Jenderal Andika Turun Tangan, Begini Kronologi Bocah Yatim Indramayu Telan Kunci Nyangkut di Lambung

Sedang Trending 3 hari yang lalu 12

TRIBUN-MEDAN.com - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa belakangan menjadi sorotan.

Pasalnya, Jenderal Andika Perkasa langsung mobilitas sigap begitu mendengar ada bocah yang menelan kunci.

Bahkan, Jenderal Andika Perkasa langsung meminta agar bocah tersebut segera mendapat penanganan.

Melansir Kompas.com, MZW (8), bocah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tak sengaja menelan kunci gembok.

Dari hasil rontgen, sejak seminggu terakhir kunci tersebut tersangkut di bagian lambungnya.

Ia harus segera menjalani operasi untuk mengeluarkan kunci tersebut. Namun karena tak punya BPJS, operasi tetap belum dapat dilakukan.

MZW diketahui merupakan anak yatim. Ayahnya meninggal bumi saat ia tetap kecil.

Sementara sang ibu, Nina Listiana (40) kini berjuan sendirian untuk menghidup dua saudaranya.

MZW tak sengaja menelan kunci gembok pada Rabu (14/9/2022). Saat itu ia sedang bermain ponsel sembari mengigit kunci.

Karena mengantuk, kunci yang ia gigit tak sengaja tertelan. Sang bunda yang panik langsung membawa anaknya ke bidan.

Oleh sang bidan, MWZ disarankan untuk dibawa ke RSUD Indramayu. Saat itu Nina berkeliling mencari pinjaman uang untuk biaya anaknya berobat.

Ada sekeliling 10 tetangga yang ia datangi hingga mendapatkan pinjaman Rp 1 juta. Biaya pengobatan juga terbantu dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Masalah kembali muncul. SKTM yang digunakan sebelumnya untuk berobat tak dapat digunakan untuk ke luar daerah.

Pemerintah desa telah berikhtiar untuk membuatkan BPJS bagi keluarga Nina.

Akan tetapi, BPJS tersebut baru dapat digunakan per 1 Oktober. Nina sangat berharap anaknya dapat sigap dapat pertolongan.

Ia khawatir kalau kunci itu tak segera dikeluarkan akan menganggu kesehatan anaknya.

"Tapi mau gimana lagi, untuk operasi secepatnya saya belum ada uang. Berharapnya sih ada orang yang mau membantu saya mengambil kunci dari tubuh anak saya," ujarnya, Rabu (21/9/2022).

Menyangkut di lambung

Dirut RSUD Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, sejauh ini kondisi pasien bagus dan tak mengalami gejala serius.

"Kondisi bagus ya tak ada yang mengkhawatirkan atau mempengaruhi secara fisiknya maupun secara kelainan medisnya tak ada," ujarnya.

Namun, kunci tersebut tetap harus segara diangkat karena kalau terlalu lama akan cukup membahayakan kesehatan si anak.

Tim medis mengkhawatirkan, kunci yang bersarang di lambung itu dapat turun ke usus.

"Karena kalau sudah di usus dapat mengakibatkan infeksi pada ususnya," jelasnya.

Deden mengatakan awalnya anak itu datang bersama ibunya ke RSUD Indramayu pada Rabu (14/9/2022) sekira pukul 23.30 WIB.

Keesokan harinya, dokter spesialis bedah mengecek kondisi bocah tersebut.

Berdasarkan hasil rontgen, kunci itu ada di bagian lambung, dan perlu dilakukan pengambilan segera melalui endoskopi.

"Kebetulan di kami itu karena harus dilakukan oleh dokter spesialis bedah anak maupun bedah registif, akhirnya pasien kami rujuk ke RSUD Gunung Jati Cirebon," kata dia.

Dilansir tribunjabar.id, kunci yang bersarang di lambung Muhammad Zulzalaly Wal Ikram (8), anak yatim di Indramayu sejenak lagi akan di angkat.

Bocah penduduk Jalan Talang Tembaga Keluarahan Lemahabang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu kini sudah bertolak ke Jakarta untuk upaya penanganan, Kamis (22/9/2022) malam.

 
Rencananya ia akan menjalani tindakan medis untuk pengangkatan kunci di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo Jakarta.

Dirut RSUD Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengetahui kondisi soal kunci yang tertelan Muhammad Zulzalaly Wal Ikram.

Ia pun berkoordinasi dengan Bupati Indramayu, Nina Agustina untuk segera memberikan tindakan medis terhadap bocah tersebut.

Muhammad Zulzalaly Wal Ikram pun berangkat dengan mobil ambulance yang sudah disiapkan pemerintah daerah.

"Atensi dari Jenderal Andika untuk langsung ditangani dan malam ini langsung dibawa," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Deden Bonni Koswara menyampaikan, upaya pengangkatan kunci tersebut kemungkinan akan dilakukan secara endoskopi.

Meski demikian, tim medis akan melakukan penilaian dahulu untuk mengetahui langkah terbaik mengangkat kunci tersebut.

Bupati Indramayu, Nina Agustina pun kata Deden Bonni Koswara, besok akan menjenguk langsung Muhammad Zulzalaly Wal Ikram di rumah sakit.

"Nanti saya juga akan ke sana mendampingi bunda Bupati, nanti kami juga akan minta arsip-arsip dari sana untuk apa saja yang harus disiapkan pasca-tindakan pengangkatan kunci," ujar dia.

Adapun kondisi Muhammad Zulzalaly Wal Ikram, sejauh ini kata Deden Bonni Koswara, kondisinya tetap terpantau bagus dan belum ada gejala serius.

(*/ Tribun-Medan.com)