Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Komnas HAM Temukan Praktik Pasung Disabilitas Mental di Panti | KPAI Temukan Kekerasan Seksual Oleh Guru di Sumatera Barat | Selebgram Angela Lee Bercerai dengan Suami di Penjara | Peramal Buta Asal Bulgaria Prediksi Kiamat di Tahun Ini | Ahok Bebas Bulan Depan, Fifi Lety Ingin Ahok Didoakan Terbaik | Jokowi Tetapkan 7 November sebagai Hari Wayang Nasional | Ussy Sulistiawaty Laporkan Akun Instagram yang Membully Anaknya | Liverpool Vs Napoli 1-0, Klopp Puji Mohamed Salah dan Alisson | Jokowi Dijadwalkan Letakkan Batu Pertama Tol Sigli - Banda Aceh | Haji Isam Disebut Terkait PAN Kalsel Dukung Jokowi, Siapa Dia? | 7 Langkah Dasar Seni Mengikhlaskan Mantan | Trio Jagoan Visual Tempo Berbagi Ilmu di Tempo Media Week | Konflik Agraria yang Merisaukan | Tanda Kulit Alergi dan Iritasi setelah Pakai Produk Kecantikan | Komentar Roger Danuarta Setelah Menjadi Mualaf | Harbolnas, YLKI Desak Pemerintah Sahkan RPP Belanja Online | Pencemaran Nama Baik, Ini Kata Sisca Dewi Curhat ke Budi Gunawan | ITB Buka Jalur Seleksi Mandiri 2019, Berapa Biayanya? | Toyota Bertransformasi Menjadi Perusahaan Mobilitas | Liga Champions: Kata Ancelotti Setelah Napoli Didepak Liverpool | Carlo Ancelotti Tak Menyesal Napoli Gagal di Liga Champions | Jadwal Liga Champions Kamis Dinihari: Perebutan Tiket Terakhir | La Nyalla: Lupakan Prabowo, Saya Harus Tobat | Tolak Bicara Politik di Masjid, Sandiaga Uno Mengajak Bershalawat | Manfaat Nutrisi dalam ASI sejak Bayi Lahir sampai Usia 6 Bulan | JK: Pusat Tak Pernah Ambil Kekayaan Papua | Perempuan di Amerika Serikat Tewas Saat Selamatkan Anjing | Keadilan dalam Kepastian Hukum | Golf: Danny Masrin Bertekad Lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 | ADM Serahkan 20 Unit Mobil Daihatsu Rekondisi ke Konsumen Setia | Harbolnas 12.12, Honor Berikan Total Voucher Rp 100 Miliar | Moeldoko Sebut Jokowi Delegasikan Bawahan Tangani Kasus HAM Dulu | Isuzu Indonesia Juara Dua Kompetisi Mekanik di Tokyo | Liga Champions: Ini Cerita Penyelamatan Gemilang Alisson Becker | Indonesia Jadi yang Pertama Merilis ASUS ZenFone Max Pro M2 | Harbolnas, YLKI Ingatkan 3 Panduan Aman Belanja Online | Liga Champions: Laga Ke-200 Icardi Diakhiri Kegagalan Inter Milan | Wajib Militer Bikin Stres? Tilik Gaya Chang Sub BTOB Mengatasinya | La Nyalla Akui Sebar Obor Rakyat, Gerindra: Harusnya Dia Dibekuk | Klasemen Liga Champions Setelah Liverpool dan Tottenham Lolos | Liga Champions: Inter Vs PSV 1-1, Nerrazzuri Turun ke Liga Eropa | Liga Champions: Gol Lucas Moura Selamatkan Tottenham di Barcelona | AP II: Landasan Pacu Bandara Kertajati Jadi 3 Ribu Meter di 2019 | Pilpres 2019, Timses Jokowi 'Babat' Semua Basis Prabowo di Jabar | Hasil Liga Champions: Barcelona Vs Tottenham 1-1, Spurs pun Lolos | Kulit Bruntusan Bisa Jadi Purging atau Breakout, Kenali Tandanya | Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG: DKI Jakarta Cerah Sepanjang Pagi | Jepang Akan Punya Kapal Induk Pertama Pasca-Perang Dunia II | Liga Champions: Red Star Vs PSG 1-4, Neymar Cs Jadi Juara Grup | Hari HAM Internasional: Novel Baswedan Berharap Presiden Jokowi.. | Liga Champions: Liverpool Vs Napoli 1-0, Salah Loloskan The Reds | JK Sebut Opsi Dialog dengan Gerakan Separatis Papua Tertutup | Top Skor Liga Champions: Gagal Cetak Gol, Messi Belum Tergeser | Tim Mahasiswa ITB Luncurkan Website Wisata Patung Kota Bandung | Cerita Sisca Dewi Pernah Menikah Dua Kali dengan Polisi dan Hakim | Mau Buat Iklan? Hati-hati Kostum, Belajar dari Kasus Blackpink | Keluarga Korban Lion Air JT 610 Tuntut Kejelasan Sisa 64 Korban | Hasil Liga Champions dan Klasemen Akhir Grup A hingga D | Hasil Liga Champions: Liverpool, Tottenham, PSG Lolos | Kenapa Anak Papua Ingin Jadi OPM? | Komdis PSSI Tangani Kasus Kericuhan di Laga PSIM Vs PS Tira | Laga Pertama Final Piala AFF 2018: Malaysia Vs Vietnam 2-2 | BWF World Tour Finals Hari Ini: Anthony Ginting Vs Chou Tien Chen | Penyebab Bekasi Tak Bisa Normalisasi Sungai dan Kali Alam | Bersiap Ikuti Golf Indonesian Masters, Ini Kata Rose dan Stenson | Hari Ini KPK Akan Periksa Deddy Mizwar dalam Kasus Suap Meikarta | Dialog Sandiaga dengan Drijon, Pedagang yang Menyuruhnya Pulang | Penyebab Aktivis Kecewa JK Tidak Temui Korban HAM yang Berdemo | Satgas Noken Ungkap Alasan Anak-anak Papua Pilih OPM | 5 Fakta Menarik ASUS ZenFone Max Pro M2 | Eks Dirut BJB Meneteskan Air Mata Saat Dicopot Ridwan Kamil | Ahok Bakal Bebas Januari 2019, Begini Kilas Balik Kasusnya | La Nyalla: Potong Leher Saya Kalau Prabowo Menang di Madura | Cerita Sandiaga Disuruh Pulang Pedagang di Pasar Kota Pinang | Hasil Liga Champions: Liverpool, Tottenham, PSG Lolos | Kebijakan Satu Peta Lama Terealisasi, Jokowi: Banyak yang Takut | Persib Bandung Pilih 2 Stadion untuk Markas Kompetisi Liga 1 2019 | Jadi Mualaf, Apa yang Dirasakan? Intip Komentar Roger Danuarta | Komnas HAM Temukan Praktik Pasung Disabilitas Mental di Panti | KPAI Temukan Kekerasan Seksual Oleh Guru di Sumatera Barat | Selebgram Angela Lee Bercerai dengan Suami di Penjara | Peramal Buta Asal Bulgaria Prediksi Kiamat di Tahun Ini | Ahok Bebas Bulan Depan, Fifi Lety Ingin Ahok Didoakan Terbaik | Luna Maya Jadi Suzzanna, Berapa Banyak Dia Kuat Makan Sate? | Jokowi Tetapkan 7 November sebagai Hari Wayang Nasional | Ussy Sulistiawaty Laporkan Akun Instagram yang Membully Anaknya | Liverpool Vs Napoli 1-0, Klopp Puji Mohamed Salah dan Alisson | Jokowi Dijadwalkan Letakkan Batu Pertama Tol Sigli - Banda Aceh |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Mendagri: Faktor Keamanan Buat Perekaman e-KTP di Papua Minim

Home » Berita Nasional Indonesia Hari Ini Rabu 12 Desember 2018 » Gosip Artist » Mendagri: Faktor Keamanan Buat Perekaman e-KTP di Papua Minim

Oleh : Admin on pada Jumat, 07/12/2018 01:10 WIB

Mendagri: Faktor Keamanan Buat Perekaman e-KTP di Papua Minim Jakarta, SUMUTkota.com -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan risiko keamanan menjadi salah satu faktor perekaman data e-KTP yang berlangsung di Papua masih minim sampai dengan saat ini.

Salah satunya, kata Tjahjo, petugas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) yang hendak melakukan perekaman e-KTP di Papua kerap kali dimintai sejumlah uang di jalan oleh segerembolan orang. Namun, Tjahjo tak menyebutkan secara rinci siapa kelompok tersebut.

"Itu dia tim e-KTP kami saja dipalak kok, setiap tiga kilometer ada gerombolan datang, (kami) bayar Rp5 juta," ujarnya saat berada di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/12).



Itulah, kata dia, yang menjadi salah satu sebab perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) masih sangat minim di wilayah Papua. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri di perekaman data e-KTP di Papua baru sekitar 70 persen.

"Mengenai perekaman e-KTP, saat ini total (se-Indonesia) sudah mencapai 97,33 persen, hanya di Papua saja yang perekaman datanya ini masih sangat minim," kata Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh di tempat yang sama.

Selain masalah keamanan, ucap Zudan, terdapat beberapa kendala lain dalam perekama e-KTP. Pertama kondisi geografis di sana cukup sulit dijelajahi. Alhasil petugas pencatatan sipil cukup kesulitan menjangkau daerah-daerah pedalaman

"Kedua karena penduduk di sana belum menganggap pentingnya dokumen kependudukan karena masyarakat di sana rata-rata bertani, bernelayan," tutur Zudan.

Oleh karena itu, Zudan mengatakan petugas Dukcapil di daerah harus 'menjemput bola' mendatangi masyarakat agar bisa melakukan perekaman e-KTP.

Kendala lainnya adalah perlengkapan e-KTP yang rusak. Zudan mengatakan pemerintah pusat hanya bisa memberikan satu alat perlengkapan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Akibatnya, pengadaan alat baru untuk mengganti yang rusak itu menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"APBN hanya boleh di berikan satu kali alat perlengkapan e-KTP dan kalau itu rusak menjadi beban APBD harus pengadaannya," ucapnya.

(SAH/kid) var article = { idnews : 351616, idkanal : 20 } var baseurl = '/cnn/nasional/20181206143604-20-351616/mendagri-faktor-keamanan-buat-perekaman-e-ktp-di-papua-minim'; $(document).ready(function () { setTimeout( function() {shareBox.run($('.share-bottom-new'))}, 1000 ); });
Mendagri: Faktor Keamanan Buat Perekaman e-KTP di Papua Minim | Bang Naga | on Jumat, 07/12/2018 01:10 WIB | Rating 4.5
Berita Lainnya








Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Seribuan Keping e-KTP Ditemukan Tercecer di Pariaman, Sumbar
» Beri Jaminan Rp108 M, Pengadilan Bebaskan Petinggi Huawei
» Jokowi Kucurkan Rp34 T untuk Program Keluarga Harapan di 2019
» AS Mendominasi Daftar Taman Bermain Terpopuler di Dunia 2018
» Kronologi Perusakan Polsek Ciracas oleh Massa Tak Dikenal
» Klopp: Mohamed Salah Luar Biasa, Alisson Menakjubkan
» 'Burning' Jadi Film Berbahasa Asing Terbaik di LAFCA

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds