Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2021
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Pupuk Subsidi Langka dan Mahal, Gubernur Edy Kesal Kadisnya Tenang-tenang Saja | Berita Medan Hari Ini

Oleh : Admin on pada Jumat, 19 Nov 2021 18:59 WIB

Pupuk Subsidi Langka dan Mahal, Gubernur Edy Kesal Kadisnya Tenang-tenang Saja | Berita Medan Hari Ini

SumutKOTA-Medan. Rasa kesal ditunjukkan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, saat ditanya wartawan soal langka dan mahalnya pupuk bersubsidi di kabupaten/kota.

Ia memahami persoalan yang dihadapi petani yang sulit mendapatkan pupuk bersudsidi. Sudahlah sulit, harganya pun mahal atau jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Bicara itu capek kali aku," kata Gubernur Edy saat ditanya wartawan di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (19/11/2021) usai salat ashar.

Orang nomor satu di Sumut itu lebih kesal lagi karena orang yang diharapkannya membantu menyelesaikan persolan itu justru tenang-tenang saja. Malah bikin susah lagi.

Adalah kepala dinas yang diajak bicara untuk menuntaskan persoalan ini, seakan tidak memberikan respon yang baik. "Tapi yang diajak bicara pun tenang-tenang aja, itu yang bikin susah," pungkas Edy.

Sebagaimana diketahui, yang menangani ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di Pemprov Sumut adalah Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut.

Sebagaimana informasi yang dihimpun wartawan dari sejumlah petani di Kabupaten Samosir, Toba, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Simalungun, Karo dan Dairi, menyebutkan pupuk subsidi langka dan harganya mahal.

Oleh Anggota Komisi B DPRD Sumut, Tangkas Manimpan Lumbantobing, dalam reses I tahun sidang III 2021-2022 di Desa Sinagauruk Pandiangan, Kecamatan Nainggolan, Samosir, Rabu (10/11/2021), meminta Pemprov Sumut harus hadir memastikan ketersediaan dan harga pupuk subsidi sesuai HET.

Dan merespon keluhan masyarakat pada reses itu, politisi Partai Demokrat itu mengatakan telah ditambah 170 ton pupuk bersubsidi untuk mebambah kuota pupuk subsidi Samosir. "Ini saya usulkan langsung ke dinas pertanian karena sudah saya dengar langsung dari camat bahwa di sini payah cari pupuk subsidi," ujarnya.

Dan Jonniakim Purba, Kabid Produksi Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut, pada reses itu mengatakan telah mengalihkan sebagian jatah pupuk subsidi daerah lain ke Samosir. "Kami punya kewenangan mengalihkan jatah suatu daerah ke daerah lain kalau daerah itu lambat menyerap pupuk bersubsidi," ujarnya.

Dan sebelumya, Anggota DPRD Sumut Utara, Mangapul Purba, menyoroti soal kelangkaan pupuk bersubsidi di beberapa Kabupaten dan kota Sumut.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, saat ini petani petani Sumut menangis akibat tidak seimbangnya antara biaya bercocok tanam dengan hasil panen yang diperoleh.

Meskipun temuan tersebut ada di Kota Siantar dah Simalungun. Namun, Ia meyakini bahwa persoalan pupuk langka dan mahal juga terjadi di sebagian besar wilayah Sumut.

Sehingga, Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu menegaskan, bahwa persoalan ini menjadi persoalan bersama yang harus segera dicari solusinya oleh Pemda dan Pemerintah Pusat dengan melibatkan para wakil rakyat.

Reporter
Benny Pasaribu
Editor
Ramita Harja
 

sourch: medanbisnis
Pupuk Subsidi Langka dan Mahal, Gubernur Edy Kesal Kadisnya Tenang-tenang Saja | Bang Naga | on Jumat, 19 Nov 2021 18:59 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Pupuk Subsidi Langka dan Mahal, Gubernur Edy Kesal Kadisnya Tenang-tenang Saja
Description: SumutKOTA.COM-Medan. Rasa kesal ditunjukkan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, saat ditanya wartawan soal langka dan mahalnya pupuk bersubsidi di kabupaten/kota.
Alamat: https://sumutkota.com
Artikel Terkait
Jumat, 03 Des 2021 06:26 WIB  ✱ 6,221 Kali
Jumat, 26 Nov 2021 11:41 WIB  ✱ 4,151 Kali
Sabtu, 27 Nov 2021 12:08 WIB  ✱ 3,273 Kali

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Otomotif Travel Karir Contack Me Zodiak
© 2017 - 2021 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds