Partai Demokrat Menolak Revisi UU IKN

Sedang Trending 4 hari yang lalu 26
Jumat, 25 November 2022 15:20 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat menolak rencana perubahan Undang-iundang ibu Kota Negara atau UU IKN untuk masuk dalam perubahan Program Legislasi Nasional RUU Prioritas.

“Kami memahami kompleksitas pembangunan IKN, namun kita sudah memiliki komitmen pada September 2022, yang telah menetapkan Prolegnas RUU Prioritas. Berdasarkan hal tersebut, kami menolak perubahan UU IKN untuk masuk dalam perubahan Prolegnas RUU Prioritas,” kata Anggota Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Achmad saat rapat kerja bersama Menkumham pada Rabu, 23 November 2022.

Baca juga: Otorita IKN akan Menjadi Role Model Penataan Organisasi di Indonesia

Menurut Achmad, UU IKN ini usianya belum genap setahun dan juga belum diimplementasikan secara komprehensif, namun sudah minta untuk direvisi.

“Ini menandakan pemerintah terlalu terburu-buru, tidak profesional, dan tidak matang dalam menyiapkan UU IKN ini. Sungguh suatu preseden yang sangat tidak baik. Padahal UU ini kan suatu bentuk aturan yang sangat penting dan mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Seharusnya pemerintah mempersiapkannya dengan serius dan matang, bukan terburu-buru. Bahkan, belum sempat dijalankan tuntas, sudah mengajukan revisi,” ujarnya.

Prolegnas untuk 2023 sendiri sudah disepakati pada 20 September 2022 lalu, dan sudah melalui proses semestinya di Badan musyawarah dan Badan Legislasi.

“Mengapa kemudian belum tiga bulan setelahnya ada upaya menyisipkan revisi UU IKN? Padahal, sudah cukup banyak UU yang harus diselesaikan di Prolegnas 2023. Mengapa harus memaksakan dimasukkan di 2023? Mengapa tidak di 2024 saja? Kan kesepakatan dan keputusannya sudah diketok di September lalu. Seharusnya ini kan kesepakatan bersama, bukan mau-maunya sendiri saja,” ujarnya.

Baca juga: Ajak Pengusaha Berinvestasi di IKN, Jokowi: Kesempatan Emas Tidak akan Terulang

NESA AQILA






1 jam lalu

IDEAS: Revisi UU IKN Perkuat Dugaan Tak Ada Investor yang Minat Masuk

Rencana revisi UU IKN disampaikan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam rapat pleno bersama Baleg DPR, Rabu lalu.


6 hari lalu

Studi: Pola Pikir Konspirasi Musuh Besar Vaksinasi Covid-19

Orang yang percaya Covid-19 adalah hoax memiliki kecenderungan percaya segala teori konspirasi. Mereka meyakiniya sekalipun tidak ada bukti kuatnya.


6 hari lalu

Kadernya Dukung Anies Baswedan, Ini Kata PPP

PPP tak mempermasalahkan langkah sejumlah kadernya mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan.


7 hari lalu

Nancy Pelosi Bakal Mundur dari Jabatan Ketua DPR Amerika Serikat

Nancy Pelosi, Ketua DPR Amerika Serikat, memutuskan mengundurkan diri setelah Partai Republik memenangkan suara mayoritas dalam pemilu sela.


8 hari lalu

KPK Periksa Kuasa Hukum dan Sopir Lukas Enembe

KPK terus menelusuri kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh Gubernur Papua Lukas Enembe.


9 hari lalu

Rocky Gerung Sebut Anies Baswedan Perlu Mahar untuk Samakan Preferensi Cawapres

Rocky Gerung menilai preferensi Anies Baswedan soal sosok cawapres ini berbeda dengan Demokrat dan PKS.


10 hari lalu

Siap Maju di Pilpres 2024, Ini Sederet Kontroversi Moeldoko

Kepala Staf Presiden Moeldoko menyatakan siap maju di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024. Namun, di balik sosoknya yang kini menjadi buah bibir masyarakat, dia pernah membuat sejumlah kontroversi.


11 hari lalu

Partai Demokrat Kembali Kuasai Senat AS, Kursi DPR Masih Diperebutkan

Partai Demokrat kembali memegang kendali Senat AS dalam hasil pemilu sela AS yang terbaru


12 hari lalu

Amerika Serikat Selesai Gelar Pemilu Sela: Mengenal Apa Itu Pemilu Sela AS

Rakyat Amerika Serikat atau AS kembali mendatangi bilik-bilik suara untuk Pemilu Sela AS. Pemilu digelar untuk mengisi kekosongan jabatan.


13 hari lalu

Anies Baswedan Sebut NasDem Pilih Jalur Terjal dan Menanjak

Anies Baswedan mengatakan, jalan yang dipilih oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh itu nantinya bakal berujung pada kesuksesan.


Saksikan Video Partai Demokrat Menolak Revisi UU IKN Selengkapnya di bawah ini:
Please Subscribe our channel