Mahfud MD Tegaskan Kasus Korupsi Gubernur Papua Murni Hukum

Sedang Trending 2 hari yang lalu 14

Menko Polhukam RI, Mahfud MD menjadi pembicara dalam acara OSHIKA MABA 2022 di Gedung Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA), Kota Malang, Jumat (23/9/2022).

Foto: Republika/Wilda Fizriyani

Sejak era Lukas Enembe terdapat pemberian biaya Otsus sebesar Rp 500 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menegaskan, kasus korupsi yang dilakukan Gubernur Papua Lukas Enembe murni masalah hukum. Ia mengeklaim, tak ada unsur politik yang membikin sosok tersebut ditetapkan sebagai tersangka KPK.

Menurut Mahfud, penetapan tersangka terhadap Gubernur Papua semata-mata atas perintah UU dan aspirasi masyarakat. "Yang meminta agar Lukas Enembe diproses secara hukum karena indikasinya korupsinya sudah cukup," kata Mahfud kepada wartawan seusai menghadiri acara OSHIKA MABA 2022 di Gedung Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) Kota Malang, Jumat (23/9/2022).

Bukti awal gratifikasi sebesar Rp 1 miliar sudah cukup menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka. Namun dia memastikan korupsi yang dilakukan Lukas Enembe tak hanya besaran tersebut.

Menurut Mahfud, dugaan kasus korupsi Lukas Enembe cukup banyak apabila merujuk temuan yang tersedia. Gubernur Papua setidaknya telah melakukan dugaan korupsi sebesar Rp 556 miliar. Di samping itu, terdapat pemblokiran uang kontan sebesar Rp 71 miliar dari rekening Lukas Enembe.

Hal yang paling membikin pemerintah pusat kecewa ialah ketika Gubernur Papua memanfaatkan biaya Otonomi Khusus (Otsus). Menurut Mahfud, ada Rp 1.000,7 triliun biaya Otsus yang telah digelontorkan pemerintah pusat kepada Papua sejak 2001. Sementara itu, sejak era Lukas Enembe terdapat pemberian biaya Otsus sebesar Rp 500 triliun.

"Itu Rp 500 triliun lebih tak jadi apa-apa juga. Rakyatnya tetap miskin sedangkan pejabatnya foya-foya," kata dia.

Mahfud tak menampik terdapat pembangunan sejumlah infrastruktur di Papua. Namun dia mengingatkan infrastruktur tersebut merupakan hasil proyek dari Kementerian PUPR pusat. Sebab itu, dia sangat menyayangkan biaya Otsus yang begitu besar tak dimanfaatkan bagus oleh pemerintah setempat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini