Tiga Kecamatan Terdampak Bencana Garut

Sedang Trending 2 hari yang lalu 14

Tim SAR gabungan membantu pelajar menaiki perahu karet untuk menyebrangi Sungai Cimanuk, Garut, Jawa Barat, Selasa (19/7/2022). Warga di kawasan tersebut terpaksa menggunakan perahu karet yang disediakan oleh Tim SAR gabungan Polri, TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut untuk akses penyebrangan khususnya menuju sekolah akibat rusaknya jembatan penghubung antar kecamatan dampak dari banjir bandang Sungai Cimanuk beberapa waktu lalu.

Foto: ANTARA/Novrian Arbi

Tiga kecamatan yang terdampak musibah bencana Garut cukup parah

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Hujan dengan intensitas tinggi pada Kamis (22/9/2022) menyebabkan terjadinya musibah habitat di sejumlah daerah Kabupaten Garut. Tiga kecamatan yang terdampak cukup parah ialah Pameungpeuk, Singajaya, dan Cisompet.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengatakan, berdasarkan laporan sementara, terdapat tiga kecamatan yang terdampak musibah cukup parah, adalah Pameungpeuk, Singajaya, dan Cisompet. Namun, daerah yang paling parah terdampak ialah Kecamatan Pameungpeuk.

"Di sana banyak rumah terdampak luapan banjir Sungai Cipalebuh dan Sungai Cikaso. Namun, rumah rusak berat hanya tiga," kata dia saat dikonfirmasi, Jumat (23/9/2022).

Sementara di Kecamatan Singajaya, Jalan Girimukti-Cihurip dilaporkan terbawa longsor. Akibatnya, akses jalan itu tak dapat dilalui untuk sementara waktu, lantaran seluruh badan jalan terbawa longsor.

Menurut Nurdin, jalan yang ambles itu merupakan penghubung antara daerah Singajaya dan Cihurip. Namun, akses penduduk di dua daerah itu tak terisolasi lantaran masib terdapat akses alternatif lainnya.

"Masih ada alternatif, tapi jauh," kata dia.

Terakhir, Nurdin menyebutkan, musibah tanah longsor juga terjadi di Desa Sukamukti, Kecamatan Cisompet. Akibatnya, seorang penduduk dilaporkan meninggal bumi akibat rumahnya tertimbun tanag longsor.

"Pak Wabup bersama Kalak BPBD sudah ke sana untuk takziah," kata dia.

Nurdin mengatakan, saat ini pihaknya tetap melakukan pendataan terkait dampak kejadian musibah di Kabupaten Garut. Setelah seluruh data terkumpul, baru pihaknya akan menetapkan status penanganan yang diperlukan.

"Kami hari ini akan tentukan status akan ditetapkan menjadi tanggap darurat atau tidak. Namun kami tetap menunggu laporan dari dinas teknis. Kalau banyak yang terdampak parah, kami akan tetapkan status tanggap darurat bencana," kata dia.