Pengamat: Publik Menanti Kapolri Usut Tiga Kapolda Diduga Terlibat Kasus Sambo

Sedang Trending 3 hari yang lalu 16

Kapolri diharapkan tegas mengusut dugaan keterlibatan tiga kapolda di kasus Sambo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, mengatakan publik menantikan ketegasan Kapolri mengusut dugaan keterlibatan tiga kapolda di dalam kasus 'Sambogate'.

"Ini lagi-lagi soal konsistensi dan komitmen Kapolri terkait dengan visi dan misi serta pernyataan-pernyataannya. Yang terpenting saat ini ialah keteladanan yang ditunjukkan dengan sikap tegas Kapolri," kata Bambang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Bambang menjelaskan bahwapernyataan Kapolri itu terkait dengan personil untuk tak takut kepada atasan dan berani menolak perintah atasan bila bertentangan dengan kebiasaan dan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, pernyataan itu dapat jadi basa-basi institusi bila tak ada langkah konkret dari ketegasan Kapolri untuk memberikan hukuman terhadap para petinggi yang terindikasi melakukan pelanggaran.

"Saat ini momentum yang sangat pas untuk menunjukkan sikap yang tegas itu," ujarnya.

Bambang mengatakan bahwa Polri mempunyai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengawasan Melekat Pasal 7 tentang hukuman bagi atasan yang tak melakukan pengawasan terlibat dalam sebuah kasus, termasuk ketiga kapolda yang ada dugaan terlibat kasus Sambogate.

Seperti Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran yang mempunyai dua anggotanya yang disidang etik karena tak profesional dalam menangani kasus penembakan Brigadir J (mantan Wadirreskrimum Polda Metro AKBP Jerry Raymond Siagian dan mantan Kanit Renata AKBP Pujiyanto).

Selain itu, Fadil Imran sempat viral dengan aktivitas memeluk Ferdy Sambo tak lama setelah kasus penembakan Brigadir J mencuat ke tengah masyarakat.

"Tidak hanya untuk tiga kapolda itu saja, tetapi juga dengan kasus lain, misalnya Direskrimum Polda Sumatera Selatan terkait dengan kasus setoran AKBP Dalison juga butuh pembuktian," kata Bambang.

Dalam kasus ini, menurut Bambang, perlu keberpihakan Kapolri kepada personil di bawah. Dalam membenahi ini semua, menurut Bambang, Kapolri mempunyai dua pilihan untuk menyelamatkan nama bagus institusi dengan meninggalkan warisan terbaik bagi Polri atau sekadar menyelamatkan kepentingan-kepentingan jangka pendek.

"Saat ini seluruh kembali pada ketegasan Kapolri sendiri," kata Bambang.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasteyo menegaskan tak ada keterkaitan tiga kapolda dengan kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Jsehingga tak ada pendalaman dan pemeriksaan oleh Tim Khusus (Timsus).

"Sampai hari ini saya tegaskan kembali, dari Timsus tak ada, tak ada pendalaman, juga tak ada keterkaitannya tiba hari ini tak ada keterkaitan tiga kapolda," kata Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

Ketiga kapolda yang dimaksud ialah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nico Afinta, dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Panca Putra Simanjuntak.

Jenderal bintang dua itu mengatakan bahwaTimsus saat ini konsentrasi menuntaskan berkas perkara tersangka penembakan Brigadir J oleh Ferdy Sambo dan kawan-kawan, serta menghalangi penyidikan (obstruction of justice) oleh Ferdy Sambo dengan enam tersangka lainnya.

"Jadi, tak ada keterkaitannya (tiga kapolda)," kata Dedi.

sumber : Antara