Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Tempat Aman bagi Perempuan | Berita Medan Hari Ini

Oleh : Admin on pada Sabtu, 04 Jul 2020 10:51 WIB

Tempat Aman bagi Perempuan | Berita Medan Hari Ini

SAMPAI saat ini perempuan belum aman dari mata liar para lelaki. Sebuah video yang sedang viral dan hangat diperbincangkan menguatkan fakta ini. Dalam video singkat itu, terekam pegawai sebuah kafe mengintip pengunjung yang sedang bersantai lewat kamera pemantau. Bersama rekannya, mereka dengan sengaja memperbesar tampilan layar kamera pemantau di bagian payudara konsumen wanita itu, menertawakannya. Ini menunjukkan perempuan belum mendapat tempat yang aman.

Tindakan yang dilakukan oleh pegawai kafe kopi terkenal di dunia ini menunjukkan bahwa pelecehan terhadap perempuan masih masif terjadi. Perempuan sering dijadikan objek pemuasan nafsu baik secara terbuka maupun diam- diam. Mulai dijadikan tontonan hingga diperkosa. Pelecehan ini tidak hanya terjadi di ruang tersembunyi tetapi juga di ruang publik seperti dalam video yang beredar. Kamera pemantau pun digunakan sebagai cara melakukan perbuatan jahat ini.

Bagi para pelaku, perbuatan ini mungkin sekadar iseng atau mencari sensasi belaka, tetapi tidak bagi korban. Perbuatan ini bisa membuat para perempuan merasa tidak aman dan nyaman, bahkan tak jarang menimbulkan trauma. Hal ini dialami oleh Hannah Al-Rasyid, perempuan yang sering tampil dalam sejumlah film di Indonesia. Perempuan yang getol menyuarakan perlawanan terhadap tindakan ini ternyata pernah menjadi korban pelecehan di ruang publik.

Dalam wawancaranya dengan BBC News, Hanna mengaku pernah mengalami beberapa kali pelecehan seksual di ruang publik, mulai di alun- alun, institusi pendidikan, tempat kerja hingga transportasi umum. Namun yang paling membekas padanya adalah apa yang dialaminya di jalan ketika hendak pulang ke rumah. Dua orang lelaki naik motor tiba- tiba meraba tubuhnya dan langsung pergi. Hal ini membuat Hanna syok. Pelaku bahkan memutar balik kepalanya dan tersenyum sinis kepadanya. Dalam pengakuaannya, Hanna mengatakan bahwa pengalaman itu membekas dalam benaknya dan menimbulkan trauma hingga kini.

Masih Banyak Kasus

Apa yang dialami oleh pengunjung di kafe yang diunggah dalam video yang sedang viral dan juga Hanna Al-Rasyid hanya secuil dari kasus pelecehan yang dialami oleh para perempuan di Indonesia. Data menunjukkan bahwa dalam setiap tahun, kasus pelecehan seksual terus bertambah. Berdasarkan data Komnas Perempuan, dalam kurun waktu 12 tahun kekerasan seksual terhadap perempuan meningkat 792% atau hampir 8 kali lipat. Dalam kurun waktu 12 tahun tersebut, tercatat sebanyak 431.471 kasus kekerasan seksual yang terjadi terhadap perempuan hingga akhir tahun 2019 lalu.

Tindakan pelecehan bagi perempuan di Indonesia memang masih sulit diredakan. Kita lihat misalnya tindakan penyebarluasan video yang ramai diperbincangkan itu. Video itu ternyata dengan sengaja disebarluaskan pelaku di akun medsosnya. Tindakan ini menunjukkan bahwa bagi pelaku, tindakan itu adalah sesuatu yang biasa. Namun tidak hanya bagi pelaku,sebagian masyarakat juga masih merasa tindakan itu sepele. Hal ini ditunjukkan dengan komentar para warganet di dalam video tersebut yang berpendapat bahwa pelecehan seksual tidaklah sepenuhnya salah pelaku. Mereka menilai bahwa gaya berpakaian para perempuanlah yang memicu terjadinya pelecehan tersebut.

