Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Kapolri Perintahkan Jajaran Jaga Netralitas Pilkada Serentak 2020 | Berita Medan Hari Ini

Oleh : Admin on pada Sabtu, 21 Nov 2020 21:03 WIB

Kapolri Perintahkan Jajaran Jaga Netralitas Pilkada Serentak 2020 | Berita Medan Hari Ini

SumutKOTA-Jakarta. Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan surat telegram rahasia (TR) kepada jajaran Polri agar tetap menjaga netralitas Pilkada Serentak 2020. Dalam telegramnya, diingatkan larangan bagi anggota Polri membantu mendeklarasikan bakal pasangan calon kepala daerah.

Telegram itu bernomor: STR/800/XI/HUK.7.1/2020 tanggal 20 November 2020. Surat ditandatangani Kepala Divisi Propam Polri Brigjen Ferdy Sambo atas perintah Kapolri.

"STR ini adalah penekanan kembali tindak lanjut perintah Kapolri kepada seluruh kapolda yang wilayahnya menyelenggarakan Pilkada Serentak 9 Desember 2020 yang sudah kian dekat. STR ini mempertegas kembali aturan baku yang tidak boleh dilakukan seluruh anggota Polri, tak pandang jabatan maupun pangkat pada konteks pilkada," kata Sambo saat dimintai konfirmasi.

Sambo menuturkan, Propam Polri akan melakukan pengawasan ketat terhadap perilaku Polri dalam pelaksanaan pilkada serentak. Sambo memastikan Propam akan bertindak tegas dan objektif bila ada anggota Polri yang melakukan pelanggaran.

"Divisi Propam memonitor dengan melakukan pengawasan yang ketat, berjenjang, terkait perilaku anggota Polri. STR ini, selain perintah, juga merupakan alat pencegahan atas politisasi baik yang dilakukan anggota Polri maupun peserta pilkada sehingga, manakala ada pelanggaran, Divisi Propam pasti objektif," jelasnya.

Dalam surat tersebut, Kapolri Jenderal Idham Azis juga melarang anggotanya menjadi pembicara dalam kegiatan deklarasi hingga kampanye partai politik. Selain itu, anggota Polri dilarang berfoto bersama pasangan calon, baik itu selfie dengan mengacungkan jempol maupun dua jari berbentuk 'V'.

Berikut poin-poin arahan yang tertuang dalam TR Kapolri terkait netralitas anggota Polri di Pilkada serentak 2020:

1. Dilarang membantu mendeklarasikan bakal pasangan calon kepala daerah.
2. Dilarang memberikan/meminta/mendistribusikan janji, hadiah, sumbangan atau bantuan dalam bentuk apa pun
3. Dilarang menggunakan/memasang/menyuruh orang lain untuk memasang atribut pemilu.
4. Dilarang menghadiri, menjadi pembicara/narasumber pada kegiatan deklarasi, rapat, kampanye dan pertemuan partai politik kecuali PAM yang berdasarkan surat perintah tugas.
5. Dilarang mempromosikan, menanggapi, dan menyebarluaskan gambar/foto bakal pasangan calon kepala daerah, baik melalui media massa, media online dan media sosial.
6. Dilarang melakukan foto bersama dengan bakal pasangan calon kepala daerah, massa dan simpatisannya.
7. Dilarang foto/selfie di medsos dengan gaya mengacungkan jempol maupun dua jari membentuk huruf V yang berpotensi dipergunakan oleh pihak tertentu untuk menuding keberpihakan/ketidaknetralan Polri.
8. Dilarang memberikan dukungan politik dan keberpihakan dalam bentuk apa pun kepada pasangan calon kepala daerah.
9. Dilarang menjadi pengurus/anggota tim sukses pasangan calon kepala daerah.
10. Dilarang menggunakan kewenangan atau membuat keputusan dan atau tindakan yang dapat menguntungkan/merugikan kepentingan politik parpol.
11. Dilarang memberikan fasilitas dinas maupun pribadi guna kepentingan politik.
12. Dilarang melakukan kampanye hitam (black campaign) dan menganjurkan untuk menjadi golput.
13. Dilarang memberikan informasi kepada siapapun terkait dengan hasil perhitungan suara.
14. Dilarang menjadi panitia umum Pemilu, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia pengawas Pemilu (Panwaslu).
15. Tingkatkan fungsi pengawasan internal serta optimalkan giat deteksi dini terhadap dugaan keterlibatan dan ketidaknetralan anggota Polri serta tindak tegas bagi anggota yang melakukan pelanggaran dalam tahapan Pilkada serentak.
16. Tingkatkan fungsi pengawasan internal serta optimalkan giat deteksi dini terhadap dugaan keterlibatan dan ketidaknetralan anggota Polri serta tindak tegas bagi anggota yang melakukan pelanggaran dalam tahapan pilkada serentak.
17. Laporkan segera kepada pimpinan secara berjenjang bila ada keterlibatan anggota dalam melakukan pelanggaran terkait Pilkada serentak, serta pimpinan mengambil langkah-langkah yang cepat, tepat dan selektif untuk menghindari terjadinya gangguan Kamtibmas yang berpotensi mengganggu jalannya pilkada serentak.(dtc)


sourch: medanbisnis
Kapolri Perintahkan Jajaran Jaga Netralitas Pilkada Serentak 2020 | Bang Naga | on Sabtu, 21 Nov 2020 21:03 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Kapolri Perintahkan Jajaran Jaga Netralitas Pilkada Serentak 2020
Description: SumutKOTA.COM-Jakarta. Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan surat telegram rahasia (TR) kepada jajaran Polri agar tetap menjaga netralitas Pilkada Serentak 2020. Dalam telegramnya, diingatkan larangan bagi anggota Polri membantu mendeklarasikan bakal pasangan calon kepala daerah.
Alamat: https://sumutkota.com
Artikel Terkait
Kamis, 19 Nov 2020 12:01 WIB  ✱ 8,785 Kali
Kamis, 19 Nov 2020 15:14 WIB  ✱ 8,135 Kali
Kamis, 19 Nov 2020 11:35 WIB  ✱ 5,852 Kali
Senin, 16 Nov 2020 17:23 WIB  ✱ 5,143 Kali
Kamis, 19 Nov 2020 12:52 WIB  ✱ 4,857 Kali
Selasa, 24 Nov 2020 14:39 WIB  ✱ 4,135 Kali
Senin, 16 Nov 2020 20:53 WIB  ✱ 3,748 Kali
Rabu, 18 Nov 2020 10:53 WIB  ✱ 3,070 Kali
Selasa, 17 Nov 2020 07:52 WIB  ✱ 3,045 Kali
Senin, 23 Nov 2020 12:27 WIB  ✱ 2,592 Kali
Sabtu, 14 Nov 2020 14:17 WIB  ✱ 2,434 Kali
Selasa, 17 Nov 2020 13:41 WIB  ✱ 2,243 Kali
Jumat, 20 Nov 2020 12:18 WIB  ✱ 2,060 Kali
Kamis, 19 Nov 2020 19:47 WIB  ✱ 2,025 Kali
Senin, 16 Nov 2020 10:41 WIB  ✱ 1,786 Kali
Senin, 23 Nov 2020 09:58 WIB  ✱ 1,602 Kali

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds