Bali akan Jadi Pusat Pendidikan Pariwisata Kembangkan Desa Wisata

Sedang Trending 3 hari yang lalu 18

Bali terbilang unggul dari segi daya tarik pariwisat dan ekonomi kreatif.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Bali, diupayakan menjadi pusat pengembangan pendidikan atau center of excellence pariwisata bagi daerah lain termasuk dalam pengembangan desa wisata berkualitas dan berkelanjutan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Rencana tersebut tak terlepas dari kelebihan serta daya tarik pariwisata dan ekonomi kreatif yang dimiliki oleh Provinsi Bali.

"Bali sudah dikenal dengan Desa Penglipuran yang kualitasnya kelas dunia, kita harapkan dengan pengembangan ini akan menyusul desa-desa wisata lain dari Bali," kata Menparekraf Sandiaga Uno, pada seminar dan working group bertema "Building World-Class Green and Sustainable Tourism Village for Bali's Recovery and Transformation through Social Innovation" di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (23/9/2022).

Menurut dia, Bali tak hanya sebagai episentrum desa wisata, tapi juga harus jadi center of excellence dalam pengelolaan desa wisata. Bali harus dapat berkembang lebih jauh. Tidak hanya sebagai destinasi, namun juga sebagai center of excellence dalam kaitannya dengan pengembangan pariwisata.

Bali selama ini telah dikenal dalam penerapan konsep kosmologi Tri Hita Karana yang merupakan falsafah hidup handal dengan konsep yang dapat melestarikan keanekaragaman budaya dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan homogenisasi. Dalam konsep tersebut, ditekankan hubungan antara sesama manusia, alam, dan hubungan dengan Tuhan yang saling terkait satu sama lain.

"Konsep gotong royong dan kelestarian lingkungan atau sustainable ini harus lanjut kita jaga dan bangun, terutama di Bali dengan Tri Hita Karana di mana konsep ini erat kaitannya untuk membangun sosial ekonomi," katanya.

Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, belajar dari pandemi COVID-19, ketidakpastian pada sektor pariwisata mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk menggeser paradigma pengembangan ke arah keberlanjutan dari segala aspek. Fokus empat pilar dikembangkan Kemenparekraf dalam mewujudkan keberlanjutan adalah pengelolaan berkelanjutan (bisnis pariwisata), ekonomi berkelanjutan (sosio-ekonomi) jangka panjang, keberlanjutan budaya (sustainable culture) yang harus selalu dikembangkan dan dijaga, serta aspek lingkungan (environment sustainability).

Menurutnya, desa wisata, mempunyai kekuatan besar dalam mewujudkan empat pilar pengelolaan berkelanjutan tersebut. Desa wisata terbukti menjadi salah satu pilar penopang ekonomi masyarakat. Di tengah pandemi, tingkat kunjungan ke desa wisata malah meningkat 300 persen. Hal itu tak lepas dari daya tarik pariwisata berkualitas dan berkelanjutan dari desa wisata.

"Kita mengalami turbulence time yang cukup tinggi. Saat ini kita dihadapkan dengan inflasi dan tahun depan ancaman resesi. Teman-teman desa wisata harus konsentrasi pada pengembangan masyarakat karena dengan itu kita dapat melewati itu semua," ungkap Menparekraf Sandiaga.

Ia menambahkan, Kemenparekraf lanjut mendorong pengembangan desa wisata di mana masyarakat didorong untuk menjadi pelaku utama kegiatan kepariwisataan dengan program-program yang melibatkan generasi muda, merangkul skema dukungan Kementerian/Lembaga atau bahkan organisasi di luar pemerintah. Kemenparekraf juga melakukan hingga program pendampingan bersama local champion desa yang turut menggerakkan dan membangun sumber daya alam, budaya, dan seluruh personil masyarakat desa wisata.

sumber : Antara

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini