakukan di Amerika Serikat, namun di sejumlah negara lain.


11 jam lalu

Mariah Carey Pakai Gaun Tulle Merah di Parade Thanksgiving Bersama Kedua Anaknya

Mariah Carey tampil menyanyikan lagu hitsnya "All I Want For Christmas Is You" menutup Parade Hari Thanksgiving Macy di New York, Amerika Serikat


1 hari lalu

Bos PLN Pamer Belanjakan Anggaran Rp 200 Triliun untuk Industri Lokal

PLN telah membelanjakan anggaran Rp 200 triliun untuk membeli produk lokal dari full alokasi Rp 300 triliun.


2 hari lalu

Ketika Biden Membebaskan Sepasang Kalkun dari Santapan Thanksgiving

Presiden AS Joe Biden mengampuni sepasang kalkun sehingga lolos dari santapan untuk merayakan Thanksgiving.


4 hari lalu

Hari Televisi Sedunia, Bagaimana Sejarah Peringatan Setiap 21 November Itu?

Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB menetapkan 21 November sebagai Hari Televisi Sedunia


6 hari lalu

No Nut November, Tradisi Tahunan yang Aneh Bulan Ini

Istilah No Nut November telah ada sejak 2010 silam. Apa sih yang dilakukan?


7 hari lalu

3 Fakta No-Shave November, Sikap Solidaritas terhadap Pasien Kanker

No-Shave November berhubungan sikap solidaritas terhadap pasien kanker


7 hari lalu

No-Shave November, Tak Cukur Rambut sambil Berdonasi untuk Pasien Kanker

Istilah No-Shave November mengenai tidak mencukur rambut selama bulan November


13 hari lalu

Riset UI: Tamu G20 Akan Habiskan Belanja Rp 10 Triliun di Indonesia

Selain dampak langsung terhadap perputaran uang, pertemuan para kepala negara di KTT G20 ini diperkirakan bakal memberi efek ekonomi yang jauh lebih besar.


14 hari lalu

Jelang Pesta Diskon 11.11, Simak Tips Berbelanja Online yang Aman dan Hemat

Toko online berlomba-lomba memanjakan pelanggan dengan promo belanja, seperti diskon, cashback, hingga gratis ongkos kirim saat pesta diskon 11.11.


Saksikan Video Sejarah Black Friday, Hari Diskon Belanja Terbesar yang Bermula di Amerika Serikat Selengkapnya di bawah ini:
Please Subscribe our channel