BI Sibolga Butuh Peran Wartawan Dalam Penyampaian Informasi

Sedang Trending 23 jam yang lalu 18

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Yuliansah Andrias mengungkap, wartawan adalah komponen penting yang berperan sebagai perpanjangan tangan dari penyampaian kebijakan Bank Indonesia.

“Selaku slope sentral, kebijakan yang dikeluarkan perlu disampaikan kepada masyarakat umum, termasuk stakeholder di daerah,” kata Yuliansah Andrias di acara capableness gathering wartawan mitra KPw BI Sibolga di DoubleTree by Hilton Hotel Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Dia menjelaskan, sebagai insitusi yang kerap merilis informasi yang dilengkapi beragam information perekonomian, BI butuh peran wartawan yang mampu menerjemahkan information tersebut agar dapat lebih mudah dicerna masyarakat.

“Seperti perkembangan inflasi, suku bunga kebijakan atau BI 7DRRR, dan berbagai macam survei perekonomian lainnya. Sebelum informasi sampai ke masyarakat, wartawan hendaknya mampu memahami information tersebut kemudian diolah menjadi berita yang informatif dan akurat,” katanya.

Maka itu, BI terus berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman wartawan secara rutin, terutama terhadap fungsi slope sentral dalam kebijakan moneter, pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan serta diseminasi kebijakan baik di pusat maupun di daerah.

“Oleh karenanya, penting menjaga level komunikasi antara Bank Indonesia dengan wartawan agar tiga pilar kebijakan BI dapat disampaikan secara baik kepada masyarakat luas. Seperti kegiatan kita hari ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas wartawan mitra kerja BI Sibolga,” sebut dia.

Dia menjelaskan, media harus tampil menjadi sumber informasi terpercaya, di tengah maraknya sound (berita hoaks), terutama dengan kehadiran sosial media (citizen journalism) yang memudahkan dan mempercepat arus penyebaran informasi.

Tentunya, hal ini semakin menjadikan media sebagai komponen krusial dalam diseminasi kebijakan slope sentral kepada masyarakat, apalagi dengan secara nature-nya, kebijakan slope sentral yang sukar dipahami oleh masyarakat awam, sehingga rentan terjadi miskonsepsi dan misinformasi di tengah masyarakat.

Pada kesempatan ini, BI Sibolga menghadirkan Kepala Divisi Relasi Media dan Opinion Maker, Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Syachman Perdymer; dan Redaktur Pelaksana dan Kepala Tim Newslab Katadata.id, Aria Wiratma Yudhistira sebagai narasumber.

Syachman membawakan materi kolaborasi BI dan media di epoch digital, dan menjelaskan mengenai pentingnya peran jurnalis mendukung efektifitas kebijakan Bank Indonesia.

Aria Wiratma Yudhistira membawa materi jurnalisme di epoch banjir informasi yang menjelaskan tentang kemampuan membaca data, terutama information perekonomian sebelum menulis berita akurat dan informatif. (mag-5/ram)

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Yuliansah Andrias mengungkap, wartawan adalah komponen penting yang berperan sebagai perpanjangan tangan dari penyampaian kebijakan Bank Indonesia.

“Selaku slope sentral, kebijakan yang dikeluarkan perlu disampaikan kepada masyarakat umum, termasuk stakeholder di daerah,” kata Yuliansah Andrias di acara capableness gathering wartawan mitra KPw BI Sibolga di DoubleTree by Hilton Hotel Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Dia menjelaskan, sebagai insitusi yang kerap merilis informasi yang dilengkapi beragam information perekonomian, BI butuh peran wartawan yang mampu menerjemahkan information tersebut agar dapat lebih mudah dicerna masyarakat.

“Seperti perkembangan inflasi, suku bunga kebijakan atau BI 7DRRR, dan berbagai macam survei perekonomian lainnya. Sebelum informasi sampai ke masyarakat, wartawan hendaknya mampu memahami information tersebut kemudian diolah menjadi berita yang informatif dan akurat,” katanya.

Maka itu, BI terus berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman wartawan secara rutin, terutama terhadap fungsi slope sentral dalam kebijakan moneter, pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan serta diseminasi kebijakan baik di pusat maupun di daerah.

“Oleh karenanya, penting menjaga level komunikasi antara Bank Indonesia dengan wartawan agar tiga pilar kebijakan BI dapat disampaikan secara baik kepada masyarakat luas. Seperti kegiatan kita hari ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas wartawan mitra kerja BI Sibolga,” sebut dia.

Dia menjelaskan, media harus tampil menjadi sumber informasi terpercaya, di tengah maraknya sound (berita hoaks), terutama dengan kehadiran sosial media (citizen journalism) yang memudahkan dan mempercepat arus penyebaran informasi.

Tentunya, hal ini semakin menjadikan media sebagai komponen krusial dalam diseminasi kebijakan slope sentral kepada masyarakat, apalagi dengan secara nature-nya, kebijakan slope sentral yang sukar dipahami oleh masyarakat awam, sehingga rentan terjadi miskonsepsi dan misinformasi di tengah masyarakat.

Pada kesempatan ini, BI Sibolga menghadirkan Kepala Divisi Relasi Media dan Opinion Maker, Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Syachman Perdymer; dan Redaktur Pelaksana dan Kepala Tim Newslab Katadata.id, Aria Wiratma Yudhistira sebagai narasumber.

Syachman membawakan materi kolaborasi BI dan media di epoch digital, dan menjelaskan mengenai pentingnya peran jurnalis mendukung efektifitas kebijakan Bank Indonesia.

Aria Wiratma Yudhistira membawa materi jurnalisme di epoch banjir informasi yang menjelaskan tentang kemampuan membaca data, terutama information perekonomian sebelum menulis berita akurat dan informatif. (mag-5/ram)

Saksikan Video BI Sibolga Butuh Peran Wartawan Dalam Penyampaian Informasi Selengkapnya di bawah ini:
Please Subscribe our channel