Haedar: Umat Islam Kehilangan Ulama Besar Berpikiran Moderat dan Maju

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 31

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Umat Islam sedunia kehilangan ulama besar yang berpikiran moderat dan maju, merupakan Sjeikh Yusuf Qaradhawi. Ulama yang tinggal di Doha Qatar itu dalam beberapa tahun terakhir mempengaruhi pemikiran wasathiyah Islam.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengungkapkan, Qaradhawi saat mengunjungi Muhammadiyah di Jakarta tiga dasawarsa lampau dengan tegas menyatakan bahwa hisab itu qothiy (pasti), sementara rukyat itu dhanny (banyak kemungkinan) sangat mencerdaskan dan mencerahkan umat.

"Transformasi pemikirannya yang semula lebih puritan menjadi maju menunjukkan perkembangan pemikiran Islam yang selalu bergerak dan tak statis," kata Haedar, Selasa (27/9/2022).

Ia berpendapat, umat Islam ketika berhadapan hukum habitat yang pasti, lebih-lebih menyangkut hari, tanggal atau bulan, tahun meniscayakan ilmu yang pasti. Serta, kepastian agar segala transaksi dan regulasi hidup sehari-hari miliki kepastian. Kecuali, untuk hal-hal abstrak, sosial dan ranah hidup yang metafisika.

Jika mau merebut masa depan, lebih-lebih pengetahuan habitat semesta, maka perlu ilmu pengetahuan yang niscaya dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara lebih objektif.

Selain itu, Syekh Yusuf Qaradhawi melalui karya-karyanya yang terbaru banyak pula mempromosikan pandangan keislaman yang wasathiyyah. Umat Islam pun diajak agar maju dan tengahan dalam beragama, serta tak menjadi fanatik dan ekstrem.

Termasuk, lanjut Haedar, dalam ideologi dan politik. Syekh Yusuf Qaradhawi mempunyai pandangan yang tengahan dengan dasar argumentasi nash yang kuat. Ia menekankan, karyanya tentang jihad yang sangat tebal turut memahamkan tentang jihad multiaspek.

"Yang memerlukan pemahaman dan konteks yang luas," ujar Haedar.

Bersama dengan itu, Haedar menambahkan, Syekh Yusuf juga mengajak umat Islam untuk hadir dan bisa menjawab tantangan era yang kompleks saat ini. Beliau ulama klasik yang bisa membaca dan berwawsan maju di tengah kehidupan modern.

Namun, kata Haedar, tetap dengan pandangan yang inklusif dan kosmopolitan.  Menurut Haedar, ulama-ulama dan kader-kader Islam muda di manapun saat ini krusial belajar dan mengikuti jejak hidup dan pemikiran ulama besar ini.

"Bila ulama sepuh berpikir keislaman yang maju dan tengahan, maka terasa jumud manakala ulama-ulama muda Islam saat ini tetap ada yang berpikiran konservatif dan eksklusif," kata Haedar.

Saksikan Video Haedar: Umat Islam Kehilangan Ulama Besar Berpikiran Moderat dan Maju Selengkapnya di bawah ini:
Please Subscribe our channel