Apa yang disampaikan oleh sebagian warganet ini memang menjadi pendapat sebagian orang pada umumnya. Ini bukan pandangan baru. Sering jadi perbincangan di masyarakat bahwa gaya berbusana perempuan yang ketat dan terbukalah pemicu pelecehan. Perempuanlah yang sering memancing dan memberi umpan. Demikianlah pendapat sering dijadikan guyonan. Menurut saya pandangan ini tidak bisa dibenarkan tetapi harus dijadikan pembelajaran.

Pandangan ini tidak bisa dibenarkan karena menurut data tindakan pelecehan terhadap perempuan nyatanya tidak hanya dialami oleh mereka yang memiliki gaya busana yang ketat dan terbuka. Dalam temuan survey, mayoritas korban pelecehan seksual di ruang publik ternyata tidak mengenakan baju terbuka, melainkan memakai celana atau rok panjang (18%,) hijab (17%) dan baju lengan panjang (16% ) dan seragam sekolah (14 %), dan baju longgar (14 %). Survey yang dilakukan koalisi yang terdiri dari Hollaback Jakarta, Perempuan Lentera Sintas Indonesia, Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta (JFDG), dan Change.org Indonesia ini menunjukkan bahwa tidak semua kasus pelecehan disebabkan oleh gaya berbusana perempuan yang tidak sopan.

Maka menurut saya pendapat ini harusnya dijadikan pembelajaran baik bagi para laki- laki maupun perempuan dan tidak perlu diperdebatkan. Menentukan batasan kesopanan pakaian yang dikenakan oleh para perempuan akan sangat sulit. Bagi sebagian perempuan saja ada yang merasa gaya berpakaian tertentu masih dalam batas kesopananan tetapi tidak bagi sebagian perempuan lainnya. Ada sebagian perempuan yang nyaman dengan pakaian terbuka dan mengangapnya sebagai gaya berbusana saja tetapi bagi yang lainnya merupakan tindakan mempertontonkan aurat. Maka pendapat setiap orang akan sangat beragam dan subjektif. Maka menurut saya yang bisa dilakukan adalah mengendalikan diri masing- masing, baik para para laki- laki yang berpotensi jadi pelaku maupun perempuan yang berpotensi jadi korban.

Justru yang perlu jadi perhatian adalah tindakan yang menjadikan tubuh perempuan sebagai tontonan secara sengaja. Sebut saja, iklan dan promosi berbagai produk mengandalkan tubuh perempuan sebagai cara menarik perhatian. Bahkan tidak sedikit produk yang ditawarkan tidak ada hubungan dengan perempuan. Kita harus akui fenomena ini bisa membentuk stigma yang buruk terhadap perempuan. Bagi saya ini pun adalah tindakan pelecehan terhadap perempuan.

Menghargai Perempuan

Kita semua bertanggung jawab memberi rasa aman bagi perempuan. Tugas ini harus menjadi pekerjaan bersama baik pemerintah maupun masyarakat. Melihat situasi ini, pemerintah perlu meninjau ulang keputusan mencabut RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2020. Bagaimanapun undang- undang yang jelas akan memudahkan proses penindakan setiap kasus penyelewengan yang masih masif di masyarakat. Di tengah kesadaran masyarakat yang masih kurang, aturan ini setidaknya memberi payung yang jelas bagi penyelesaian masalah ini. Kesulitan membuat RUU seperti alasan yang disebut oleh DPR ini tidaklah sesulit perjuangan para perempuan melawan tindakan pelecehan yang masih jamak.

Peran masyarakat tak kalah penting. Masing- masing kita harus sadar bahwa perempuan bukanlah objek pemandangan atau tontonan. Perempuan adalah padanan laki- laki yang diciptakan Tuhan. Keindahannya tidak dinikmati lewat mata liar dan tindakan penuh nafsu apalagi dengan pemaksaan. Mereka tak boleh terus-menerus menjadi korban. Kesadaran ini perlu dimulai dari level pikiran dan diwujudkan dalam perilaku dan tindakan. Ini perlu diserukan di keluarga, masyarakat, sekolahan, hingga postingan Menjadikan perempuan sebagai objek pemuasan nafsu atau tontonan adalah kejahatan. Itu artinya kita merampas keamanan mereka. Itu juga berarti kita merusak apa yang dirancang Tuhan. Ini tak boleh dibiarkan.

===

Penulis adalah alumni FP USU, bergiat di Perhimpunan Suka Menulis (Perkamen) dan meminati isu-isu kontemporer.

===

medanbisnisdaily.com menerima tulisan (opini/artikel) terkait isu-isu aktual masalah ekonomi, politik, hukum, budaya dan lainnya. Tulisan hendaknya ORISINAL, belum pernah dimuat dan TIDAK DIKIRIM ke media lain, disertai dengan lampiran identitas (KTP/SIM), foto (minimal 700 px dalam format JPEG), data diri singkat (dicantumkan di akhir tulisan), nama akun FB dan No HP/WA. Panjang tulisan 4.500-5.500 karakter. Tulisan sebaiknya tidak dikirim dalam bentuk lampiran email, namun langsung dimuat di badan email. Redaksi berhak mengubah judul dan sebagian isi tanpa mengubah makna. Isi artikel sepenuhnya tanggung jawab penulis. Kirimkan tulisan Anda ke: [email protected]

Editor
Sasli Pranoto Simarmata
 

sourch: medanbisnis
Tempat Aman bagi Perempuan | Bang Naga | on Sabtu, 04 Jul 2020 10:51 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Tempat Aman bagi Perempuan
Description: SAMPAI saat ini perempuan belum aman dari mata liar para lelaki. Sebuah video yang sedang viral dan hangat diperbincangkan menguatkan fakta ini. Dalam video singkat itu, terekam pegawai sebuah kafe mengintip pengunjung yang sedang bersantai lewat kamera pemantau. Bersama rekannya, mereka dengan sengaja memperbesar tampilan layar kamera pemantau di bagian payudara konsumen wanita itu, menertawakannya. Ini menunjukkan perempuan belum mendapat tempat yang aman.
Alamat: https://sumutkota.com/harian/news/online/read/2020/07/04/112060/tempat_aman_bagi_perempuan.html
Artikel Terkait
Sabtu, 01 Agt 2020 15:20 WIB  ✱ 17,004 Kali
Rabu, 22 Jul 2020 19:45 WIB  ✱ 10,412 Kali
Rabu, 22 Jul 2020 17:04 WIB  ✱ 7,500 Kali
Minggu, 26 Jul 2020 19:57 WIB  ✱ 5,256 Kali
Sabtu, 01 Agt 2020 16:41 WIB  ✱ 5,033 Kali
Jumat, 24 Jul 2020 13:35 WIB  ✱ 4,169 Kali
Rabu, 22 Jul 2020 18:24 WIB  ✱ 3,688 Kali
Sabtu, 01 Agt 2020 17:48 WIB  ✱ 3,120 Kali
Minggu, 26 Jul 2020 23:08 WIB  ✱ 2,927 Kali
Kamis, 30 Jul 2020 09:16 WIB  ✱ 2,695 Kali
Jumat, 24 Jul 2020 21:27 WIB  ✱ 2,528 Kali
Senin, 27 Jul 2020 13:36 WIB  ✱ 2,499 Kali
Kamis, 30 Jul 2020 07:53 WIB  ✱ 2,366 Kali
Sabtu, 01 Agt 2020 13:21 WIB  ✱ 2,340 Kali
Jumat, 24 Jul 2020 15:59 WIB  ✱ 2,067 Kali
Rabu, 29 Jul 2020 19:08 WIB  ✱ 1,846 Kali
Jumat, 31 Jul 2020 13:37 WIB  ✱ 1,730 Kali
Rabu, 29 Jul 2020 19:44 WIB  ✱ 1,663 Kali

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds