Bank DKI Pimpin Kredit Sindikasi untuk BFI Finance Senilai Rp 1,6 Triliun

Sedang Trending 3 hari yang lalu 16

PT Bank DKI dan PT BFI Finance Indonesia Tbk melakukan penandatanganan perjanjian cicilan sindikasi senilai Rp 1,6 triliun, Jumat (23/9/2022).

Foto: Istimewa

Fasilitas cicilan akan digunakan untuk mendukung pembiayaan di seluruh Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank DKI dan PT BFI Finance Indonesia Tbk melakukan penandatanganan perjanjian cicilan sindikasi senilai Rp 1,6 triliun, Jumat (23/9/2022). Kerja sama ini untuk memperluas akses penyaluran cicilan melalui sinergi dan kolaborasi. 

Dalam sindikasi tersebut, Bank DKI ditunjuk sebagai Mandated Lead Arranger sekaligus sebagai Agen Fasilitas, Agen Jaminan dan Agen Escrow bersama dengan tiga Bank Pembangunan Daerah (BPD) lainnya merupakan Bank Jatim, Bank Papua, dan Bank Kalsel. "Penyaluran cicilan sindikasi ini dapat menjadi salah satu stimulus pertumbuhan ekonomi yang semakin membail," ujar Direktur Komersial dan Kelembagaan Bank DKI, Herry Djufraini. 

Dengan total penyaluran cicilan Rp 1,6 triliun, Bank DKI memberikan porsi pinjaman Rp 500 miliar. Adapun Bank Jatim dan Bank Papua masing-masing Rp 400 miliar, serta Bank Kalsel Rp 300 miliar. Herry mengatakan eksistensi BFI Finance Indonesia serta pencapaian kinerjanya yang lanjut tumbuh positif patut diapresiasi. 

"Terutama di tengah kondisi Indonesia yang saat ini berada pada momentum kebangkitan dan pemulihan ekonomi sebagai dampak terkendalinya pandemi Covid-19," katanya.

Perjanjian Kredit Sindikasi ditandatangani Herry, Direktur Keuangan BFI Finance Indonesia Sudjono, Direktur Utama Bank Papua F Zendrato, Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya, dan Pemimpin Divisi Kredit Komersial Korporasi & Sindikasi Bank Jatim Mukhlison. 

Presdir BFI Finance, Francis Lay Sioe Ho, menyampaikan apresiasinya atas dukungan para kreditur yang telah memberikan kepercayaan kepada BFI Finance. Fasilitas cicilan akan digunakan untuk mendukung pembiayaan di seluruh Indonesia. "Ini akan digunakan untuk membantu sasaran pencapaian pertumbuhan pembiayaan perusahaan yang diprediksi melampaui 25 persen pada akhir 2022 serta diproyeksikan lanjut bertumbuh pada tahun-tahun mendatang," ucapnya.

Herry menambahkan saat ini Bank DKI lanjut melakukan percepatan penyaluran kredit. Kredit tumbuh 20,15 persen pada kuartal II 2022 menjadi Rp 43,64 triliun dibanding kuartal II 2021 sebesar Rp 36,32 triliun. Pertumbuhan cicilan terjadi pada seluruh segmen, dengan pertumbuhan segmen mikro yang mempunyai persentase pertumbuhan tertinggi sebesar 34,77 persen.