SOSOK Musa Arjianshah, Putra Ijeck yang Ikut Bersaing di Kejurnas Rally Danau Toba Series 2

Sedang Trending 1 hari yang lalu 34

TRIBUN-MEDAN.com,SIMALUNGUN- Musa Arjianshah yang merupakan putra Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah atau Ijeck.

Ia turut berpartisipasi dalam gelaran Kejurnas Rally Danau Toba series 2 yang dirangkai dengan Asia Pasific Rally Champinship Danau Toba 2022, yang berlangsung di Sektor Aek Nauli PT TPL. 

Pada kompetisi yang digelar sejak, Jum'at (23/9/2022) hingga Minggu (25/9/2022) ini, Arji mengaku sudah siap.

"Kalau persiapan kali ini, Insya Allah lebih bagus dari kemarin (saat kejurnas). Ternyata kemarin ada missed juga. Kaya gear box belum dibongkar. Tapi hari ini Insya Allah, bisalah," ujarnya saat ditemui awak media, di Sopo Tamaro, Parapat, Jum'at (23/9/2022) sore. 

Sambungnya, persiapan yang ia lakukan juga sudah matang. Di antaranya Arji dan tim sudah melakukan beberapa kali survey rute, menyiapkan mobil, dan fisik yang prima. 

Disinggung mengenai target, Arji tak menampik kalau ia mematok juara, bagus di kelas maupun kampiun di grup yang diikuti. Meski nantinya bakal bersaing dengan para seniornya dan pereli internasional. 

"Juara satu lah, bagus di kelas, di grup, semuanyalah. Ya kita maksimalkan saja kemampuan kita. Kalau saya sih selama persiapan itu matang, gugup itu gak bakal datang. Insya Allah saya siap dan gak gugup," ucapnya. 

Baca juga: Pereli Indonesia Sean Gelael Menjadi yang Tercepat di Shakedown APRC 2022 Danau Toba

Musa Arjianshah anak dari Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, bersiap-siap akan balap reli, di Hutan Sawit, Rambong Sialang, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (28/7/2019). Musa Arjianshah anak dari Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, bersiap-siap akan balap reli, di Hutan Sawit, Rambong Sialang, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (28/7/2019). (Tribun Medan / Satia)

Disinggung mengenai pesan yang mau ia sampaikan kepada pereli muda, Arji menyebutkan memang tak seluruh menyukai olahraga yang sedang digelutinya itu.

Namun, ia mengajak kepada kawula muda yang mempunyai kegemaran balap, untuk sama-sama menyalurkannya ke kompetisi resmi. 

"Kalau reli ini kan memang gak seluruh suka. Tapi pesan saya, dari pada ngebut-ngebut di jalanan ya lebih bagus ngebut di lintasan lah," katanya.

Diketahui, dalam gelaran ini Musa Arjianshah bakal menunggangi Ford Fiesta R2. Ia akan bersaing dengan pereli-pereli senior dan internasional.

Di antaranya Sean Galael, Ryan Nirwan, Rifat Sungkar, Musa Rajekshah, dan Karamjit Singh. 

Baca juga: Ijeck Sebut Mobil Baru Semangat Baru, Siap Hempaskan Lawannya di APRC 2022 Danau Toba

Musa Arjianshah pereli muda asal Sumatera Utara, ditemui usai balapan Musa Arjianshah pereli muda asal Sumatera Utara, ditemui usai balapan (TRIBUN MEDAN/SATIA)

Musa Arjianshah merupakan pereli muda asal Sumatera Utara, yang juga putra Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajeckshah.

Ia mengaku sudah terbiasa dengan tantangan di bumi reli. Bahkan dirinya mengaku sangat menikmati tantangan yang ada.

Arji sapaan akrabnya mengatakan, ikut olahraga ekstrim ini mau mengikuti jejak sang ayah. Ia mengatakan, dari waktu mini sudah ikut dengan Dadak (Musa Rajekshah) nonton balapan reli.

Bukan hanya sekedar menonton, ia juga sering ikut dengan Dadak saat latihan. Karena sering ikut dengan ayahnya, Arji mengaku tertarik dengan bumi balapan.

"Waktu mini dulu sering nonton reli, dan sering ikut sama dadak. Dan duduk di sebelah waktu ikut latihan, jadi saya suka dengan reli ini," ujarnya, Minggu (28/7/2019).

Bahkan, ia sangat menyenangi olahraga ekstrim ini. Katanya, reli ini olahraga yang sangat memacu adrenalin.

Selain reli, ia juga mengikuti kegiatan balap lainnya, seperti Speed Offroad. Pertama kali dirinya terjun ke bumi balapan pada tahun 2012 lalu.

Pada saat itu, kata dia usianya tetap 13 tahun, tetapi sudah menjadi navigator muda. "Pertama kalau 2012 di umur saya 13 tahun tetap menjadi navigator," ungkapnya.

Selama dua tahun, dirinya mengaku konsentrasi menjadi navigator. Arji mengatakan, selama menjadi navigator, ia mengaku sekalian belajar untuk mengetahui mengenai bagaimana mengendarai mobil reli.

Selain itu, ia juga belajar tentang langkah pemakaian mobil serta aksesorisnya. Setelah dua tahun menjadi navigator, ia memberikan diri untuk mencoba mengendari mobil reli.

"Selama dua tahun saya menjadi navigator, setelah itu baru saya jadi driver. Kenapa dimulai dari navigator agar belajar dulu langkah nyetir atau segala macam tentang mobil. Barus setelah dua tahun merasa dapat saya beranikan diri untuk tes," jelasnya.

Anak dari Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah ini, juga pernah menyabet juara 1 Group G1 seri 5 Kejurnas Speed Offroad di sirkuit Paramount, Gading Serpong, Tangerang,

Tak hanya menyabet total 3 piala dari juara 1 Group G1, juara 1 Group G1.2 dan juara 3 nasional Group G1, juga lolos ke fase Champ of the Champ 20 besar tercepat atau yang sering disebut Free For All atau Overall.

Arji juga pernah menerima penghargaan IMI Award 2015, berkat kepiawaiannya mengendarai mobil. "Tahun 2016 mendapatkan juara nasional, di pada kelas GR sekarang berganti kelas menjadi F. Terus there national kekuatan tiga negara saya mendapatkan juara tiga," jelasnya.

Pria sudah menyabet gelar berulangkali ini mengatakan, pada even kejuaran Asia Pacific Rally Championship (APRC) 2019 mencoba untuk naik kelas reli. Ia mengatakan, kali ini mencoba mobil dengan bertenaga 2000 turbo.

"Pada saat itu saya mengendari mobil dengan CC 1600 dan tarikan depan. Kalau sekarang baru pertama kami membawa mobil ini, kelas M kalau dulu kelas F namanya. Kalau ini 2000 turbo," ucapnya.

Kabar kurang menyenangkan datang dari pereli muda Musa Arjianshah pada ajang Asia Pacific APRC lantaran mengalami pecah ban.

"Kebetulan tadi ada masalah sedikit pecah ban, saya paksain aja jalan lanjut untuk balik mengganti ban," katanya.

Anak dari Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah ini, mengikuti kejuaraan nasional yang ikuti oleh 62 pereli terbaik di lokal hingga mancanegara.

Mengaku mengikuti jejak sang ayah yang kebetulan juga pereli, Arji panggilan akrabnya mengalami pecah ban saat melintasi spesial stage (SS) empat.

Namun, untuk SS selanjutnya, ia mengaku tak ada masalah. "Cuman tadi di SS 4 itu aja masalahnya. Kalau untuk selanjutnya tak ada hambatan yang terjadi," jelasnya.

Arji mengatakan, untuk spot lintasi di kawasan perkebunan sawit ini sangat menantang, lantaran track yang dilewati kering dan berpasir.

Bahkan, dirinya mengaku sudah berulangkali memacu kendaraan di tempat tersebut.  "Hari ini ok ya. Dari dulu track ini tetap di pakai," ujarnya.

Kemudian, dirinya mengatakan tak menemukan masalah pada mesin. Tidak pada sang ayah, Musa Rajekshah mengalami patah pada Gearbox (gigi) 1 dan 2. Hingga memaksakan melaju dengan menggunakan gigi 3 tiba 5.

"Dari mesin tak terlalu susah lah," ujarnya.

Lalu, Arji berharap dapat finis diurutan pertama. Namun, ia tak begitu menargetkan untuk naik podium. Tetapi, setidaknya dapat masuk lima besar finis pada kejuaraan nasional ini.  

"Kalau saya sasaran juara, tetapi minimal 5 besar lah," katanya.

(cr12/tribun-medan.com)