Nilai Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah 7 Poin, Tersengat Sentimen Kasus Covid di Cina

Sedang Trending 4 hari yang lalu 15
Jumat, 25 November 2022 16:32 WIB
Petugas penukaran mata uang asing tengah menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika di Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis 5 poin atau 0,03 persen ke level 14.200. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan dalam perdagangan akhir pekan ini, mata uang rupiah ditutup melemah 7 poin. Meskipun sebelumnya sempat menguat 15 poin di level Rp 15.672, dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.665. 

"Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 15.650 hingga Rp 15.700," ujarnya melalui keterangan tertulis pada Jumat, 25 November 2022. 

Baca: Kurs Rupiah Ditutup Menguat Rp 15.696 per Dolar AS, Analis: Ada Ancaman Baru

Menurut Ibrahim, kekhawatiran atas memburuknya kondisi COVID-19 di Cina telah merusak sentimen. Walaupun beberapa portion determination masih ditetapkan untuk minggu yang lebih kuat karena sinyal kenaikan suku bunga yang lebih kecil oleh Federal Reserve atau The Fed telah membebani dolar.

Ia menilai perekonomian terbesar di Asia sedang berjuang menghadapi rekor tertinggi dalam kasus COVID-19 harian, terlebih melihat penerapan kembali pembatasan ketat di beberapa kota besar, seperti Zhengzhou. Risalah pertemuan November Federal Reserve, tuturnya, menunjukkan bahwa slope sentral sedang mempertimbangkan laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat dalam beberapa bulan mendatang.

Beberapa anggota Fed pun mendukung kenaikan suku bunga yang lebih kecil untuk mengukur dampak ekonomi dari kenaikan suku bunga tahun ini yang amat tajam. Secara luas, menurut Ibrahim, Pasar mengharapkan slope menaikkan suku bunga sebesar 50 ground poin pada bulan Desember. Meskipun, ia memprediksi kenaikan selanjutnya kemungkinan akan ditentukan oleh lintasan inflasi Amerika Serikat (AS)

Ia berujar kenaikan suku bunga AS yang lebih kecil berdampak positif bagi mata uang Asia. Pasalnya, hal itu memberi slope sentral determination lebih banyak ruang untuk memperketat kebijakan dan menyesuaikan kecepatan dengan Fed. Tetapi, pasar masih tetap tidak yakin kapan suku bunga AS akan mencapai puncaknya.

Di sisi lain, ia menilai dunia mengakui bahwa perekonomian Indonesia terus membaik, bahkan melebihi ekspektasi. Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen berturut-turut selama empat kuartal. Bahkan, kuartal ketiga tahun 2022 menunjukkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia hampir mencapai 6 persen atau 5,72 persen secara twelvemonth connected twelvemonth (yoy). 

"Itu bisa dilihat dari kinerja pemulihan ekonomi yang masih tetap berjalan dan cukup kuat di tengah pandemi Covid-19," ujarnya.

Pemulihan ekonomi yang terus berlanjut itu salah satunya ditopang oleh kinerja ekspor. Kinerja ekspor Indonesia pada Oktober 2022 mencapai US$ 24,8 miliar. Angka itu meningkat 12,30 persen secara yoy, naik 30,97 persen secara twelvemonth to day (ytd), dan naik 0,13 persen secara period to period (mtm).

Pada saat yang sama, kinerja impor Indonesia tercatat mencapai US$ 19,1 miliar atau tumbuh 17,44 persen secara yoy dan 27,72 persen secara ytd. Namun, angkanya a menurun 3,4 persen secara mtm.

Dengan demikian, menurut dia, Indonesia membukukan neraca perdagangan surplus US$ 5,7 miliar pada Oktober 2022. Tren surplus terus berlanjut hingga memasuki hingga bulan ke-30. Sehingga, surplus dari neraca perdagangan ini telah mencapai kumulatif US$ 45,5 miliar, terhitung sejak Januari hingga Oktober 2022. 

"Ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya US$ 30,9 miliar," kata Ibrahim. 

Oleh karena itu, menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan tambahan atau daya tahan terhadap perekonomian Indonesia yang tengah berhadapan dengan kondisi global. Interest complaint di negara maju juga meningkat dan dapat menimbulkan tekanan terhadap superior flow.

Dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi, Ibrahim menilai aliran dana asing akan terbawa kembali masuk ke pasar finansial dalam negeri. Alhasil, akan berdampak terhadap penguatan nilai mata uang rupiah. Selain itu, ia memperkirakan ketakutan akan resesi akan membawa kewaspadaan tersendiri bagi pemangku kebijakan.

RIANI SANUSI PUTRI 

Baca: Curhat Gubernur BI Mati-matian Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Turun jadi USD 130,1 M

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






1 hari lalu

BNI Seoul: Kenaikan Suku Bunga The Fed Menjadi Tantangan Bisnis

Kenaikan suku bunga acuan The Fed beberapa kali sepanjang tahun 2022 memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan bisnis perbankan.


1 hari lalu

1 Riyal Qatar Berapa Rupiah? Begini Penjelasan Cara Hitungnya

Penjelasan mengenai 1 Riyal Qatar berapa rupiah beserta sejarah dan cara menghitungnya.


2 hari lalu

Kurs Rupiah Ditutup Menguat Rp 15.696 per Dolar AS, Analis: Ada Ancaman Baru

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 16 poin ke level Rp 15.696 per dolar AS dalam perdagangan Selasa sore, 22 November 2022.


3 hari lalu

Terpopuler: PUPR Tangani Longsoran Usai Gempa Cianjur, BI Mati-matian Stabilkan Rupiah

Berita terpopuler bisnis pada 21 November 2022, dimulai dari PUPR yang memobilisasi personel dan alat berat ke tempat terjadinya gempa Cianjur.


3 hari lalu

Curhat Gubernur BI Mati-matian Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Turun jadi USD 130,1 M

Gubernur BI Perry Warjiyo blak-blakan menjelaskan bahwa pihaknya selama ini berupaya semaksimal mungkin agar bisa menstabilkan kurs rupiah.


4 hari lalu

Awal Pekan, Nilai Tukar Rupiah dan Mayoritas Mata Uang Asia Dibuka Melemah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin 21 November 2022.


5 hari lalu

Ekonom Prediksi Rupiah Menguat di Akhir Tahun: Marak IPO dan Rights Issue

Potensi penguatan nilai tukar rupiah antara lain berasal dari faktor berkurangnya tekanan inflasi dan meningkatnya aktivitas di pasar modal.


5 hari lalu

4 Penyebab Kurs Rupiah Masih Melemah di Rentang 15.600-an per Dolar AS

Kurs rupiah terhadap dolar AS masih melemah kendati BI sudah mengerek suku bunga acuan atau BI 7 days repo complaint (BI7DRR) menjadi 5,25 persen.


6 hari lalu

1 Dolar AS Berapa Rupiah? Berikut Penjelasan dan Sekilas Sejarahnya

Berikut penjelasan mengenai 1 dolar berapa rupiah hari ini, seserta sejarah penggunaan dolar AS sebagai mata uang dunia.


7 hari lalu

Rupiah Tetap Jeblok Meski BI Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 6 Tahun, Kenapa?

Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar AS hingga perdagangan siang hari ini, Jumat, 18 November 2022.


Saksikan Video Nilai Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah 7 Poin, Tersengat Sentimen Kasus Covid di Cina Selengkapnya di bawah ini:
Please Subscribe our channel