Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Ilmuwan: Hutan yang Asri adalah Solusi Atasi Kemiskinan | Berita Medan Hari Ini

Oleh : Admin on pada Sabtu, 17 Okt 2020 14:08 WIB

Ilmuwan: Hutan yang Asri adalah Solusi Atasi Kemiskinan | Berita Medan Hari Ini

SumutKOTA-Jakarta. Satu dari sepuluh orang di dunia hidup di dalam kemiskinan ekstrim. Nasib mereka kian runyam selama resesi ekonomi akibat pandemi. Namun wabah corona juga membantu mengurangi penetrasi manusia terhadap alam, demikian kesimpulan sebuah laporan yang disusun lebih dari 20 ilmuwan.

"Salah satu cara mengendurkan tekanan itu dan mengentaskan kemiskinan adalah dengan mengakui dan mengoptimalkan peran kritis hutan dan pohon sebagai sekutu utama dalam memerangi kemiskinan," tulis Alexander Buck, Direktur Eksekutif Serikat Internasional Organisasi Penelitian Hutan, di dalam laporan tersebut.

Para ilmuwan mencatat, lebih dari 1,6 miliar manusia hidup dalam jarak 5 kilometer dari hutan, termasuk 250 juta penduduk paling miskin di dunia, yang seringkali bergantung hidup dari hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan pangan, obat-obatan dan sumber energi.

Di banyak negara tropis, hutan menyumbang 20-25% terhadap pemasukan penduduk lokal, setara dengan sektor pertanian.

Hutan, menurut Johan Oldekop, Guru Besar di University of Manchester, merupakan jaminan keamanan bagi penduduk dalam mengelola risiko ekonomi dan iklim. Hasil hutan bisa memenuhi separuh kebutuhan dasar penduduk miskin.

Namun mereka yang paling miskin justru mendapatkan jatah paling sedikit dari industrialisasi hutan, lantaran ketiadaan hak tanah atau minimnya hak bersuara dalam menentukan bagaimana hutan digunakan, keluh Oldekop.

"Komunitas-komunitas ini menggantungkan hidup dari hasil hutan dan sering tidak dilibatkan dalam proses pembahasan. Hal ini dibutuhkan untuk bisa mengelola hutan secara berkelanjutan di seluruh dunia," kata dia kepada Reuters.

Dalam banyak kasus, penduduk lokal yang harus menanggung beban kerusakan lingkungan akibat aktivitas industri, atau hilangnya hak memasuki kawasan yang dilindungi.

Konsep global, solusi lokal

Daniel C. Miller, Guru Besar Ilmu Lingkungan dan Sumber daya di Universitas Illinois, AS, menulis dalam laporan itu, ilmu pengetahuan belum mampu menawarkan "satu solusi pamungkas" untuk semua negara.

Namun begitu para ilmuwan menemukan sejumlah konsep yang sudah teruji mampu mengurangi kemiskinan dengan mengandalkan hutan.

Laporan itu mengutip proyek di Burkina Faso, di mana serikat petani dan pelaku usaha biji shea melatih kaum perempuan bercocoktanam. Sementara di Madagaskar, budidaya vanila dengan konsep ramah hutan sudah menjadi sumber pemasukan utama bagi petani.

Adapun di Nepal, sebagian hutan sudah dikelola oleh komunitas lokal, meski kaum miskin dan berkasta rendah mendapat jatah paling kecil.

Jika komunitas tidak dilibatkan, kata Oldekop, "maka mereka terancam termarjinalkan dan kita menciptakan lebih banyak kerugian ketimbang keuntungan."

Salah satu sektor bisnis yang ikut terimbas dampak negatif wabah corona adalah pariwisata ekologis, yang di banyak negara menjadi sumber pemasukan utama penduduk setempat. Hal ini bisa disimak di Costa Rica atau Thailand.

Sejauh ini belum ada penelitian mengenai dampak negatif pandemi Covid-19 terhadap hutan dan kelangsungan hidup masyarakat lokal, klaim studi.

Priya Shyamsundar, ekonom senior di lembaga lingkungan, The Nature Convservancy, menilai pandemi menjadi tantangan besar bagi warga paling miskin, antara lain berupa berkurangnya akses layanan kesehatan dan hilangnya pemasukan tambahan dari keluarga yang bekerja di luar kota atau di luar negeri

"Pandemi ini adalah ancaman eksistensial bagi kelangsungan hidup mereka," kata dia.(dtc/dw)


sourch: medanbisnis
Ilmuwan: Hutan yang Asri adalah Solusi Atasi Kemiskinan | Bang Naga | on Sabtu, 17 Okt 2020 14:08 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Ilmuwan: Hutan yang Asri adalah Solusi Atasi Kemiskinan
Description: SumutKOTA.COM-Jakarta. Satu dari sepuluh orang di dunia hidup di dalam kemiskinan ekstrim. Nasib mereka kian runyam selama resesi ekonomi akibat pandemi. Namun wabah corona juga membantu mengurangi penetrasi manusia terhadap alam, demikian kesimpulan sebuah laporan yang disusun lebih dari 20 ilmuwan.
Alamat: https://sumutkota.com
Artikel Terkait
Jumat, 23 Okt 2020 15:19 WIB  ✱ 4,835 Kali
Senin, 19 Okt 2020 17:35 WIB  ✱ 4,071 Kali
Selasa, 20 Okt 2020 21:12 WIB  ✱ 3,735 Kali
Rabu, 14 Okt 2020 15:22 WIB  ✱ 3,591 Kali
Jumat, 16 Okt 2020 19:03 WIB  ✱ 2,844 Kali
Jumat, 16 Okt 2020 12:21 WIB  ✱ 2,423 Kali
Selasa, 20 Okt 2020 08:03 WIB  ✱ 2,322 Kali
Rabu, 14 Okt 2020 10:51 WIB  ✱ 2,318 Kali
Selasa, 20 Okt 2020 17:47 WIB  ✱ 2,279 Kali
Senin, 19 Okt 2020 20:02 WIB  ✱ 2,149 Kali
Jumat, 23 Okt 2020 20:26 WIB  ✱ 1,986 Kali
Minggu, 25 Okt 2020 10:57 WIB  ✱ 1,984 Kali
Kamis, 22 Okt 2020 20:30 WIB  ✱ 1,914 Kali
Senin, 19 Okt 2020 08:13 WIB  ✱ 1,862 Kali
Selasa, 13 Okt 2020 06:17 WIB  ✱ 1,762 Kali
Kamis, 15 Okt 2020 11:31 WIB  ✱ 1,727 Kali
2 jam yang lalu  ✱ 1,692 Kali

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds