Pengamat: Penyaluran BLT BBM Telah Alami Perbaikan Signifikan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 26

Petugas menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada penduduk di Sasana Krida Karang Taruna (SKKT) Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta, Kamis (22/9/2022). Pada kegiatan tersebut sebanyak 771 penduduk di Kecamatan Duren Sawit menerima faedah BLT sebesar Rp 300 ribu sebagai kompensasi dari naiknya harga BBM. Republika/Prayogi

Foto: Republika/Prayogi

Pengamat apresiasi pemerintah yang perbaiki kualitas penyaluran BLT BBM

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Kebijakan Publik, Sirojudin Abbas, Ph.D menilai pemerintah telah melakukan perbaikan yang signifikan terkait percepatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM.  

Ia memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah meningkatkan kualitas penyaluran BLT BBM yang jauh lebih bagus dibandingkan BLT Covid lalu. 

“Pemerintah berjuang keras memastikan delivery sigap dan pas waktu. Sehingga berbagai channel yang memungkinkan masyarakat dapat mendapatkan haknya itu di kerahkan oleh pemerintah. Saya kira ini ada keberpihakan pemerintah pada rakyat yang membutuhkan”, ujarnya kepada awak media. 

Abbas juga mengingatkan kembali bahwa masalah kenaikan BBM tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi merupakan masalah dunia dan merupakan situasi yang tak dapat dihindarkan. 

Ia berharap masyarakat dapat memberikan dukungan pada pemerintah yang sudah berikhtiar keras dalam mengatasi masalah saat ini. 

“Pak Jokowi sekarang menyarankan dan memerintahkan aparaturnya untuk memastikan seluruh program ini melangkah secara mudah diakses, sigap proses deliverynya, dan pas sasaran. Itu untuk memastikan layanan pemerintah betul-betul melangkah dengan baik”, pungkasnya. 

Terpisah, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Arsjad Rasjid mengungkapkan BLT sebagai upaya pemerintah untuk mencegah dampak sosial bagi golongan masyarakat rentan, serta donasi subsidi upah (BSU) bagi karyawan untuk menjaga daya beli ditengah kenaikan harga BBM. 

"Adapun pemerintah sendiri menambah alokasi bansos sebesar Rp24,17 triliun tahun ini. Itu sangat tepat,” tegasnya. 

Ia juga menambahkan, dari perspektif bumi usaha, kenaikan harga BBM niscaya akan menimbulkan kenaikan harga di beberapa sektor. Sehingga BLT akan berfungsi untuk menjaga daya beli masyarakat. 

"Produktivitas perusahaan terancam mengalami penurunan, sementara tingkat upah mendesak untuk dinaikkan. Oleh karena itu, donasi sosial berupa BLT, BPNT, PKH dan insentif pada UMKM agar dapat memperkecil dampak pada penurunan daya beli masyarakat”, ungkapnya.

Saksikan Video Pengamat: Penyaluran BLT BBM Telah Alami Perbaikan Signifikan Selengkapnya di bawah ini:
Please Subscribe our channel