Ilmuwan Temukan Sisa Makanan dari Hewan Tertua di Bumi

Sedang Trending 21 jam yang lalu 27

Ilmuwan meneliti hewan dari periode Ediacaran hidup sekeliling 575 juta tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology mengungkapkan bagaimana hewan besar tertua di bumi mengonsumsi dan mencerna makanan. Para peneliti meneliti hewan dari periode Ediacaran hidup sekeliling 575 juta tahun yang lampau yang dikenal sebagai Kimberella.

Ilmuwan menganalisis bahan kimia dalam usus hewan yang membatu. Hasilnya, ilmuwan menemukan hewan yang mirip siput ini mempunyai mulut dan usus. Kimberella mencerna makanan seperti yang dilakukan hewan modern.

Kimberella dan Calyptrina, makhluk mirip cacing pipih, berbagi makanan campuran ganggang hijau dan bakteri.  Sementara Dickinsonia, makhluk datar dan bergaris lain dari ribuan tahun yang lampau yang dapat tumbuh hingga 1,4 meter, tak mempunyai mulut sehingga kemungkinan mencerna dan menyerap makanan secara eksternal.

“Temuan kami menunjukkan hewan dari biota Ediacara yang hidup di bumi sebelum Letusan Kambrium. Mereka ialah sekumpulan makhluk aneh, seperti Dickinsonia dan hewan yang lebih maju seperti Kimberella yang sudah mempunyai beberapa sifat fisiologis yang mirip dengan orang dan hewan masa kini lainnya,” kata penulis utama Dr Ilya Bobrovskiy dari GFZ-Potsdam di Jerman, dilansir IFL Science, Jumat (25/11/2022).

Fosil-fosil ini mewakili hewan tertua yang fosilnya terlihat dengan mata telanjang. Mereka ialah nenek moyang dari seluruh hewan yang ada di bumi saat ini. Selain itu, para peneliti menemukan hewan-hewan ini mengandung kolesterol, karakteristik khas seluruh hewan di dunia.

Tim juga menemukan molekul lemak lain yang bukan milik hewan purba. Melekul lemak itu milik bakteri dan alga yang telah dimakan sebagai makanan terakhir oleh makhluk ini sebelum meninggal dan menjadi fosil.

“Para ilmuwan sudah mengetahui bahwa Kimberella meninggalkan bekas makan dengan mengikis alga yang menutupi dasar laut. Ini menunjukkan hewan tersebut mempunyai usus. Tetapi setelah menganalisis molekul usus Kimberella, kami dapat menentukan apa sebenarnya yang dimakannya dan bagaimana ia mencerna makanan,” kata Profesor Jochen Brocks, dari Australian National University.

Brocks mengatakan Kimberella tahu sterol mana yang bagus untuknya. Kimberella juga mempunyai usus halus yang canggih untuk menyaringnya. Dengan menggunakan bahan kimia yang diawetkan dalam fosil, ilmuwan dapat merekonstruksi isi usus hewan terlihat meskipun usus tersebut telah lama membusuk.

"Kami kemudian menggunakan teknik yang sama pada fosil yang lebih aneh seperti Dickinsonia untuk mencari tahu bagaimana dia makan dan menemukan Dickinsonia tak mempunyai usus,” tambahnya. 

Saksikan Video Ilmuwan Temukan Sisa Makanan dari Hewan Tertua di Bumi Selengkapnya di bawah ini:
Please Subscribe our channel