Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Giant Tutup Gerai, Ekonom UI: Bukan Daya Beli Turun, tapi.. | Wiranto Sebut akan Tangkap Dalang Aksi Sengketa Pilpres Jika... | Halal Bihalal Purnawirawan TNI-Polri, Gatot Nurmantyo Lihat Wajah Kecewa | Harga Anjlok, Peternak Obral Ayam di Pinggir Jalan | Halal Bihalal Purnawirawan TNI, Gatot Nurmantyo Bahas Mati Syahid | Lowongan Terbuka, Jepang Butuh 350 Ribu Tenaga Kerja | Berencana Jadi Ormas, Ini Sepak Terjang Bravo 5 di Pilpres 2019 | Donald Trump Klaim Tidak Perlu Izin Kongres AS untuk Serang Iran | Lapindo Brantas Tagih Balik Piutang 1,9 T, Ini Respons Kemenkeu | AirAsia Blak-blakan soal 4 Rahasia Harga Tiket Pesawat Rendah | Tunggakan Pajak Kendaraan Dinas di Sultra Capai Rp 8,7 Miliar | Izin FPI Masih Dikaji Kemendagri, Ini Peta Dukungan Petisi Online | 4 Mitos Seputar Seks, Apa Hubungan Alat Vital dengan Hidung? | Jaksa KPK Panggil Lagi Lukman Hakim Saifuddin dan Khofifah | Menteri Rini dan PM Laos Jajaki Kerja Sama BUMN di Banyak Bidang | Indonesia Eyeing on Exporting Skilled Migrant Workers to Japan | SpaceX Launches Falcon Heavy Rocket with 24 Satellites | Bulu Tangkis Indonesia Open 2019, Daftar Undian Pertandingannya | Bola Voli Targetkan Emas di SEA Games 2019, Ini Perinciannya | Alasan Kenapa Pria Sebaiknya Tidur Sebelum Pukul 22.30 |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

BW Soroti Dana Kampanye Jokowi, TKN: Berhenti Berimajinasi!

Home » Berita Nasional Indonesia Hari Ini Selasa 25 Juni 2019 » Gosip Artist » BW Soroti Dana Kampanye Jokowi, TKN: Berhenti Berimajinasi!

Oleh : Admin on pada Rabu 12 Juni 2019, 19:45 WIB

BW Soroti Dana Kampanye Jokowi, TKN: Berhenti Berimajinasi! Jakarta - Tim hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjajanto (BW) meminta MK membatalkan kemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dengan menyoroti aliran dana kampanye pasangan calon nomor urut 01 itu. Tim hukum Jokowi meminta BW berhenti berimajinasi.

"Pak Bambang Widjojanto itu kami minta berhentilah melakukan imajinasi-imajinasi berwacana yang itu bukan menjadi kewenangannya MK. Apa dasarnya ketika dia mengatakan seperti itu?" kata Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi, Ade Irfan Pulungan, Rabu (12/6/2019).


Irfan menegaskan persoalan dana kampanye sudah selesai. Menurutnya, pendapat BW hanyalah upaya penggiringan opini lantaran soal dana kampanye disebut bukan kewenangan MK dalam mengadili sengketa pemilu.

"Kan persoalan dana kampanye itu sudah diputuskan oleh KPU, sudah diselesaikan KPU dan itu juga disampaikan ke Bawaslu sebagai lembaga pengawas. Toh kedua pasangan calon ini tidak ada masalah terhadap dana kampanye. Apa urgensinya? Jadi ini mencari kesalahan-kesalahan ini yang kami anggap Pak BW itu tidak memahami fungsi dan kedudukan MK dalam mengadili sengketa pilpres," ucap Irfan.

"Saya pikir mereka sedang membangun framing politik di publik yang bukan menjadi argumentasi hukum terhadap persoalan sengketa pilpres di MK. Berimajinasi, berhalusinasi, semacam begitulah," imbuh dia.


Politikus PPP itu lantas menjelaskan kewenangan MK dalam mengadili sengketa pilpres. Dia menyebut BW tengah membangun framing politik dalam gugatan sengketa pilpres kali ini.

"Mereka mem-framing dalam konteks politiknya, bukan hukumnya. Padahal kita tahu bersama MK sebagai lembaga peradilan, lembaga hukum. Kewenangannya dalam konteks sengketa pilpres hanya menyelesaikan sengketa pilpres terhadap sengketa hasil, hasil perolehan suara. Saya juga agak bingung, literatur mana dasar hukum mana, ketentuan apa yang mereka baca sehingga mereka mengatakan ini itu ini itu yang konteksnya tidak kewenangan MK," sebut Ade Irfan.

BW menyatakan dalam melaporkan penerimaan sumbangan dana kampanye Jokowi pada 25 April 2019 sebesar Rp 19,508,272. Padahal, dalam LHKPN yang dilaporkan pada 12 April 2019, kekayaan berupa kas Jokowi sebesar Rp 6 miliaran.


Pada Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye tersebut juga ditemukan sumbangan dari 3 kelompok Wanita Tangguh Pertiwi, Arisan Wanita Sari Jateng, dan Pengusaha Muda Semarang. Total sumbangan Rp 33,9 miliar. Menurut BW alamat, NPWP, dan identitas pimpinan kelompok tersebut sama.

"Di Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara/LHKPN Joko Widodo yang diumumkan KPU pada tanggal 12 April 2019, harta kekayaan berupa Kas dan Setara Kas hanya berjumlah Rp 6.109.234.704. Ada pertanyaan, apakah dalam waktu 13 hari saja, harta kekayaan Ir Joko Widodo berupa Kas dan Setara Kas bertambah hingga sebesar Rp 13.399.037.326?" kata BW dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (12/6).
(gbr/tor)
BW Soroti Dana Kampanye Jokowi, TKN: Berhenti Berimajinasi! | Bang Naga | on Rabu 12 Juni 2019, 19:45 WIB | Rating 4.5
Berita Lainnya

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Sopir Mengantuk, Mobil Angkut 9 Penumpang Terjun ke Sungai
» RUU Penyadapan Ditarget Tuntas Juli, KPK Tak Perlu Izin Sadap
» Kompany Yakin Arteta Cocok Gantikan Guardiola di Man City
» Soal Pimpinan DPR, Gerindra Sebut Tak Ada Waktu Ubah UU MD3
» Gambar Diduga Ninja 250 4 Silinder Beredar di Dunia Maya
» Fotografer Jerry Aurum Disebut Konsumsi Narkoba Sejak 2016
» Napoli Rayu James Rodriguez dengan Nomor Keramat Maradona

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds