Trenggiling Diburu Hingga Nyaris Punah Gara-Gara Mitos Bisa Tambah Vitalitas dan Jadi Bahan Sabu

Sedang Trending 3 hari yang lalu 14

Legenda Saturday, 24 Sep 2022, 02:20 WIB

 Republika.Trenggiling. Sisik trenggiling menjadi senjata makan tuan karena dipercaya mempunyai banyak khasiat, seperti menambah vitalitas hingga menjadi bahan pembuat sabu-sabu. Foto: Republika.

KURUSETRA -- Salam Sedulur... Di balik kerasnya sisik yang membalut untuk tubuhnya, rupanya menjadi petaka bagi Trenggiling. Satwa liar yang dilindungi ini menjadi salah satu hewan yang laku keras dalam perdagangan ilegal karena berbagai mitos, salah satunya dipercaya sebagai penambah vitalitas pria.

Mamalia bersisik ini tak hanya banyak diburu di Indonesia, tetapi juga beberapa negara di Asia. Bahkan, sisik trenggiling disebut sebagai bahan pembuat narkotika jenis sabu-sabu.

BACA JUGA: Y2Mate: Gratis Download Video YouTube Ubah Jadi MP3, Cepat, Mudan tanpa Aplikasi

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Selama 1999-2017, satu juta ekor trenggiling diburu dan diselundupkan ke seluruh dunia. Di Indonesia sendiri dikabarkan menjadi pemasok trenggiling terbesar dengan 193 ribu ekor yang sudah diselundupkan. Sebagian besar penyitaan yang terjadi di Indonesia (83%) menunjukkan bahwa Sumatera menjadi letak sumber perburuan trenggiling.

Sisik Pelindung Trenggiling merupakan famili Pholidota. Di Asia terdiri dari 4 spesies adalah Chinese Pangolin, Indian Pangolin, Philippine Pangolin, dan Sunda Pangolin (Manis Javanica). Sunda Pangolin ialah jenis yang paling banyak tersebar di Asia Tenggara.

BACA JUGA: Soekarno Boikot Israel, Kok Bisa Pejabat Senior Indonesia Dikabarkan Bertemu Presiden Isaac Herzog

Sisik yang bermanfaat sebagai instrumen berlindung dari mangsa malah menjadi senjata makan tuan. Sisik itu menjadi sasaran para pemburu, sehingga membikin trenggiling masuk dalam stasus hewan kritis.

Sebenarnya trenggiling masuk ke dalam satwa yang dilindungi sesuai Peraturan Menteri LHK Nomor 106 tahun 2018 dan sesuai Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Bagi yang memburu dan membunuh trenggiling akan diberikan hukuman hukuman berupa pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

BACA JUGA: Jagal Kambing Keturunan Hadramaut di Pekojan

Namun, tetap saja ancaman hukuman tersebut tak menghilangkan tingginya perburuan liar. Apalagi hukuman yang didapatkan para pemburu liar tak membikin dampak jera karena hanya dihukum beberapa bulan penjara saja.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini

Image

Seperti Cinta, Kisah Sejarah Juga Perlu Diceritakan