Mendag Zulhas: Pertemuan TIIMM G20 tak Sepakati Isu Geopolitik

Sedang Trending 2 hari yang lalu 15

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meminta dukungan United United States Trade Representative (USTR) Duta Besar Katherine Tai agar mempercepat penerapan Generalized System of Preferences (GSP) untuk Indonesia di sela pertemuan TIIMM G20 di Bali, Kamis (22/9/2022).

Foto: Dok Humas Kemendag

G20 sepakat sistem perdagangan multilateral untuk mendorong pembangunan berkelanjutan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kelompok kerja G20 bidang Perdagangan, Investasi, dan Industri formal menyelesaikan pertemuan tingkat menteri atau Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) di Bali pada Jumat (23/9/2022). Namun, tak terdapat pernyataan bersama para menteri G20 lantaran tak tercapainya konsensus.

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan sebagai ketua golongan kerja, mengatakan, dari 27 isu utama pembahasan golongan kerja, sebanyak 26 isu mencapai kesepakatan.

"Sebanyak 26 paragraf oke, ada satu yang tidak, itu mengenai geopolitik, saudara-saudara sudah mengerti itu," kata Zulhas dalam konferensi pers di Bali yang ditayangkan secara virtual, Jumat (23/9/2022).

Ia menyatakan, lantaran tak seluruh isu dari topik pembahasan golongan kerja disepakati, TIIMM G20 kali ini tak mencapai konsensus bersama. "Jadi tak ada joint statement, oleh karena itu hanya pernyataan ketua. Kira-kira itu yang saya sampaikan," ujarnya.

Zulkifli tak merinci lebih detail mengenai isu geopolitik yang menjadi pembahasan utama para menteri G20. Namun, saat ini isu geopolitik yang menjadi perhatian utama soal konflik Rusia-Ukraina yang sudah berlangsung lebih dari tujuh bulan sejak invasi Rusia pertama pada Februari lalu.

Perang kedua negara pun telah berdampak pada kenaikan harga daya bumi dan komoditas pangan. Terlebih, keduanya  merupakan produsen bahan baku pupuk dan gandum dunia. Kendati persoalan geopolitik tak dicapai kesepakatan, Zulkifli mengatakan, agenda TIIMM G20 tetap telah menghasilkan capaian konkret.

Para negara, kata dia, sepakat untuk mendorong reformasi Badan Perdagangan Dunia (WTO) untuk memperkuat kepercayaan dunia, terutama dalam sistem perdagangan multilateral. Peran dan sistem perdagangan multilateral sangat strategis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

"G20 sepakat sistem perdagangan multilateral untuk mendorong tujuan pembangunan berkelanjutan," ujar dia.

Zulkifli menambahkan, para negara personil pun sepakat pentingnya perdagangan digital dan rantai nilai dunia saat ini. Terutama untuk mendorong partisipasi negara berkembang khususnya bagi UMKM, kaum perempuan, dan wirausaha muda dalam perdagangan dunia. "G20 sepakat mendorong perdagangan digital yang inklusif," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini