Dua Kunci Bagi Murid untuk Meraih Kebaikan 

Sedang Trending 2 hari yang lalu 13

Banyak siswa terpengaruh perubahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad dalam kitabnya Risalah Adab Sulukil Murid menjelaskan rahasia agar seorang siswa atau para penuntut ilmu tiba pada Allah SWT. Maksudnya siswa tersebut dalam hidupnya diliputi kebaikan dari Allah SWT. Apa saja?

Pertama, siswa tak terpengaruh dengan perubahan yang terjadi. Maksudnya kendatipun terjadi perubahan-perubahan di sekelilingnya, pribadi seorang siswa tak akan ikut terpengaruh perubahan tersebut. Akan tetapi dirinya tetap kokoh dan menjadikan Rasulullah sebagai panutan dalam setiap keadaan. 

"Seorang siswa atau seorang mukmin punya asas, dasar, yang diambil dalam hidupnya. Cara berpikirnya, langkah melihat, langkah berbicara, langkah berkomunitas, sudah punya panutan adalah Rasulullah," kata pengasuh Pondok Pesantren Nurul Iman Krejengan Probolinggo yang juga ketua Majelis Ahbaabul Musthofa Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor saat menjelaskan kitab Risalah Adab Sulukil Murid dalam acara Safari Dakwah di Pondok Pesantren Daar Assholihin Tanah Laut Kalimantan Selatan yang disiarkan melalui kanal formal Al Wafa Tarim yang diasuh Habib Hasan Al Muhdhor pada Kamis (22/9/2022). 

Habib Hasan mengungkapkan keprihatinannya karena banyak Muslim yang malah terpengaruh dengan perubahan-perubahan yang terjadi sehingga melupakan identitasnya sebagai seorang Muslim dan umat Rasulullah. Habib Hasan mencontohkan banyak generasi Muslim yang dalam berpakaian dan berpenampilan telah terpengaruh budaya luar dan tak mencerminkan langkah berpakaian sesuai tuntunan Islam.  

"Murid tak mengikuti perubahan perubahan. Dia punya manhaj, dia punya langkah yang udah diambil dari Rasulullah melalui guru-guru mulia sehingga dia tak terpengaruh.

Perubahan-perubahan itu tak mempengaruhi dia," katanya.

Kedua, siswa tak diperbudak oleh budaya atau tradisi yang tak baik. Habib Hasan menjelaskan seorang siswa dalam menjalani hidup akan mengikuti nabi Muhammad SAW. Ketika mendapati budaya istiadat yang bertentangan dengan ajaran nabi Muhammad maka dia tak akan mengikutinya. Namun siswa tersebut hanya akan mengikuti budaya istiadat yang tak bertentangan dengan ajaran nabi Muhammad SAW.

"Ketika ada budaya istiadat yang melanggar (ajaran) nabi dia tak ikuti. Ketika ada kebiasaan dari Nenek moyangnya yang kurang bagus dia tak ikuti. Dia hanya menyembah Allah dan ikut nabi Muhammad," katanya.