Bidang Kesenian Belum Sepenuhnya Pulih dari Pandemi

Sedang Trending 3 hari yang lalu 16

Pemeran teater mementaskan Under The Volcano pada media preview di Ciputra Artpreneur, Jakarta.

Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga

Seni pagelaran menjadi bidang yang paling terdampak pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua I Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Hikmat Darmawan mengatakan, bidang kesenian dan kebudayaan tetap belum pulih sepenuhnya dari dampak pandemi COVID-19. Hal ini terutama bagi seni pagelaran yang paling terdampak.

"Pulih sepenuhnya jelas belum. Di samping tak adanya pertunjukan, dampak dari tak adanya pagelaran dampak ekonominya kan panjang, ya," kata Hikmat, melalui sambungan telepon, Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Menurutnya, saat ini bidang kesenian baru terlihat asa untuk pulih sepenuhnya. Walau dalam beberapa hal, kata Hikmat, kini para seniman sudah kembali membangun daya untuk dapat membikin pagelaran di tengah landainya pandemi.

"Seni pagelaran produksinya menurun (selama pandemi), jelas. Sekarang menggeliat lagi, tapi tetap struggle," ujarnya.

Di antara jenis kesenian, menurut Hikmat, seni pertunjukanyang paling terpukul akibat pandemi seperti teater, musik, dan tari yang pada dasarnya membutuhkan penonton untuk hadir secara langsung.

"Seni pertunjukan, dia yang langsung terasa. Bagaimana orang mempertunjukkan sesuatu tanpa penonton 'hidup', itu tantangan betul. Dan bagaimana senimannya dapat hidup kalau penghidupannya itu ditiadakan," katanya.

Ada dua alternatif untuk mengatasi situasi pandemi, kata Hikmat. Sebagian seniman ada yang memutuskan untuk mempertahankan sifat liveness dari pagelaran sehingga memilih untuk tak tampil dulu selama pandemi, serta sebagian lain menyiasatinya dengan alihwahana melalui medium kamera yang kemudian disiarkan melalui berbagai kanal daring seperti YouTube.

"Kalau pagelaran kan penonton datang, membeli tiket, duduk di kursi, lampu padam, terjadi peristiwa keseniannya. Kalau di YouTube atau di medsos, bagaimana skema uangnya. Musik sama tari misalnya mengembangkan sistem seperti donasi atau kawan-kawan dari komite tari bersama sanggar-sanggar menginisiasi saweran online, tak terlalu sukses mungkin, tetapi ini alternatif menarik," katanya.

Kesenian lain seperti film pun juga terdampak saat pandemi. Hikmat mengatakan para kru menjadi yang paling terpukul di bidang produksi film, sementara para kreator sementara waktu dapat mundur untuk konsentrasi ke pra-produksi dan post-produksi.

Walau menghadapi tantangan untuk bertahan, Hikmat mengatakan bumi kesenian juga memandang adanya kesempatan dari kemudahan platform internet yang dapat membantu keberlangsungan seni, seperti yang juga terjadi pada seni rupa dan sastra.

"Kita memandang ada struggle tapi juga ada kesempatan (dari adanya internet)," ujarnya.

sumber : Antara